Memaknai Hari Ibu

Memaknai arti hari ibu………

Seorang kawan menulis dalam status fb-nya ” istri adalah tokoh peradaban, yang darinya lahir dan terdidik generasi baru masa depan, maka jangan terlalu sibukkan ia dengan kerja-kerja kecil yang jauh dari misi peradaban, bantu ia dan beri ruang yang jelas agar tercapai misi besar itu….” Subhanallah…………… bagus sekaliiiiiiii😀

Istri adalah ibu, yang darinya lahir tokoh masa depan, dia tidak hanya melahirkan tapi juga menjadi madrasah agung bagi putranya, karakter yang terbentuk pada diri seorang anak ditentukan bagaimana pendidikan yang diberikan mulai dari awal. Jadi menjadi seorang ibu harus mempunyai modal yang besar , apaan …..? tentu saja berbagai macam ilmu meliputi agama, pengetahuan global ataupun teknologi, sampai pada pengetahuan dalam mendidik anak, jadi siapa bilang jadi ibu gampang ?????

Menjelang hari ibu………

diperingati setiap tanggal 22 Desember , memberikan pemaknaan sendiri bagi para wanita, kenapa harus ada hari ibu, pertanyaan ini terlontar setiap kali perayaannya menjelang. Di negara kita , sebuah hari/tanggal akan diperingati untuk menjadi moment penegasan makna bagi sesuatu yang dianggap penting, istilahnya memorabilia ; sesuatu yang harus diingat.

Disamping perayaan di berbagai institusi dari mulai TK hingga PT,  media cetak maupun televisi mengangkat tema mengenai hari ibu, tidak terkecuali TVRI (;D), namun sayang tema yang diangkat dan jadi topik pembicaraan adalah mengenai kesetaraan perempuan dengan laki-laki, saya gak bermaksud bahwa tema tersebut salah, tapi …… topiknya akhirnya tidak tepat ketika dibicarakan untuk memperingati hari ibu. Mari kita lihat perayaan hari ibu dari sudut pandang yang berbeda, kalau dilihat dari pekerjaan, menjadi ibu kadangkala menjadi pilihan terakhir bagi banyak kaum wanita pada jaman sekarang. Padahal pekerjaan ibu adalah pekerjaan mulia dan laki-laki pun gak akan bisa melakukannya , loh……???????😀

Back to topik, saya hanya melihat kejanggalan kalau hari bu dikaitkan dengan “kesetaraan antara perempuan dan laki-laki”, topik ini gak salah tapi memang saya pikir kurang pas kalau dibahas pada moment hari ibu. Bukankah lebih nyaman kalau kita kembali menyadarkan bahwa peran seorang ibu yang sangat besar bagi kemajuan para calon2 generasi bangsa. Menyadarkan kepada para wanita bahwa pekerjaan menjadi ibu adalah pekerjaan paling mulia disamping mengejar ambisi dalam hal karir dan pekerjaan. Jangan sampai anak kita menjadi anak pembantu dengan karakter mental  maaf  “pembantu” dan cenderung manja. Di tangan ibunyalah para anak memuai belajar mengenal kasih sayang dan peran serta fungsinya sebagai manusia, bagaimana dia merasakan kasih sayang sehingga dia muncul sebagai anak dengan karakter welas asih,  mengenal pengorbanan sehingga dia muncul sebagai karakter penuh tanggung jawab, mengenal cinta sehingga dia muncul dengan karakter bijaksana.

Ibu mulia hanya dengan telapak kaki perjuangan, karena disanalah Allah memuliakan kedudukannya, “Surga Di Telapak Kaki Ibu” , maka banggalah wahai ibu, yang telah meluangkan seluruh waktunya untuk membesarkan Calon Pemimpin Bangsa……………😀

* untuk mimah yang jadi ibu bagi azka

*untuk issi yang 2 bulan lagi menimang jundi

* untuk rully yang merindukan hadirnya buah hati..semoga disegerakan bila tanggung jawab itu sudah siap untuk dipikul

* untuk mahda dan nisa yang selalu berdoa agar semua ibu bisa menjadi ibu kebanggaan indonesia, wish me too………..

* untuk ibunda az-zahra…………. we love u so much😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s