Negeri para pemecah batu

Pertama kali pergi ke Pacitan..untuk sebuah petualangan….

Menyenangkan karena ku menyukai alam..jalannya yang berkelok membelah bukit mati…sungainya yang lebar nemun kering karena kemarau memberikan pemandangan kesotis layaknya pantai Bangka Belitung (hhmmm kayaknya asyik juga buat rafting kalau airnya banyak )……sungai itu pada musim kemarau tak sanggup menghidupi warga dan pohon sekitarnya dengan air..namun ia mengidupi warga dengn sesuatu yang lain yang ia punya……badan sungai yang kering terlihat artistic oleh batu-batu besar yang tersembul dan kelihatan eksotis…kamarau memang menyuguhakan pemndangan lain saat kering….mungkin bila air telah penuh batu-batu besar nan canti itu tak akan muncul disana.

Pertama kali melihatnya..aku merasa aneh..pada gubuk-gubuk kecil yang berada dipinggir kali…isinya para nenek yang dengan tangan keriputnya memecah batu-batu kali menjadi serpihan-serpihan kecil yang rapuh…sama dengan kerapuhan badan mereka……..

Merekalah para pemecah batu..yang menghidupi dirinya dan mungkin seluruh keluarganya dari pecahan btu yang mereka hasilkan tiap harinya……..

Subhanallah..betapa aku malu pada beberapa menit yang lalu merasa tak puas atas kenikmatan pekerjaan yang Kau anugerahkan ya Rabb (yang dengan pekerjaan itu aku tak perlu mengeluh tanganku menjadi kasar, yang dengan pekerjaan itu aku tak perlu bekerja sekeras mereka)….nenek-nenek itu aku tak tahu sejak kapan mereka bekerja disana..mungkin sejak masih muda..dimana kini kaum muda tak lagi menganggap pekerjaan itu bisa diandalkan untuk menyambung hidup..dimana bahan bangunan lain selain pecahan kerikil dapat tergantikan oleh beton…….

Teringat sebuah kisah..

Dahulu ada seorang sahabat pencari kayu bakar yang selalu menyembunyikan tangannya dari Rasulullah..sampai akhirnya pada suatu ketika terlihatlah oleh Rasulullaah tangannya yng kasar..penyebab malunya ia di hadapan sang kekasih Allah akan tangannya yang kasar, yang menurutnya tak pantas bersentuhan dengan Rasulullah…namun Rasulullah pun tersenyum..meraih tangannya dan mencium tangan sahabatnya yang kasar itu..beliau berkata..inilah tangan yang akan dilindungi Allah dari jilatan api neraka, karena tangan ini telah bekerja keras untuk mencari rizki yng halal..

Dan Allah langsung menunjukkan padaku..lewat para pemecah batu..manusia di pinggir jaman yang setia pada perjuangannya

Yah..disini , di negeri pemecah batu..dimana kesyukuran menjadi nyanyian sehari-hari…dan wajah lelah menjadi wajah paling mempesona yang pernah kulihat

Lewat hamdalah..maka segala hal dapat begitu menentramkan

Maka ya Allah…ajari aku untuk selalu membasahi lidahku dengan hamdalahMu…agar sejuk senantiasa dlam hatiu…dalam jiwaku…dan aku selalu siap menerima apapun yang ENGKAU berikan untukku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s