ketika akan menikah ……..(2)

Ada yang menggelitik ketika seorang bertanya : anti nunggu apa sih ukh, usia sudah cukup menikah, teman2 anti yang seumuran juga banyak pula yang sudah nikah, bahkan punya anak……

Lha……siapa yang gak mau menikah coba ???? harusnya pertanyaannya adalah : apa masalah yang membuat anti belum menikah ukh ? pasti ntar jawabnya juga gak susah
Apa bedanya pertanyaan 1 dan 2 diatas ??

Analisa :
Kalau pertanyaan yang pertama terkesan menyalahkan kita kenapa belum menikah juga, dan ada sedikit tuduhan bahwa kita terlalu memilih-milih pasangan yang akan kita nikahi, sedangkan pertanyaan kedua mengandung sisi pemakluman bahwa mungkin ada masalah lain yang menyebabkan kita belum menikah, walaupun intinya sama-sama mempertanyakan kenapa belum menikah.

Ada lagi ketika seseorang bertanya : apakah seorang yang baik akhlak dan agamanya, harus menikah dengan seseorang yang juga memiliki kebaikan akhlak dan agama ??

Analisa :
Nah……fitrah juga kalau seseorang yang baik menginginkan pasangannya adalah orang baik pula, begitu juga gak menutup kemungkinan bahwa orang yang mungkin “g baik” dalam hatinya juga malah ingin pasangannya adalah orang yang baik, jadi bukan masalah keharusan, tapi keinginan menjaga kebaikan itu tetap pada koridornya dengan memiliki pasangan yang baik pula, bukankah ada pepatah yang mengatakan bahwa dari benih yang baik akan tercipta buah yang baik pula, itu akan menjadikan kebaikan itu terus terpelihara. Tapi jangan biarkan kita akhirnya pasrah, ketika kita merasa belum cukup baik, sedangkan harapan memperoleh pasangan baik itu ada, maka bagaimana agar keinginan tersebut menjadi motivator bagi kita untuk menjadi lebih baik, hingga pantas memiliki pasangan yang baik (nah lo……..ga usah bingung, kalau bingung pegangan aja hehehe)

Maka ketika suatu saat ada lagi yang bertanya : emang apa ukurannya kita sudah pantas menikah ???

Analisa :
Pada bahasan sebelumnya telah diungkit mengenai syarat-syarat sebelum menikah, 4 hal yang harus dipenuhi yaitu kesiapan pemikiran, kesiapan fisik, kesiapan ilmu, dan kesiapan finansial memang harus ada sebelum kita memutuskan kata siap untuk menikah, tapi tidak hanya itu, yang krusial lagi adalah siap calonnya😀, nah kalau calonnya aja belum siap(ada) trus bagaimana ????
Jadiiiii …………gak perlu punya mobil dulu baru menikah, yang ada ya perlu cari calonnnya dulu baru menikah hahaha (glodak !!!)
Inget sebuah kisah dari bukunya pak salim a. fillah :
Terkisah seorang pemuda(dewasa muda) meminta ijin kepada orang tuanga untu menikah, ketika itu dia merasa khawatir bila tidak menikah dia akan terjermus kepada maksiat , maka inilah perbincangannya :
Pemuda : ayah,ibu ijinkan saya menikah
Ortu : haaaaaah………..(agak lebay.com) menikah !!!!!!!………..(lebay juga.com) memangnya istri kamu nanti diberi makan apa ??? nanti saja kalau kamu sudah punya pekerjaan yang layak
Pemuda : baiklah

3 tahun kemudian
Pemuda : ayah ibu saya sudah punya pekerjaan tetap, maka ijinkan saya menikah sekarang
Ortu : pekerjaan memang sudah punya, tapi kan kamu belum mapan, gajinya belum besar, tingkatkan dulu posisimu di tempat kerja, baru kemudian menikah

5 tahun kemudian
Pemuda : ayah ibu saya sudah jadi manajer, maka ijinkan saya menikah sekarang
Ortu : tapi kan kamu belum punya rumah, nanti kamu dan keluargamu akan tinggal dimana ??? belilah rumah dulu baru menikah

5 tahun kemudian
Pemuda (sdh dewasa tua)
Pemuda (dewasa tua) : ayah ibu saya sudah punya rumah, ijinkan saya menikah
Ortu : rumah memamng sudah ada, tapi kan belum punya kendaraan , belilah mobil dulu, baru kemudian menikah

Bertahun2 kemudian :
Pemuda yang dulu : ayah ibu saya sudah punya jabatan direktur, rumah sendiri dan mobil sendiri, ijinkan saya menikah
Ortu : huaaaaaaaaaaaaa……….. (lebay memang ortunya :D), siapa yang mau denganmu sekarang anakku, usiamu kan sudah 50 tahun hikz…………….

Ya Allah………..janganlah kekayaan duniawi menjadi tolak ukur dan faktor penunda pernikahan, apabila 4 parameter diatas sudah ada, maka menikahlah !!!!! (semangat sekaleeeeee……….)

Jadi…..apakah sang penulis sudah menikah ???
Belum😀
Analisa :
Mengutip kata-kata seorang kawan (yg bernasib serupa :D)
Prosesku menuju kesana bukanlah sebuah proses yang mudah dan instan. Semua butuh tahap dan kesabaran. Aku hanya memohon kepada Allah agar setiap langkah dan proses yang kujalani, dilandasi oleh kesabaran yang tinggi dan keistiqomahan dalam jalur yang benar. Semoga anda juga sabar😀
Bukan ngeles sih, tapi insyaAllah akan menikah😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s