ketika akan menikah………….

rada maksa.com

tanya hati 1 : apa benar kamu sudah siap menikah ???
jawab : siap ukuran standarnya apa ? kalau kesiapan mental insyaAllah sudah siap

tanya hati : memangnya apa yang sudah kamu siapkan buat menikah selain mental ??
jawab : hmm…… siap menikah itu memang tidak hanya siap mental, tapi juga siap ilmu, siap menerima orang lain yang akan menjadi pendamping kita apa adanya, untuk ukuran mental insya Allah aku sudah siapkan, ilmu…walaupun gak banyak tapi terus aku usahakan dengan membaca dan bertanya, memangnya apa lagi ??

tanya hati : sebenernya untuk kesana ada 4 hal yang harus disiapkan yaitu kesiapan pemikiran, kesiapan psikologis, persiapan fisik, persiapan financial. Nah untuk kesiapan pemikiran mencakup Kematangan visi keislaman, Kematangan visi kepribadian, Kematangan visi pekerjaan. hal itu akan membuat kita lebih matang dalam menghadapi yang terjadi di depan. kita tidak hanya menikah untuk memenuhi hasrat memilki pasangan jiwa, lebih dari itu, apa yang akan kita bangun nantinya diharapkan dapat menjadi langkah selanjutnya dalam membentuk sebuah rumah tangga yang diridhoi Allah dan bermanfaat bagi agama, keluarga dan masyarakat.Kematangan visi pekerjaan juga melingkupi apakah pekerjaan kita nantinya mendatangkan rizki dan sumber dana yang barakah bagi keluarga
Jawab : wah…..subhanallah…..selanjutnya pa yang kita siapkan untuk kematangan psikologis, fisik dan finansial ??

tanya hati : untuk kematangan psikologis, harus diketahui bahwa ketika seseorang berumah tangga, tangung jawab (sebagai seorang qowam atau bunda) akan memberikan beban secara psikologis. Orang yang tidak sanggup menerima beban tidak akan kuat menghadapi beban kehidupan rumah tangga.
Kesiapan psikologis disini adalah kematangan tertentu secara psikis untuk menghadapi berbagai tantangan besar dalam hidup. Orang yang tidak matang secara psikologis akan menyebabkan banyak sekali masalah dalam keluarga ketika memasuki perkawinan, bagaimana denganmu ???
jawab : ehm……….oke, terus

tanya hati : kesiapan fisik , Kita harus meyakini bahwa fisik kita sudah siap untuk menikah. Itulah sebabnya nikah terlalu dini juga tidak terlalu bagus (pada umur 12 tahun misalnya). Dalam kitab al Hijab, Maududi menjelaskan tentang hubungan seksual. Ketika alat reproduksi kita belum matang, hal itu bisa mempercepat perapuhan fisik secara umum. Di Barat, orang yang melakukan hubungan seksual terlalu muda, pada umumnya setelah diatas usia tiga puluhan akan mengalami hambatan-hambatan fisik. sedangkan kesiapan finansial berarti Aspek ekonomi . Walaupun tidak berarti ketika seorang ikhwan ingin menikah maka ia harus menjadi ikhwan yang berkepribadian; ikhwan dengan rumah pribadi, mobil pribadi, perusahaan pribadi. Bukan itu. Tapi bagaimana seorang ikhwan siap menafkahi anak dan istrinya secara rasional, artinya dapat mencukupi kebutuhan keluarga.bagaimana ???
jawab : aku menjadi lebih perpikir …….. (jadi rada o’on)

tanya hati : tapi seandainya kamu telah siap dan mentapkan hati, maka niatkan yang baik, insyaAllah niat baik dan semua yang bermula dari yang baik akan berakhir dengan baik pula
jawab : iya insyaAllah, terima kasih

tanya hati : apakah kamu sudah yakin dengan orang yang akan menjadi pendampingmu ??
jawab : aku yakin ketika aku siap menerima seseorang, maka aku akan berusaha pula untuk menerima dia yang akan menjadi pendampingku apa adanya

tanya hati : baiklah, semoga sukses
jawab : terima kasih, doakan semoga ikhtiar ini berakhir baik

tanya hati : aku juga mengharapkan hal yang sama…………….jangan lupa juga terus berdoa, karena Allah-lah sumber segala ketenangan hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s