ALLAH MAHA PEMBERI, MAHA PENYAYANG


Diatas segalanya-lah, penghambaan manusia kepada Allah sebagai Sang Pencipta harus diletakkan, tak ada ragu, tak ada alasan untuk mengatakan tidak bisa apalagi tidak akan…………

Allah sudah berfirman bahwa dunia hanyalah tempat bermain saja, tempat ujian bagi manusia untuk menentukan jurusan yang akan dia tempuh : Surga atau Neraka….

Yang pasti tiap-tiap jiwa yang berikrar bahwa Tiada Tuhan Selain Allah, maka Allah ingin tahu kesungguhannya…lewat ujian-ujian, dan ujian itu bukan ujian biasa, sesungguhnya Allah akan menguji hamba-hambaNya pada titik terlemahnya…tepat pada titik dimana dia akan merasa sedih sesedih sedihnya, dadanya sesak dsb.

Namun berbahagialah pada orang-orang yang beriman, yang menyerahkan segala sesuatu hanya pada perlindunganNya, yakin bahwa semua yang terjadi adalah kehendak Allah dan Allah tidak akan menguji hambaNya di luar batas kemampuannya sebagai manusia

Di tengah ujian pasti akan ada keputus asaan, kehilangan harapan, dan kehilangan semangat, maka disanalah manusia benar-benar akan dilihat seberapa besar penghambaannya pada Tuhannya, Allah sudah berjanji, bahwa Dia ada, ketika manusia berdo’a, Dia ada ketika manusia memint hanya kepadaNya.

Husnudzon selalu pada Allah dan Allah aan memerikan pertolongan melalui jalan yang tak disangka-sangka.

Lewat lebaran beberapa hari, saat kesedihan bagai tak berujung, seorang teman berkisah beliau ada masalah dengan ibunya, ada yang tak bisa dilakukan sebagai seorang anak untuk meletakkan hormat sebegitu tingginya, ada yang mengganjal saat ibu yang dia harapkan lebih bijak ternyata malah menyakiti hati anaknya, dan usaha untuk meletakkn kehormatan yang Rasul bilang hormatilah ibumu 3 x baru ayahmu sangat sulit…bahkan teramat sulit terhalangi sakit yang tak terbantahkan menyesak dada.

Ibu , bagaimanapun sosok yang wajib diletakan kehormatan setinggi-tingginya, namun bagaimna kalau masalah itu sebenarnya bermula dari sang ibu, bagaimana seorang anak bisa tetap menghormati walaupun kadang sulit, sesulit Mus’ab bin Umair yang bahkan tak bisa meluluhkan hati ibunya untuk Islam……

Sungguh ujian yang sangat berat, membuat hati gerimis dan dada sesak, tapi Allah tak pernah tidur, Dia Maha Mendengar Do’a, dan bantuanNya datang langsung pada saat itu juga, ketika kami berkunjung ke sesepuh pondo pesntren, kami mendapatkan wejangan dan tausdiyah yang Subhanallah sangat pas dengan masalah yang menimpa teman kami tersebut, bagaimana kami bersikap kepada orang tua terlebih ibu saat kami dihadapkan pada masalah yang tidak sepaham dengan ibu, sungguh…jawaban yang menyejukkan jiwa, tepat pada waktunya…tak disangka..

Maka keraguan apa yang bisa membuat kita terhalang untuk tetap husnudzon pda Allah………………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s