impian ???

Ku punya keinginan punya anak banyak, minimal 5 kalau bisa (berdasarkan pengalaman kalau anak dikit jadinya sepi, jadi temen main and temen ngobrolnya dikit yang berimbas kalau ribut jadi gak seru he..he…), oleh karena itu, impianku adalah membuat rumahku menjadi istana yang indah dengan riuh canda anak-anak yang cantik dan cakep J

Masalahnya menurut teori usia 35 tahun adalah angka maksimal bagi perempuan untuk hamil, karena usia >35 tahun dia masuk dalam kategori kehamilan beresiko tinggi, dengan banyaknya kemungkinan terjadi penyulit waktu persalinan. Oleh karena itu disarankan wanita lebih baik memaksimalkan waktunya sebelum usia 35 tahun untuk hamil dan melahirkan…….dan aku ??? sekarang dah 25, boro2 hamil…orang nikah aja belum he2, jadi itung-itungannya ku punya waktu 10 tahun untuk mewujudkan mimpiku sebelum berada pada usia beresiko tinggi, nah asumsinya adalah jarak satu kelahiran dengan kelahiran yang lainnya amannnya 2 tahun, nah pas ….dalam 10 tahun kalau sukses ku bisa dapat 5 anak J, belum lagi kalau dapat bonus anak kembar, kayaknya bisa menghemat waktu he2……

Nah itu hanya teori, faktanya sebenernya karena hanya resiko jadi kemungkinan untuk hamil dan melahirkan diatas usia 35 sebenarnya masih bisa, ibuku saja melahirkan anak keduanya di usia 37 tahun….(tapi ya itu perlindungan ekstra he2…)

Prencanaan dan usia kematangan dalam menjalani hidup penting juga sebenarnya, ingat masalah pernikahan di usia 20 tahun sebenarnya bukan aneh kalau dilihat dalam kacamata pertumbuhan dan perkembangan manusia, itung-itungannya begini :

Usia 20 tahun adalah dewasa muda, usia penuh dengan semangat, dan produktif, seandainya menikah di usia 20 tahun, kemudian punya anak di usia 21 tahun, nah ketika anak sudah 20 tahun, maka orang tua masih dalam kisaran 40-42 tahun, masih belum usia pensiun kan, jadi anak dapat terbiayai sekolah ampe kuliah, pun kalau 25 tahun punya anak, anak ini nantinya akan sampai pada masa kuliah pada saat orang tuanya juga belum pensiun dan masih bisa membiayai sampai PT

Nah..ketika anak dan mandiri dan bekerja, baru tuh orang tua masuk lingkaran pensiun dan dibahagiain ma anak mereka.

Jadi asumsinya menikah pada usia 20-30 tahun, membesarkan anak pada masa usia 20-40 tahun, lalu menikmati kebersamaan dengan cucu pada masa usia 40-50 tahun, pensiun dengan damai dan dikelilingi cucu dan cicit pada masa usia 50 sampai akhir…….bahagia kan he…he….

That’s may dream….but @ 25 years old, still alone, so……let’s never give up !!!!!! (apanya ??? berjuangnya !!!! )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s