Say IM3

Sang Khaliah Ali Bin Abi Thalib ra berdiri di persidangan kasus baju besinya yang diaku-aku oleh seorang Yahudi, dia berdiri sebagai penuntut, seorang diri, tanpa pengacara, dengan 2 orang saksi yang salah satunya adalah anaknya sendiri………………

Hakim yang menjunjung tinggi nilai keadilan (jaman sekarang jarang ya kayaknya………) akhirnya memutuskan bahwa tuntutan sang Khalifah kalah dan memberikan hak kepemilikan baju besi tsb pada si Yahudi, Ali Bin Abi Thalib ra pun menerima dengan lapang dada dan meminta maaf atas kekeliruannya ” mengidentifikasi” benda tsb sebagai miliknya.

Apa yang terjadi setelahnya…….Yahudi tsb terpesona akan akhlak mulia sang Khalifah, dia mengembalikan baju besi yang awalnya diakui sebagai miliknya, dan memeluk Islam setelahnya. Sang Khalifah kemudian menghadiahkan baju besi tersebut dan beberapa dirham emas untu orang yang notabene pernah “tidak sengaja mencuri” miliknya…….

**********

Seorang warga negara Jepang terpukau dengan akhlak tetangganya yang seorang muslim, hingga akhirnya mendapat hidayah untuk memeluk Islam. Ceritanya suatu ketika warga Jepang ini sedang berlibur dengan seluruh keluarganya selama satu minggu, ketika ia pulang sang tetangga yang warga Negara Indonesia datang dan memberikan tumpukan Koran padanya, dengan heran ia bertanya untuk apa sang tetangga repot-repot mengumpulkan koran koran itu selama ia pergi.

Dengan tersenyum sang tetangga menjawab “ saya takut kalau ada yang melihat tumpukan koran ini di halaman anda, akan ada yang berniat jahat pada rumah anda karena tahu bahwa  seluruh orang sedang pergi”

Mendengar itu, kontan sang tetangga mengucapkan terima kasih dan gak tanggung-tanggung, menyatakan penghormatan dengan bersujud pada tetangganya yang tinggi akhlaknya, tak berapa lama Allah meniupkan hidayah dalam hatinya untuk memeluk Islam

(From bukunya akh Salim…..kereeeeeen banget deh :D)

Apa reaksimu membaca kisah ini kawan ??, kalau saya hanya Subhanallah dan bergetar hati ini mendengarnya…..

Sesungguhnya akhlak manusia muslim sangat mempesona, Ustadz Anis Matta dalam bukunya “ Delapan Mata Air Kecermelangan” (sstt…bagus lo bukunya …. :D) mengatakan bahwa Islam datang dengan dua pesona yaitu pesona kebenaran yang abadi dan pesona manusia muslim yang temporal.

Dan pada setiap momentum sejarah dimana kedua pesona itu bertemu, Islam selalu berada di puncak kekuatan dan kejayaannya. Pesona tersebut mampu menembus hati dan membawa cahaya keislaman walau tanpa kata………tanpa ajakan……..

Subhanallah…….

Sesungguhnya menjadi manusia muslim tidak hanya berbekal status agama islam saja yang tercetak di KTP, namun lebih dari itu, manusia muslim yang memiliki kualifikasi tertentu pastilah akan menjadi manusia-manusia yang cemerlang, dan dengan kecermelangan mereka, pastilah akan mempesona masyarakat dan lingkungan dimana ia berada yang dengan sendirinya akan menjadi pesona Islam yang luar biasa menggoda.

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah kepadaKu ” (Q.S Az-Zariyat : 56)

Say IM3………I’am Model Manusia Muslim (ciee…….dahsayat men……..!!!!! ) Berani  neriakin ini !!!, ternyata jawabannya adalah harus sodara-sodara……..yup…kita harus berani berkata I’am Model Manusia Muslim, why ??? ya iyalah……kita kan muslim gitu loh…..

Seperti apakah formula untuk menjadi Model Manusia Muslim :

Intisari dari uraian Ustadz Anis Matta, beliau mengatakan bahwa dalam hidupnya seorang muslim tidak bertanya tentang apa yang ia inginkan mengenai dirinya, namun seorang muslim hendaknya  bertanya “ Allah menginginkan apa dari saya?”, nah kehendak-Kehendak Allah ini simplenya secara keseluruhan ada dalam kandungan Surat Al Ashr.

Dalam surat itu Allah membuat sebuah general statement  bahwa semua manusia pasti akan merugi kecuali jika ia melakukan empat hal : beriman, beramal shaleh, berwasiat kepada kebenaran dan berwasiat kepada kesabaran. Dan sekali lagi menurut Ustadz Anis Matta, rumusan model kepribadian muslim itu dapat didesain menjadi tiga tangga kehidupan yang mencakup keempat kualifikasi yang menggambarkan kehendak Allah diatas, ketiga tangga kehidupan tersebut mencakup :

  1. Afiliasi adalah  menjadikan islam sebagai basis identitas yang membentuk paradigm, mentalitas dan karakternya, mencakup komitmen aqidah, komitmen ibadah dan komitmen akhlak.
  2. Partisipasi adalah saat  seorang muslim yang telah mencapai kesempurnaan pribadi akan melebur dalam masyarakat, menyatu dan bersinergi bersama mereka guna mendistribusikan keshalihannnya.
  3. Kontribusi yaitu ketika seorang muslim yang telah terintegrasi dengan komunitas dan lingkungan berusaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas hidupnya, hal ini dilakukan dengan cara menajamkan perannya, dalam spesialisasi bidang yang dia pilih or kata simplenya adalah profesionalitas

Nah model manusia Muslim yang mempesona itu kemudian dirumuskan lagi menjadi delapan mata air kecermelangan mereka yaitu :

  1. Konsep diri yang jelas dan kuat
  2. Struktur pengetahuan dan pemikiran yang solid
  3. Tekad kuat yang membaja
  4. Asset fundamental (waktu dan kesehatan) yang termanajemen secara baik dan efisien
  5. Karakter dasar yang kuat dan tangguh
  6. Integrasi social
  7. Kontribusi nyata
  8. Konsistensi untuk berada di puncak alias keistiqomahan guys…..

Itulah model manusia muslim yang dengan kesempurnaan karakternya akan melebur dengan kebenaran yang abadi akan menghasilkan pesona Islam yang memancar kuat dan mencerahkan dunia.

Dan kawan

“ Seandainya filsof terbesar dunia diminta untuk meringkas solusi problematika umat dalam dua kata, niscaya ia tidak akan mengatakan lbih dari dua kata ini : keteguhan akhlak “

(Musthafa Shadiq Ar Rafi’i)

Sumber : Delapan Mata Air Kecermelangan by Ustadz Anis Matta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s