……. :: Jasus ::……..

Bagi yang udah baca n menjelajah “Negeri 5 Menara” pasti inget dengan istilah jasus ini, buku yang bergenre pendidikan pesantren ini mengupas tentang jasus ini lumayan lengkap . Jasus ini hampir sama dengan jaringan FBI atai BIN-nya Indonesia (masih exist gak ya ??), dengan kata lain jaringan mata-mata yang mempunyai misi penting mencari informasi penting yang sekiranya dapat membahayakan kepentingan bangsa dan negara😀.
Nah, jasus ini adalah sebuah pekerjaan yang diberikan oleh komisi kedisiplinan pesantren kepada santri yang melakukan pelanggaran berat, mereka yang divonis bersalah akan menyandang jabatan jasus selama satu minggu, dalam satu minggu tersebut para jasus ini diwajibkan mencari 10 pelanggaran yang dilakukan oleh santri lain, baik itu pelanggaran ringan, sedang ataupun berat, tapi mereka harus mencatat dengan sembunyi-sembunyi alias rahasia. Nah ketika mereka bisa memenuhi target, otomatis jabatan jasus akan diambil kembali, tapi kalau gak memenuhi target maka otomatis beban kerjanya akan digandakan 2 kali lipat plus ditambah sanksi lain yang lebih berat.
Kalau ditelusur metode ini amat sangat efektif untuk meringankan kerja komisi kedisiplinan karena mereka punya jaringan mata-mata yang luar biasa, dikatakan luar biasa karena tiap santri gak akan pernah menyadari siapa diantara santri lain yang ada di dekat mereka yang menjadi jasus, otomatis…….bagi yang gak waspada dan berbakat suka melakukan pelanggaran, maka mereka gak akan pernah aman dari jerat hukum😀. Kayaknya Gayus pernah baca buku ini deh, buktinya dia menawarkan diri menjadi jasus “staff ahli” kejaksaan dan kepolisian untuk mengupas tuntas kasus korupsi😀
**
Tapi ternyata yang namanya jasus ini gak hanya ada di pesantren “Negeri 5 Menara”, di kehidupan kita sehari-hari , jabatan jasus gak resmi ini ada dimana-mana. Bedanya jasus ini gak pernah ditunjuk oleh komisi kedisiplinan manapun, jasus ini juga bukan orang yang pasti telah melakukan pelanggaran yang ketangkap basah komisi kedisiplinan, dan jasus ini melakukan tugas mereka dengan sukarela dan sepenuh hati serta riang gembira, malah seringnya mereka gak sadar bahwa mereka itu jasus. Penasaran ???
Ayo saya tunjukkan satu contohnya ………….
**
Di suatu siang “ Eh mbak nisa tau gak ?? ……………” (dalam hati berpikir, hemmmm mulai deh kalau udah dimulai dengan kata sakti diatas, maka kelanjutannya pasti deh)
Ternyata bener, dengan semangat teman saya itu mulai bercerita bahwa si A (yang notabene menduduki jabatan penting yang difasilitasi ruangan dan fasilitas kerja yang spesial) gak masuk kerja 3 hari cuman untuk jalan-jalan ke Bali , diilanjutkan dengan bla…bla…bla….laen yang isinya hampir gak penting kalau diberitain ke saya (emangnya saya komisi disiplin apa hehe)
“Lho emang tahu darimana ? bukannya A itu pimpinan, masak ijin ke kamu ?? “ tanya saya (gak tahu kenapa saya juga jadi agak bersemangat hehehe (bersemangat mencari info😀 )
“ Ye….semua juga tahu mbak Nisa” (lupa dia kalau saya baru tahu waktu dia kasih tahu xixixi)
“Malah si B aja udah tahu ” (B adalah person dengan jabatan penting yang lebih penting dari A, atau atasan A yang berarti atasan dari atasan kami)
Akhirnya teman saya mengakhiri beritanya dengan kalimat “Wah enak ya mbak Nisa kalau jadi pejabat, mau gak kerja buat jalan-jalan, gak ijin lagi, gak masalah, lha kita ???? coba pake gak masuk sehari aja tanpa ijin, pasti deh besoknyalangsung ada teguran dan ditanyain macem-macem, makanya gak heran banyak yang bilang kalau jadi atasan itu enak banget :(”
Nah lo………bukan gak mungkin kalau di lain waktu sayalah yang jadi sasaran pemberitaan kalau ada sesuatu yang gak bener saya lakukan.
Hhhhh….Begitulah berita , apalagi kalau yang negatif, wuiiii………….hh……pasti deh bakal banyak yang sukarela menyebarkan dari mulut ke mulut😦
Apalagi yang namanya manusia, akan lebih mudah mengoreksi kesalahan orang lain daripada mengoreksi kesalahan sendiri.
Tapiiii…………..ingat kita mungkin bisa menghindari jasus di dunia, tapi jangan harap bisa menghindari segala bentuk pengawasan Allah terhadap kita, waspadalah…waspadalah……:D

Allah Ta’ala berfirman dalam Hadis Qudsi :

” Wahai anak Adam, kenapa engkau tidak memperhatikan Aku ? Tahukah engkau, bahwa engkau berada dalam pengawasan mataKu dalam kesepian engkau, dan di kala nafsu syahwatmu bergejolak. Ingatlah Aku, dan mintalah kepadaKu agar Aku cabut nafsu itu dari hatimu, dan Aku pelihara engkau dari berbuat maksiat kepadaKu dan Aku jadikan engkau benci kepada perbuatan itu. Aku mudahkan engkau menaatiKu, Aku jadikan engkau cinta kepada ketaatan itu serta Aku jadikan dia indah dalam pandangan matamu” ( Al-Futuhatul Makkiyah,jilid II hal.529 )

**

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s