“Jumpalitan Mencari Sang Pangeran”

Sebelumnya akan saya kenalkan terlebih dahulu tentang image yang ada dalam catatan kale ini… Ato mungkin kalian penasaran kenapa judul catatan nih adalah JUmpalitan Mencari Sang Pangeran?”

Okelah, yang pertama image nih menggambarkan cover dari sebuah buku yang berjudul ” Love In Headscarf”, sebuah novel karya muslimah berkewarganegaraan Inggris.. Oh iya.. ampir lupa, namanya adalah Shelina Jan Mohamed… Adapun arti Love in Headscarf secara bahasa adalah cinta di dalam hati muslimah (maksudnya mereka yang berjilbab yang mendambakan pendamping yang bener2 mengerti agamanya dan mampu memimpin ke arah yang lebih baik, cinta yang hakiki, cinta kepada ALLAH swt). Sedangkan agar lebih terekspos dan menggelitik untuk dibaca maka jadilah dia berjudul “Jumpalitan Mencari Sang Pangeran”… Jiahh.. jauh banget kan??? (hehehe.. ^_^) tapi tenang aja kawan, meskipun judulnya agak nyentrik insyaAllah muatannya sama kok🙂

Buku ini merupakan kisah perjalanan si mbak Shelina menemukan sang pujaan hati.. Dimana dalam perjalanannya dia menemukan banyak sekali fakta dalam kehidupan yang memicu kita untuk ikutan berpikir, sudahkah ini sesuai dengan kaidah islam yang benar… Terkadang kitapun sulit membedakan apakah ini hanya tradisi atau memang sesuai dengan kaidah islam?? Untuk itu kita kudu jeli… Buku lalu kemudian sarana technologi ini memungkinkan kita menjelajah dan mencari sumber informasi yang tidak terbatas.. Tergantung setiap individu dalam pemanfaatannya..  Subhanallah…

Sebenarnya apa yang dirasakan dari setiap muslimah di Indonesia pada khususnya dan di masyarakat dunia pada umumnya adalah sama.. Apa yang dihadapi juga sama.. Bahkan sebagian pemikiran juga sama🙂 (dasar Fiqh, ilmu ketauhidan, ketakutan, kebanggaan, latar belakang sejarah)  cuman memang mereka lebih Open minded terhadap segala bentuk ilmu yang baru, tidak stagnan pada satu komunitas saja, mampu sharing dengan ilmu komunikasi yang ringan, fresh, aktual, tajam tapi tentunya tidak setajam silet yang memungkinkan menyakiti lawan bicaranya, lalu kemudian mereka akan menyaring apa yang menurut mereka perlu dan apa yang menurut mereka tidak perlu…

Nah kembali lagi, didalam buku ini dia menuliskan bagaimana kisah perjalanannya menemukan soulmate-nya untuk menemani perjuangan sehidup semati.. Kisah perjodohan yang sudah diatur menurut tradisi, ataupun mungkin perkenalan melalui situs jejaring yang diadakan khusus untuk mereka yang menginginkan hubungan serius (istilah lain, yach… situs perjodohan), bahkan mungkin perkenalan singkat yang menimbulkan ketertarikan untuk kemudian mereka dapat terhubung kembali dengan perantara tetua (org yg dituakan).. Beda sekali dengan iklim percintaan di Indonesia kan?? ketika ketertarikan itu muncul, maka yang ada hanyalah hubungan fiktif yang masih buram.. Masih ga menjanjikan untuk masa depan… Adapun mereka yang bertahan sampai menikah, adalah mereka2 yang saya rasa  memiliki kesabaraan yang cukup tinggi… Nah lho, padahal perjodohan di Indonesia masih dianggap sesuatu yang tabu! ga menjanjikan! nDeso.. Kattrok!!.. ternyata apa yang kita sebut katrok itu, sekarang membuadaya di belahan bumi yang lain…

Pengalaman yang dirasapun tidak jauh berbeda dengan iklim perjodohan di Indonesia.. entah karena ga ada chemistry, sikap yang ga sesuai, daftar standar pendamping yang diinginkan, apa yang disukai dan tidak disukai.. Lika-liku apa yang telah dialami dan rasakan… Rasa senang, sedih, kebanggaan, doktrin dari masyarakat dan kerabat yang menyesakkan, Kekuatan dan sumber energi dari keluarga, sahabat, dan bahkan mereka yang asing, Pasang-surut Semangat, Aroma keputus-asaan, Air mata, Sejuknya ilmu, islam dan Ihsan… Penasaran?? baca ajah bukunya….

Endingnya…. Biar ga terlalu penasaran!! Subahanallah.. Dia menemukan pendamping yang Alhamdulillah sesuai dengan apa yang diharapkannya tentu saja tidak keluar dari kaidah islam yang utama, berilmu dan mengamalkan ilmunya, religius tetapi mapan dan siap berumah tangga menuju cinta yang hakiki….

ntar kita kasih update yang terbaru okay… don’t miss it!! (hehe.. sok terkenal mode on🙂 )

3 thoughts on ““Jumpalitan Mencari Sang Pangeran”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s