Traveling ke Mahda

Hari itu panas, angkutan ini belum lagi berjalan jauh waktu ada penumpang tambahan naik, tidak banyak yang dibawa ibu ini, hanya satu dus dan satu bungkusan plastik. Dengan was-was kenek angkot bertanya pada penumpang yang lebih dulu naik “ ada yang merokok ??? “ ( hem…tumben…ada apaan ?? ) ternyata yang ada di bungkusan itu adalah tabung gas warna hijau 3 kg subsidi pemerintah untuk program konversi minyak tanah. Sekali lagi si kenek memandang tabung hijau yang dia letakkan di sudut angkot dengan wajah agak-agak cemas n bertanya pada empunya tabung “ tu tabung masih belum kebuka kan ya ??? “ si ibu geleng-geleng kepala dan si abang menghembuskan nafas lega, tapi matanya masih melirik-lirik si tabung gas dengan sorotan mata khawatir. Kayaknya taruma ledakan gas ini sangat dramatis menimpa warga kota kecil ini, bayangkan saja, dari surat kabar kemarin diberitakan bahwa ketika pertama kali menerima tabung gas, warga beramai-ramai mengetes tabung gasnya dengan memasukkan dalam bak air untuk memeriksa bocor atau tidaknya, atau aksi salah satu warga yang menggantungkan tabung gas hijau lumut itu ke salah satu cabang pohon mangga depan rumah, atau gak usah jauh-jauh, kompor plus tabung gas subsidi yang didapat bulan kemarin masih teronggok setia di gudang rumah n sampai sekarang belum ada niat buat mempekerjakannya di dapur hehehehe(yang empunya tulisan ternya juga trauma mode on…………) Trauma memang sulit untuk diobati, maraknya kasus ledakan gas elpiji subsidi membuat warga tak bergeming meskipun pemerintah sudah berkoar-koar dalam iklan di tivi bahwa tabung gas sejauh ini yang langsung didapat dari pertamina aman dan disertai pula cara penggunaannya agar terhindar dari ledakan yang berbahaya. Tapi apa lajur, masyarakat sudah banyak menelan informasi banyaknya kasus ledakan yang memekan korban jiwa dari berita –berita televisi dan koran, maka jangan salahkan kalau keberhasilan program konversi ini berjalan sangat lambat. Banyaknya info ledakan yang membuat trauma dan sebaliknya, minimnya info tentang manfaat dan cara penggunaan tabung gas yang aman belum sepenuhnya membuat negara kita bisa bertoleransi dengan makin minimnya sumber energi bumi. Masih banyak pula warga yang belum tersentuh dengan program konversi ini masih memanfaatkan minyak tanah karena lebih aman walaupun harganya makin lama makin cepat menanjak, atau masih ada juga yang memanfaatkan kayu bakar untk menghidupkan kepulan asap dalam dapur mereka. Maka masalah konversi gas ini tidaklah harus menjadi bahan debat kusir di kursi DPR tanpa ada penyelesaian, kalaupun memang berniat untuk melindungi sumber energi kita dengan memanfaatkan gas sebagai energi pengganti minyak tanah maka ada baiknya segala pihak yang terlibat dalam proyek ini haruslah bersungguh-sungguh dalam menunaikan amanah demi kebaikan bersama (tapi janganlah menyebut ini proyek, karena dilihat dari sisi manapun sebutan proyek mengandung makna politis _proyek ini ujung-ujungnya mesti duit_ ) Wahai siapapun pemegang tampuk pemerintahan dan mengemban amanah rakyat, kami para warga yang berlindung di bawah naungan daulat dan kalimat undang-undangmu hanya mengharap agar kebaikanlah yang dapat kau persembahkan untuk kami _kebaikan disini pastinya kebaikan untuk rakyat hehehe_

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s