Telaga.(jawaban untuk aya lagi)

Suatu kali aku mersa seakan masalah yang menimpaku akan membunuhku pelan-pelan, semua terasa berat dan seakan-akan aku tak lagi mampu memikulnya.

Ketika aku katakan pada sahabatku, ia memberikan sebuah nasehat yang indah ” sahabatku……pahitnya kehidupan seperti pengaruh garam dalam larutan, tak kurang dan tak lebih, besar kecilnya penderitaan tergantung pada wadah dimana kita meletakkannya. Apabila kau putuskan menaruhnya dalam segelas air, maka akan sangat terasa asinnya, namun apabila kau putuskan untuk mencampur garam itu di sebuh telaga, maka kau tidak akan merasakan asinnya. Berhentilah jadi gelas, jadilah telaga dan lapangkan dadamu pada setiap masalah ”

Jadi, ketika aku sedang menghadapi masalah untuk kesekian kalinya, aku hanya perlu melapangkan dadaku dan berkata ”hai masalah aku punya Tuhan yang Besar untuk membantuku”

3 thoughts on “Telaga.(jawaban untuk aya lagi)

  1. Aya>> Qt hidup dah seperempat abad di dunia ini kenyang akan teori!!! Semua yang diajarkan sebagian besar HanYA TeOri… Maka, Yang paling sulit adalah MeNGamaLkan tumpukan teori-TeOri itu… Kenapa Paling sULiT??? Karena qt tidak pernah diajarkan untuk mengamalKan… Smwa tuch qt dapat dari PeLaJARan KehiduPAN… Tetep SeMangat ^_^

    tidak ada sesuatu yang SULIT, yang SULIT hanyalah saat Qt mENunDA-NunDa untuk MenGaWAli

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s