Oleh-oleh seminar pak cah….(Menggapai Keluarga Bahagia Menuju Surga)

… :: Ahad, 30 Januari 2011 ::…..

Dalam episode hidupku
ada saat dimana jalan kita akhirnya bersatu pada skenario yang berjudul keluarga
dan bila kuterjemahkan, keluarga adalah…..
Saat aku dan kamu menjadi qta
saat visi kita melebur menjadi “masuk surga bersama-sama”…..

Konsentrasi mendengarkan Pak Cah menyampaikan kiat-kiat khusus agar kehidupan keluarga yang kita bangun menjadi sebuah bangunan kokoh yang tidak hanya berlindung dari sengatan panas dan hujan, namun juga menjadi ruang dimana semuanya bermuara pada cinta yang diridhoiNya ….

Catatan penting ketika kita akhirnya berkeluarga adalah dimulai dari :
1. Merumuskan Visi Bersama

Visi adalah sebuah pernyataan yang menjadi dasar bagi kita untuk melangkah, kemudian dia akan diturunkan menjadi langkah-langkah misi yang harus kita lakukan agar visi tercapai.
Dlam kehidupan berkeluarga, kita harus melebur visi individu menjadi visi bersama, hal ini kemudian menjadi kesepakatan yang akan selalu menjadi acuan saat kita menghadapi masalah
misalnya : salah satu audience menyatakan bahwa visi keluarganya adalah “masuk surga bersama-sama” , nah..ketika suatu saat ada masalah yang menimbulkan konflik maka kembalilah pada visi yang sudah ditentukan, apakah masalah tersebut bisa membuat kita masuk surga bersama-sama ??? kalau jawabannya tidak, maka saatnya menjadikan masalah tersebut tidak cukup besar untuk menjadi halangan kita masuk surga😀, apakah anda bingung memahaminya ??? pengangan kursi dulu, kemudian baca dengan cermat sekali lagi😀

2. Pembagian peran

Dalam hal ini, ada peran yang sudah ditetapkan, namun ada pula peran yang belum ditetapkan dalam Al Qur’an
Peran yang sudah ditetapkan adalah bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi kaum perempuan, artinya dalam rumah tangga, para suamilah yang menjadi pemimpin. Namun utuk peran “domestik” lain, misal memasak, membersihkan rumah, maupun mencuci baju bukanlah peran yang ditetapkan menjadi peran istri, namun dalam budaya dan interaksi sosial, peran “domestik” diatas telah disematkan menjadi peran seorang istri. Nah itu berarti suami bukan tidak boleh memasak atau mencuci, atau istri bukan tidak boleh mencari nafkah, namun seyogyanya pada awal pernikahan bicarakanlah pembagian peran tersebut dengan baik, hingga tak ada konflik dalam menjlanakan peran. Misalnya sang istri merasa keberatan apabila menjalankan peran”domestik” tersebut sendirian, atau suami merasa kecewa karena istri tidak pernah memasak untuk suaminya😀 (eng …ing…eng….)

3. Menyelesaikan Konflik

You cannot not to be in conflict. Konflik itu sesuatu yang tidak bisa dihindari. Yang bisa dilakukan adalah mengelola konflik dengan tepat sehingga tidak menimbulkan efek negatif atau dampak yang merusak. Apabila ada yang tidak disukai dari suami oleh istrinya, dan atau sebaliknya, maka katakanlah ketidaksukaan itu dengan kalimat positif, dan bukan menjadi sesuatu yang menimbulkan keenggganan tak terungkapkan yang ujung-ujungnya menjadi lahar yang menghacurkan. Bagi yang dkritik , terimalah dengan positif juga. Nah ini bocoran dari copas we-nya pak cah http://www.cahyadi-takariawan.web.id
Penyebab Konflik

Ada beberapa hal yang menyebabkan munculnya konflik dalam kehidupan rumah tangga, di antaranya adalah:

1. Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pemikiran, perasaan, kecenderungan, dan peran antara suami dan isteri

Sejak awal, pernikahan adalah mempertemukan dua pribadi, dua jiwa, dua pemikiran, dua perasaan, dua kecenderungan yang tidak sama. Ini sudah menjadi benih konflik, kalau masing-masing tidak mencoba memahami pasangannya.

