Bagaimana membuat perhatian kita diterjemahkan dengan benar ………….

Untuk apa cermin dalam kehidupan kita ??? of course untuk mengoreksi apa ada yang salah dalam penampilan kita…jangan sampai kita gak tahu kalau baju kita ternyata kebalik, jilbab kita ternyata miring, atau ternyata atasan ma bawahan bener-bener gak matching walaupun dalam perasaan dah kerasa matching :p, yup itu untuk koreksi apa yang terlihat oleh mata biasa, ternyata dalam hal lain kita juga perlu cermin untuk mengoreksi kekhilafan kita yang kadang atau malah sering gak kita sadari, that’s what friend for…:p (halah……)

yup, nasehat atau kritik juga adalah cermin, namun bedanya cermin yang ini bisa ngomong n’ kadang bisa nyakitin hati :p nah….maunya ngasih nasehat agar bisa membantu eh malah membuat BT karena gak bener cara nyampeinnya atau bahasa ilmiahnya adalah “nulung malah menthung????@@@####***&&&*”

Nah ini ada beberapa resep agar cara mengkritik kita bisa nyampe di hati temen kita dengan aman, damai dan selamat he..he….

1. Sampaikan dengan akhlakul karimah

Sampaikan dengan lembut- jangan membentak-, bahasa yang baik- jangan mbulet atau bisa diartikan lain-, and jangan lupa sampaikan bahwa kita memberi kritik karena kita sayang ma dia, dan kalaupun dia belum bisa menerima maka jangan sakit hati, yang pentimg kita sudah menyampaikan, keputusan tetap absolutely dia yang menentukan

2. Usahakan setiap kritikan yang kita berikan bukan berdasarkan karena kita benci ma orang tersebut

Jadi kalau dasarnya emang ada rasa benci maka apapun yang orang lain lakukan pasti salah kan…..yang benar juga bisa jadi salah (nah…masak benar juga kudu di kritisi!!!)

Pastikan kita mengkritik dia karena kita sayang sama saudara kita, jadi semua yang kita kritisi bertujuan agar sahabat kita jadi lebih baik

3. Setiap apa yang kita kritisi bukan hanya bermaksud biar kita beda

Jangan kritis hanya karena kita gak ingin sama dengan apa yang diperbuat temen kita, beda dengan kreatif emang boleh, tapi bukan berarti kita mengkritik seseorang hanya karena kita mempunyai pendapat yang berbeda dengan orang tersebut (kalau apa-apa dkritik, ntar malah kita yang dianggap tidak mau menerima perbedaan)

4. Apa yang kita sampaikan jangan sampai membuat kita malah dinilai menggurui

Balik lagi bahwa gaya bahasa dan bahasa tubuh dalam komunikasi amat sangat mempengaruhi satu sama lain, mungkin tutur bahasa sudah baik tapi gesture kurang tepat (misalnya kita mengkritik dengan nunjuk-nunjuk (kayak guru mode on), atau kita berdiri berkacak pinggang sedangkan objek duduk (kayak terdakwa mode on), maka hasilnya bukan malah kritik diterima, tapi malah makin nyakitin hati penerima kritik

5. Apa yang kita sampaikan bukan untuk membuka kedok atau aib seseorang

Nah ini paling berbahaya, walaupun mengkritik untuk memperbaiki, bukan berarti semua cara boleh dilakukan, missal ketika berkaitan dengan sesuatu yang pribadi jangan mengkritik di depan orang banyak. Kita bisa mengajaknya ke tempat sepi untuk dibicarakan berdua dulu,atau dengan surat misalnya

6. Apa yang kita sampaikan jangan sampai jadi bahan ghibah atau gossip

Jangan sampai mengkritik orang lain di depan orang yang lain lagi…(salah objek…) akhirnya kan malah jadi ghibah

So….siap mengkritik ????

Trus…bagi yang dkritik ??? what shoul I do ???

Yah tentu saja berbesar hati menerima sepanjang itu benar dan masuk akal kan ??? sama aja denga kita bercermin, jangan sampai memecahkan cermin hanya karena kita gak puas pada penampilan kita yang mungkin jilbabnya mencleng miring kanan-kiri (loh….gak nyambung kan …….)))

Jadi……semoga bermanfaat !!!!

@ noisy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s