Happines in your smile………

DI SUDUT RUANG 23

Wajahnya membuat aku agak tidak percaya apakah benar tempatnya disini…kulitnya putih dan sikapnya anteng dalam posisi tidurnya saat ini, trus satu tanda Tanya dalam hatiku..kenapa dia sampai direstrain(diikat untuk pengamanan) segala? Apakah dia berontak atau berperilaku amuk hingga tali-tali itu dengan kuat mengikat kaki dan tangannya? Saat kutanya pada salah seorang perawat disana…katanya dia barusan mengamuk sehingga terpaksa direstrain seperti itu…

Wahai…..apa yang membuat dia mengamuk? Sungguh dari seluruh yang aku lihat dia tidak nampak seperti pasien sakit jiwa yang lain, wajahnya kekanak-kanakan, walau usianya telah mencapai 33 tahun, Ciri khas orang dengan retardasi mental. Hanya senyum yang sulit terlukiskan maknanya yang menyambut sapaan-q saat aku memperkenalkan diri dan membantunya minum obat.

Ibunya adalah penjual keliling dan ayahnya adalah buruh bangunan semasa mudanya, dan sekarang…ketika badan sudah membungkuk dan usia yang renta  memaksa beliau untuk beralih profesi menjadi pemulung sampah agar nasi selalu terhidang dan anak semata wayangnya tersebut mendapat pengobatan semestinya.

S…. namanya, orang tuanya juga tak tahu sebab kenapa dia selalu mengamuk beberapa hari terkhir ini,memecahkan barang, gelisah tidak mau tidur dan perilaku aneh lainnya, karena khawtir akan melukai orang lain dan dirinya sendiri, maka memaksa kedua orang tuanya untuk membawa S ke RS.

Dengan riwayat retardasi mental, dan hambatan dalam berkomunikasi maka menjadikan dia sangat terbatas dalam bergaul disini…tak ada teman (biasanya para pasien mempunyai satu temen mhasiswa yang intens memantau perkembanganya atau mereka kadang punya pasangan yang klop untuk diajak main bersama)…hanya petugas kesehatan yang kadang silih barganti menemui dan memberi perhatian, serta ayah dan ibunya yang setia menungguinya bergantian siang dan malam.

Maka hari ini setelah 2 hari pertemuan pertamaku dengan dia, pagi tadi dia sudah mau diajak senam pagi dengan teman-temannya yang lain, mengikuti gerakan-gerakan dengan aneh (dia tidak bisa menirukaan gerakan senam dengan pas) dan selalu tersenyum bila ada yang mengajak bicara, mengajak bermain, bertanya dan memberinya obat, yah hanya senyum……pun saat dia duduk sendiri di depan kamarnya…tak ada yang menemani, sambil memandang orang-orang berseliweran….dia selalu tersenyum…tanpa kata…tanpa sapa, senyum…yah senyum dalam kesunyian, senyum dalam kegembiraan dan senyum dalam kepedihan…maka baginya adalah sama saja.

Maka ketika hikmah berada di depanmu, ada kesadaran dalam diri yang terbangun, bahwa kau begitu sempurna….walau kadang harus irit dengan makan satu kali sehari (apalagi kalau tanggal sudah makin membungkuk karena tua)….walau harus berjalan kaki pulang pergi kuliah…walau kadang hanya puas dengan nilai B untuk mata kuliah wajib…..kita harus bersyukur…karena Allah memberi kita ujian kenikmatan, kadang kita lupa bahwa kita masih dapat menjumlah 2+2=4, kita masih dapat marah bila ada yang mengesalkan kita, kita masih dapat tersenyum saat kita bahagia dan kita masih punya Allah yang selalu menjaga agar detak jantung kita tetap teratur, aliran darah ini tetap harmoni, maaka nikmat yang bagaimana lagi yang kau dustakan?

Senyum pertanda bahagia…marah pertanda kesal dan tertawa pertanda hati yang berbunga…itulah tanda bukti cinta Allah yang masih memberi kesinergisan dalam gerak hidup kita….maka bayangkan…apabila kita dilahirkan  seperti  S  yang bahkan tak tahu bagaimana memanggil ibu pada orang yang setia menyuapinya, dan mengucapkn ayah pada orang yang selalu menemaninya dalam sunyi..dalam gelap…bahkan saat ia tak tahu apa arti sendiri………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s