Care To Share (Sebuah Proposal)

  1. Definisi-nya

Care to share bukanlah program besar pertelevisian yang mengumpulkan dana berjuta-juta dari pemirsa, ini hanya bukti dari kepedulian yang tak hanya mandeg pada hasil dari sebuah diskusi. Care to share hanya nama, tapi yang terpenting di dalamnya ini adalah jalan untuk kita dapat menyisihkan rasa peduli hingga ia tak lagi hanya bermukim di hati.

Care to share mungkin hanya istilah yang bahasa indonesianya menjadi “peduli untuk berbagi”, maka itulah sebenarnya definisinya.

Peduli yang melahirkan kesetiakawanan, peduli yang membuahkan kebersamaan , peduli yang mendefinisikan arti kita bisa merasakan apa yang orang lain rasa. Dan kepedulian itu akan selalu dibersamai dengan berbagi, karena dari kesetiakawanan dan kebersamaan, maka soulmate-nya adalah kita akan memberikan apa yang kita mampu untuk bagi agar kebersamaan itu menjadi lebih manis terasa.

  1. Pelaku-nya

Hanya ketika bertemu, dan pertemuan diramaikan dengan kata-kata rindu, maka akan terasa semu.

Kami bukan hanya sekedar menjadi pelaku satu-satunya, tapi kami ingin mengajak semua orang menjadi pelaku juga seperti kami, maka gak ada salahnya semua tahu siapa kami sehingga ada rasa percaya untuk bergabung dengan kami (basa-basi bangeeeeeetz)

  1. Tim Collecting dana à Rully az-zahra as pemrakarsa, manajemen keuangan dan pegawai kantoran hehehehe
  2. Tim Pencari fakta à Mahda az-zahra as pencetus ide dan bertugas sebagai koordinator lapangan, mengidentifikasi sasaran dana yang akan diberikan
  3. Tim Humas dan Publikasi à Annisa az-zahra as person who publiz this programm di milist, blog dan tempat bertanya kalau ada yang kurang jelas, yang jawab ya……..rully dan mahda hohoho
  4. Tim Penggerak à Issi dan Mimah az-zahra, as donatur tetap😀

 

  1.  Latar belakang kenapa terbentuknya

Kini……………

Ketika sebuah buku dan pena telah menjadi komoditi

Sekolah tak hanya tempat dimana kita bisa berenang dalam lautan pengetahuan

Namun telah menjadi ajang komersial dan perdagangan kepentingan

Dia kini menjelma bak jajanan pasar yang spanduk dan balihonya meramaikan pinggir jalan

Ada yang murah

Ada yang mahal

Pilih favorit atau pinggiran

Ada full day, ada yang biasa saja

Negeri, swasta ,  atau berkelas internasional

Ah,….banyaklah macamnya

Yang penting standarnya bung

Standar lebih dari sekedar merek

Standar memberi kepastian garansi

Sekolah standar nasional adalah bagus

Lebih bagus dari yang tanpa standar

Mau lebih bagus lagi ???

Pilih sekolah berstandar internasional

Bagus tidak bagus jajanan pasar

Sama-sama tentang perut dunia

(* Poem from majalah peduli Umat)

Matahari menjadi standar perubahan siklus di bumi ini, yah…memang dunia ini tidak ada yang tidak berubah, semua berubah mengikuti fitrah dan takdir yang ditetapkan. Tak terkecuali. Lembaga pendidikan kita juga terus bergeliat dan melangkah maju, menyesuaikan standart persaingan global yang menuntut lulusan berkualitas bagus dan mumpuni.

Kalau memang persoalan dunia hanya dapat dipecahkan oleh kemampuan intelektualitas tinggi, maka beramai-ramai orang memformulasikan rumus2 baru dunia pendidikan. Dulu kita hanya memenuhi penggilan wajib belajar sembilan tahun, sekarang hal itu tak cukup, sekolah kita ternyata belum mampu memenuhi permintaan pasar dan dunia dalam menghasilkan produk yang kompetitif.

Berbagai macam seminar dan pelatihan kurikulum terus digelar, banyak ide yang mengkritisi betapa kurangnya mutu lulusan kita, dan betapa konvensionalnya cara belajar kita (heran……..sebenernya kita dididik macam mana ????? )

Akhirnya dari melihat kanan-kiri, mensurvey tetangga yang terlihat keren-keren sekolahnya…maka muncullah sekarang sekolah-sekolah yang punya ekor gelar standart internasional atau (SBI), di dalamnya muncul ide-ide baru yang dulu tak pernah terfikirkan master pendidikan kita, buku telah terganti dengan laptop, papan tulis hitam(black board) telah terganti dengan LCD, guru tak lagi menjelaskan pada siswa yang duduk dengan tekun mendengarkan(dan tidur………), dan …………..dsb, dsb…….

