Menjadi Sabar Dalam Tiap Kesulitan

Apakah kesulitan hanya dapat disandingkan dengan keluh kesah ???

Layakkah kebahagiaan membersamai kesulitan kawan ????

Dalam sebuah episode ensiklopedi, muncul nama Pak Madrusin. Dia bukan bintang Hollywood, atau orang yang tiba-tiba terkenal karena dapat satu milyar undian bungkus sabun. Pak Madrusin adalah pahlawan di pinggir jaman. Dia tidak terdeteksi. Tapi nyata adanya dalam kehidupan kita.

Di daerah kawah ijen, adalah sumber mata pencaharian para penambang bongkah belerang. Ada sekitar 350-an pekerja yang naik turun membawa puluhan kilo bongkah belerang di pundaknya dengan berjalan kaki menempuh jalan menurun yang terjal berkilometer jauhnya. Dan pak Madrusin hanya salah satu diantaranya.

Hidup dengan menambang belerang adalah pekerjaan yang membutuhkan energi dan tenaga yang luar biasa besarnya. Belum lagi perjuangan untuk menahan nafas agar asap belerang tidak masuk dan meracuni paru-paru kita. Mereka rata-rata tidak mempunyai masker, untung pak madrusin punya masker, itupun masker pemberian turis yang sebenernya sudah rusak. Tapi tak bisa mengganti dengan yang baru karena mahal harganya.

Setiap hari pak Madrusin berjuang dalam lingkaran asap belerang, mengambil bongkan belerang yang berpuluh kilo beratnya, meletakkannya dalam pikulan (beratnya bisa mencapai 1 ton) untuk kemudian memanggulnya turun menuju tempat penimbangan. Sehari pak Madrusin bisa bolak-balik maksimal 2 kali PP, dan hasilnya kawan ??? tahukan engkau ?? dengan kerja penuh resiko dan beratnya  minta ampun seperti itu dia hanya beroleh sekitar 70ribu saja, belum dikurangi uang makan dan rokok, jadi bersihnya hanya kurang lebih 40rb untuk menghidupi istri dan 3 orang anaknya.

Rabbi……………….pak Madrusin tidak hanya berjuang dengan beban berat yang dipikulnya (hal ini membuatnya sakit) tapi juga perjuangannya ketika memasukkan asap belerang dalam paru-parunya, belum lagi asap rokok yang juga dihirup untuk menguir udara dingin. Semoga Allah memberikanmu berkah atas rejeki yang kau dapatkan dengan membanting tulang ……………….

Sungguh………….tiap jengkal bumi Allah memberikan rejeki, tiap butir tanah, pasir dan sulfat memberikan kehidupan, dan tiap isapan nafas belerang juga memberikan waktu untuk kematian merangkak masuk melewati tiap alveolus…………………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s