Piala………………

Dan piala itu berjejer  di rak ruang tamu temenku, iseng kulihat nama yang ada disana (siapa tahu tuh piala adalah piala warisan bapak, ibu, kakek atau neneknya dia he…he….) ternyata …………. Emang gak malu-malu nama temenku nampang dengan indahnya disana, Juara Umum Peringkat terbaik waktu SD, SMP dan SMA, Juara membaca Puisi se-kecamatan , Juara Menggambar waktu SD, Juara debat bahasa inggris waktu SMP, dan juara-juara lainnya yang kayaknya gak kalah bergengsi (mengingat waktu melirik sudah habis soalnya temenku dah bawa minuman plus snack untuk menjamuku dari belakang :D)

Waktu dianya kutanya, emang gak capek tuh ikut lomba segala macem, dia bilang gak kerasa , soalnya ibunya dari dia bayi sudah biasa ngikutin dia ke turnamen/ ajang lomba (mulai dari lomba bayi sehat , lomba foto bayi, lomba bayi merangkak, ampe lomba balap karung hi…hi…) yah..walaupun adakalanya gak juara tapi pengalamannya dapat, jadi temenku dah biasa untuk unjuk kemampuan, biasa tampil di depan orang n so on , jadi gak heran kalo pialanya berjubel di rak depan, disamping jadi kebanggaan keluarga juga bisa jadi ajang melatih keberanian. Gak salah juga kalau temenku ini super duper excellent deh orangnya, kreatif, smart, cerdas, dan pintar (hhmmm apa bedanya ???? ) yang pasti dia bisa diandelin untuk jadi apa aja (kecuali  jadi cowok, karena Allah dah menakdirkan dia jadi sejenis Cleopatra he..he.…)

Sedangkan diriku…….kayaknya dirumah gak ada piala deh hiks…….., karena apa kawan…..q cuman dapat piagam dari beberapa lomba yang kuikuti sejak masih TK (Lomba menggambar dapat juara harapan 1 à seingatku hadiahnya piagam and snack yang langsung diserbu temen-temen gerombolan TK , ada lagi waktu SD lomba baca puisi, juga cuman dapat piagam, waktu SD jadi juara umum gak dapat piala tuh……dikasih kado, waktu SMP no lomba (serius belajar euy…….) paling banter yang bisa diliat lomba debat waktu SMA tapi cuman se-SMA qta aja gak tanggung-tanggung dapat juara 1, itupun dengan segala syak wasangka jangan-jangan ni gelar gak bersih hi…hi….., secara ketua panitianya sohib dhewe, jurinya salah satunya ya temen ndiri yang sama-sama ngebawa nama baik kelas, jadi……….kayaknya gak patut dibanggain ya ….😀 )

Piala bukan hanya sebuah benda terbuat dari kuningan yang mengkilau, tapi dia benda yang hebat……tanpa dia teriak aja, orang yang ngeliat dia sudah tahu kalau si empunya tuh orang hebat, keren, smart dan lain-lain yang keren abizzzz😀

Piala ……juga menampilkan kebanggaan pastinya…., karena memenangkan sebuah kompetisi (apapun kompetisi, dia membawa harga diri guys…)

Kalau disimpulkan, membiasakan seorang anak untuk mencari piala bisa menguntungkan dalam beberapa hal yaitu diantaranya sebagai berikut dibawah ini (halah…..boroz kata) :

  1. Bagi seorang anak yang terbiasa untuk berkompetisi maka dia akan terbiasa berjuang dalam usaha terbaiknya, itu baik untuk perkembangan seorang anak, tapi menjadi orang tuanya pun harus menanamkan pengertian bahwa gak semua lomba si anak harus jadi juara, intinya selain dia harus siap untuk menang dia juga harus siap untuk kalah dan bermain sportif, artinya mengajarkan anak untuk jujur dan menerima kelebihan orang lain.
  2. Selain itu juga bisa menumbuhkan rasa percaya diri dan berani tampil di depan banyak orang, gak mudah grogi, n salah tingkah
  3. Si anak juga bisa menjadi kebanggaan tersendiri karena bisa menyumbangkan piala buat dipajang di rumah ha…ha…
  4. Bisa juga membuat anak kreatif dan tidak mudah putus asa, mudah bergaul dll yang positif

Jadi jangan takut membiasakan diri kita berkompetisi, buat kita muslim pada umumnya kita juga dalam kompetisi setiap hari lo………dengan fastabikhul khairaat yang artinya berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan di segala hal, intinya berlomba-lomba mendapat nilai baik untuk raport kita nanti di hadapan Allah, pialanya adalah yang terindahadalah Surga plus bidadari, plus istana, minuman segar yang tiada habisnya dan bonus-bonus menyenangkan lainnya.

Piala kita adalah sebuah penghargaan, dimana disana akan tercetak nama kita sebagai si fulan atau fulanah, muslim terbaik dengan prestasi terkeren insya-Allah.

Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya, maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hambaKu dan masuklah ke dalam surga-Ku” ( Q.S Al Fajr : 27-30)

Ya Allah

Ampunilah aku,

Tentang apa yang tidak

Mereka ketahui

Pada diriku

Ya Allah

Jadikanlah aku lebih baik

Dari apa yang mereka duga

Tentang diriku

(Abu Bakar Ash-Shidiq)

nb : ni bukan gambarku………..^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s