SMA qta, dulu adalah sekolah favorit (entah karena punya ekor angka 1 dibelakangnya atau karena sekolah paling tua ya ????) yang pasti lulusan-lulusannya adalah terbaik sekabupaten dan kota probolinggo, namun tahun 2000 dulu kami masih belum bisa ngetik dengan komputer (that’s me……apa memang cuman aku yang udik ??? :p), internetan gak bisa kecuali ke warnet, papannya masih hitam dan buku-bukunya masih jadul. Lhaaaaa sekarang ??? berubah 180 derajat, siswanya paling tidak kudu punya laptop agar belajarnya bisa lancar, gurunya kudu mahir bahasa inggris karena berstandar internasional, gedungnya juga kudu bagus agar bisa kompetitif di pasar.

Yang jadi masalah bukan lagi standart internasionalnya, tapi dengan peningkatan nama tersebut membawa konsekuensi logis yang mau tidak mau memang harus diterima yaitu peningkatan biaya operasional, Dan dimana-mana , negara hanya menanggung biaya gaji guru dan sedikit saja  biaya operasional, lainnya ???? tentu saja dibebankan pada pengguna layanan (kan sekolah gratis hanya buat anak SD hehehehe)

Hal ini benar2 tidak menjadi masalah bagi anak-anak yang mampu dalam hal ekonomi dan biaya, namun menjadi benar2 masalah bagi siswa yang kurang mampu dalam hal ekonomi untuk meneruskan sekolah dengan nyaman sentosa tanpa harus dikejar-kejar perasaaan gak tenang bisakah bulan depan SPP-nya dibayar ya ????

Nah anak-anak yang tiap bulan kudu mikir inilah yang harus menjadi perhatian kita, kita gak hanya memikirkan mereka harus lulus dengan nilai bagus karena sudah terlanjur nyemplung di sekolah Favorit, tapi bagaimana mereka bisa lulus dengan nilai bagus dan lancar dalam menjalani proses belajarnya.

Beban biaya yang tinggi adalah beban mereka, karena mereka-lah yang belajar disana. Namun adalah beban kita juga untuk peduli pada kesulitan orang lain, apalagi kita dan mereka terikat dekat karena satu almamater, oleh karena itu kami berfikir untuk membuat keberkawanan kita yang baik ini juga bisa mereka rasakan.

  1. Planning ide-nya

Planningnya adalah kita membuat dana beasiswa khusus untuk anak-anak kurang mampu yang bersekolah di SMUSA Prolink melalui sebiah rekening yang kita kelola bersama dan insya-Allah pertanggungjawabannya kami buat disini.

Bentuk bantuan yang ingin kami berikan bisa berupa dana SPP tiap bulan, atau bantuan berupa buku untuk mereka yang tidak mampu tergantung keperluan.

Sedangkan untuk memastikan sasaran, kebetulan Mahda adalah guru di SMUSA Prolink yang dapat memantau secara langsung siapa yang akan kita beri bantuan. Dalam waktu dekat ini kalau ini dapat berjalan lancar maka dana ini mungkin bisa dialokasikan juga untuk hal-hal sosial yang urgent lainnya.

  1. Action Plan-nya

Kami telah membuat rekening yang dutujukan untuk mengumpulkan dana dari bantuan temen2 alumni khususnya angkatan lulus 2003 (tdk menutup kemungkinan ada sodara, ayah, ibu . kakak tingkat, adik tingkat, atau lainnya yang ingin bergabung) untuk dapat menginfakkan dananya di nomor rekening 4102651133 an Rully Febrianti or Mahda Suroya di Bank Permata Syariah, atau kalau kesulitan untuk transfer call aja mereka langsung😀

Rencananya kalau bisa donatur ini adalah donatur tetap yang bisa tiap bulan menyisihkan sebagian dananya (nominal terserah yang bersangkutan), tapi kalau belum bisa rutin juga tidak apa-apa, kalau bisa konfirmasi setelah transfer kepada kami ya………….

 

  1. Close Statement-nya

Terima kasih telah membaca sampai dengan bagian ini ya😀

Kami hanya bagian dari orang-orang yang ingin peduli, sekali lagi kepercayaan terhadap kami adalah sangat berarti, itulah yang membuat anda setuju pada ide ini, jadi……….kami ingin mengajak temen2 untuk bergabung tak hanya menjadi donatur, tapi juga menjadi person di balik usaha ini, lowongan pekerjaan masih ada kok😀

Kalau ada pertanyaan seputar blog ini atau orang-orang yang buat blog ini silahkan tulis comment di bawah , tapi yang sangat penting kami sangat menharapkan agar teman2 bergabung menjadi donatur beasiswa ini dengan mencantumkan nama dan kesediaan untuk menjadi donatur dengan mencantumkan nama lengkap di box comment, partisipasi dan pujian teman2 kami harapkan (narsis mode on)

Just care my brother….

Ikhlas Bagi Anda Halal Bagi Mereka😀

Wassalamualaikum Wr. Wb

3 thoughts on “Care To Share (Sebuah Proposal)

  1. sip, apa program ini sudah jalan?? ato baru dimulai?? ide yg bagus….. sasaran harus tepat dan ada report pada donatur, bisa lewat media (buletin bulanan ato di website ini)… jd ada keterbukaan, biar lebih plong lg dan ga ragu jd donatur… trims

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s