Arti Seorang Ayah

Peran seorang ibu sudah tidak diragukan lagi dalam kehidupan anak-anaknya. Lalu, bagaimana dengan peran seorang ayah? Seberapa pentingkah peran ayah jika dibandingkan dengan peran ibu? Peran keduanya sama-sama penting bagi keluarga, terutama bagi anak-anaknya. Berbeda? Tentu saja!

Figur seorang ayah merupakan pondasi bagi kehidupan kita. Seorang ayah bisa menjadi pribadi yang sangat lembut atau keras, tetapi mereka tetap akan menyayangi anak-anaknya sepenuh hati.

Bagi anak perempuan, figur ayah adalah figur pria pertama yang mereka kagumi. Figur seorang pria yang sangat mengagumkan dan pria pertama yang merebut hati anak-anak perempuannya. Bagi anak laki-lakinya, figur ayah merupakan sosok idola pertama mereka, citra diri mereka nantinya dan mungkin saja satu-satunya pria yang bisa mencintai mereka apa adanya.

Seorang ayah merupakan pria pertama yang menopang kehidupan kita, sebagai orang tua yang penyayang. Bagi para ibu, sosok ayah bagi anak-anaknya adalah seseorang yang dipercaya untuk menjaga anak-anaknya. Ayah merupakan satu-satunya orang lain selain ibu yang yang dapat memberikan rasa sayang sepenuh hatinya kepada anak-anaknya dan rela melakukan apapun demi mereka. Mereka juga menjadi tulang punggung keluarganya dan menghidupi keluarganya dari usaha yang dia lakukan.

Terkadang seorang ayah tampak sangat kuat dimata keluarganya, tetapi mereka justru sangat rapuh karena harus selalu tampak kuat dihadapan keluarganya. Hal tersebut mungkin terjadi karena seorang laki-laki dituntut untuk bisa tampil sebagai yang terkuat diantara mereka. Tapi tahukah Anda bahwa sekuat apapun seorang ayah sebagai laki-laki, mata mereka akan berkaca-kaca apabila melihat anaknya yang baru lahir. Mereka akan terpukau dengan kerapuhan dan kelembutan seorang bayi layaknya seorang ibu.

Seorang ayah akan mendidik putra-putrinya untuk menjadi orang-orang yang tangguh meski terkadang mereka bersikap keras kepada anak-anaknya. Sebenarnya kita tahu bahwa mereka melakukannya karena mereka menyayangi anak-anaknya dan tidak bermaksud sekeras itu terhadap anak-anaknya. Mereka hanya ingin melakukannya dengan cara yang mereka ketahui saja. Tanpa kehadiran seorang ayah, maka tidak akan ada sosok ibu, bahkan anak sekali pun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s