impian…sekali lagi

Seiring dengan bertambahnya hitungan tahun dalam masehi, berarti juga tambahan tahun dalam penghitungan usia biologis manusia, gak terasa kita ber-3 dah berusia seperempat abad (awalnya diprotes karena pake abad = asumsi tua gak bisa ditutupi J ) atau 25 tahun, apa masalahnya ???? sebenarnya gak ada masalah, tapi karena kita ber-3 adalah jomblo imut dan bahagia kalau bicarain masalah pernikahan, maka jadilah ini sebagai pokok pembicaraan pada 3 januari ini.

Usia 25 tahun adalah usia ideal untuk menikah (asumsi saat SMA) dimana kami telah lulus kuliah dan telah bekerja, maka ketika belum ada tanda-tanda hal itu datang pada kami, maka kami jadi mikir………

”Sekarang , satu hal yang kupinta dari Allah adalah agar aku tidak diberi keputus asaan ” Mahda say

” Yah…kadangkala kita harus menetapkan tujuan dan impian kita dalam menjalani hidup  ini, terus terang sampe sekarang ku belum memutuskan sebenarnya apa ya mimpiku, artinya mimpi yang benar-benar membuatku termotivasi untuk mendapatkannya” rully say

”iya……kadang kita hanya menginginkan sesuatu, tapi belum menjadikan itu sebagai mimpi kita, maka hidup kita hanya berupa keinginan semata” nisa say

” oleh karena itu, kini ketika aku merasa hidupku makin sulit, maka yang kupinta adalah agar aku tidak sampai putus asa, dan tetap bisa yakin pada ketentuan Allah itulah yang terbaik”

” kadangkala kita harus melihat sekeliling kita, banyak orang lain yang bahkan tanpa kita sadari mengalami hal yang jauh lebih sulit, mereka harus bertahan di usia bahkan sampai 30 tahun atau lebih untuk mendapatkan pasangan yang sesuai, maka saat kita sekarang baru mengalami masa penantian yang masih dalam tahap usia 25 tahun, maka lebih baik berhusnudzhon bahwa Allah akan menyiapkan hikmah dibalik semuanya ” rully nambahin

” yup…itu dah jadi niat, tapi kok susah ya……”

” Barangkali…ketika kita para wanita diuji oleh Allah untuk berada dalam masa penantian, dan tahu apa arti menunggu, sempat terpikir olehku, bahwa suatu saat nanti…ketika aku melihat saudariku mengalami hal yang sama denganku saat ini, dalam artian mereka mengharapkan ikhwan yang baik, sementara stok yang ada terbatas dan waktu sama sekali tidak toleran pada mereka, mungkin pada saat itu, aku lebih rela untuk menyilahkan suamiku menolong mereka dengan cara menikahinya (istri menyilahkan suami poligami mode on)” rully melemparkan pandangan pada kami.

”Hah !!!! kayaknya ku gak bisa deh, terlalu berat menjaga keikhlasan…… ” Nisa say

”Kok bisa kayak gitu, gampang Rul bilang, prakteknya susah, ku pernah tau ada yang bilang kayak gitu, tapi ketika dia benar2 dihadapkan pada kenyataan sebenarnya, mana……gak ada aksi nyata yang dia buktikan dari kata2nya dulu bahwa dia akan merelakan suaminya berpoligami demi menyelamatkan saudarinya yang belum juga mendapatkan pendamping hingga memasuki gerbang senja” mahda say

” Iya sih….aku berpikir begitu, mungkin karena ku telah diberi kesempatan oleh Allah untuk merasakan menunggu……menunggu seseorang yang baik dan bagaimana rasanya berada dalam penantian yang tak pasti, itulah mungkin yang bisa membuatku berpikir untuk merelakan suamiku menikahi mereka karena ku pernah merasakan apa yang mereka alami. Jadi ketika aku diberi kesempatan lebih dulu untuk mendapatkan, mungkin bisa kuberikan pula kesempatan itu pada mereka” rully melanjutkan

Sepi……… tapi Nisa masih on, Mahda juga masih on (berpikir…apakah akan selama itu ??? atau selama apa masa penantian kami nantinya )

Siapkah bila berpoligami ??? loh………….tutup ah, case closed !!!!

Ah……membicarakan hal ini membuat kami merasa lebih tua beberapa abad hiks…..mending cari pokok pembicaraan lain aja lah he…he…..(siang semakin panas, anginnya berhembus…….dan kami masih bingung nyari topik lain J )

Eits…….kesimpulan dari bahasan sore ini adalah :

  1. Jangan pernah menyerah pada waktu, biarkan waktu berjalan, kita juga harus moving bersamanya, jangan biarkan diri kita terpaku hanya pada satu fokus masa lalu, ingat, Allah memberikan kita mata pada bagian muka wajah kita agar kita selalu memandang ke depan, dan menganggap masa lalu hanya kenangan dan sebagai pengalaman.
  2. Poligami …… adalah sunnah Rasul, kami tidak mengharamkannya, mungkin kami bisa melihat dari sisi yang berbeda kini (kalau dulu lebih bersikap egoisme wanita dalam melihat poligami), apabila kita telah mengalami betapa sulitnya mencari pendamping yang sesuai dengan kriteria untuk menuju pernikahan yang SAMARA dari awal hingga akhir, maka ketika kita akhirnya mendapatkan kesempatan untuk itu (di usia berapapun, mungkin Allah baru kasih diusia 30-an atau 27, 28, 29…..) kita paham, bagaimana perasaan saudari kita yang belum menikah hingga usia menjelang senja, yang membuat kita insyaf bahwa ada perasaan ingin menolong, tidak hanya pembahasan tanpa solusi, tapi langsung pada tindakan nyata untuk menyilahkan suami kita menolong mereka (altenatif akhir kalau bisa J )
  3. Poligami….indah dan akan terlaksana dengan baik, bahkan menjadi tangga menuju pribadi yang lebih bertakawa apabila istri dapat menolong suaminya untuk menjadi imam yang adil, karena tanpa dukungan istri mustahil keluarga poligami akan menjadi bahagia walaupun tujuan awalnya adalah benar2 murni.

Nb : sekali lagi ni nisa yang nulis….jadi isinya juga suka-suka nisa J, tapi intinya tetep sama kok kawan, gak banyak berubah he2

One thought on “impian…sekali lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s