2. Perbedaan pengalaman hidup dan latar belakang kultur sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda antara suami dan isteri

Saat pernikahan, bertemulah dua pribadi dengan latar belakang keluarga yang berbeda, kebudayaan yang berbeda, pengalaman yang berbeda. Mendefinisikan kata “sederhana” dan “apa adanya” akan berbeda, karena latar belakang yang memang tidak sama.

3. Perbedaan kepentingan antara suami dan isteri

Suami dan isteri bisa memiliki kepentingan yang tidak sama. Misalnya kepentingan pengembangan potensi isteri, pengembangan karir suami, dan lain sebagainya, dihadapkan kepada berbagai keterbatasan yang dimiliki.

4. Perubahan-perubahan dalam keluarga dan masyarakat

Keluarga adalah “organisme hidup”, dimana masing-masing pihak berkembang dan dinamis. Ada banyak perubahan setiap hari, yang karena kesibukan dan keterjebakan kepada rutinitas, perubahan tersebut tidak dimengerti.

Bagaimana Menghadapi Konflik

1. Sebelum terjadi Konflik

a. Milikilah kesepakatan dengan pasangan, bagaimana langkah keluar dari konflik.

Ini prinsip “sedia payung sebelum hujan”. Kesepakatan antara suami dan isteri ini sangat penting dibuat di saat suasana nyaman dan tidak ada konflik. Buat “road map” atau “plan” bagaimana langkah untuk keluar dari konflik. Setiap pasangan akan memiliki karakter yang berbeda dalam pembuatan langkah ini.

b. Kuatkan motivasi, bahwa berumah tangga adalah ibadah kepada Allah.

Motivasi ini yang menggerakkan bahtera kehidupan rumah tangga anda. Jika anda selalu menguatkan motivasi ibadah dalam rumah tangga, akan membawa suasana yang nyaman dalam kehidupan. Motivasi ibadah ini sesungguhnya telah meredam banyak sekali potensi konflik.

c. Kuatkan visi keluarga, untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan menggapai surgaNya di akhirat.

Visi akan menjadi panduan arah kehidupan rumah tangga anda. Visi adalah pernyataan luhur yang akan anda capai dalam kehidupan keluarga. Visi menggambarkan “siapa jatidiri keluarga anda”.

d. Milikilah ketrampilan komunikasi.

Biasakan mengobrol dengan pasangan, jangan ada sumbatan dalam berkomunikasi. Tidak perlu membuat kesepakatan waktu-waktu khusus, karena komunikasi bisa dilakukan kapan saja, dimana saja, dengan sarana apa saja.

2. Saat Konflik

a. Redam emosi dan kemarahan dalam-dalam.

Bicaralah dalam suasana yang enak dan nyaman. Jangan berbicara dalam suasana emosional. Jangan sekali-kali mengambil keputusan dalam suasana emosional. Jangan turuti ego anda. Tenanglah, sabarlah. “Badai pasti berlalu”.

b. Kembalikan kepada motivasi dan visi berumah tangga yang anda miliki.

Inilah guna motivasi dan visi keluarga. Saat menghadapi konflik ingatlah motivasi anda berumah tangga adalah ibadah kepada Allah. Ingatlah bahwa visi keluarga anda adalah untuk mendapatkan surga dunia dan surga akhirat.

c. Laksanakan kesepakatan anda “langkah keluar dari konflik.”

Anda telah memiliki kesepakatan langkah keluar dari konflik. Seperti anda membawa payung, tinggal anda gunakan saat hujan tiba. Anda tidak dibuat bingung akan melangkah kemana, karfena flowchart telah anda miliki.

d. Jangan berpikir hitam putih, “siapa salah siapa benar”.

Dalam menghadapi konflik suami dan isteri, jangan terpaku pada pemikiran pembuktian siapa yang salah dan siapa yang benar. Berpikirlah “win win solution”, mencoba mencari solusi dengan semua pihak dimenangkan.

e. Selesaikan oleh anda berdua

Hadapilah konflik oleh anda berdua. Jangan melebar kemana-mana. Pihak ketiga (keluarga besar, konsultan, lembaga konsultasi, organisasi/instansi, dll) hanya dilibatkan saat seluruh cara tidak membawa hasil perbaikan. Anda berdua harus di pihak yang sama, “Ini masalah kita”.

f. Jangan pernah menampakkan konflik di depan anak-anak.

Bahaya, dan negatif bagi anak-anak anda jika tampak anda konflik di hadapan mereka. Bersikaplah baik di hadapan anak-anak. Jangan ajari konflik, jangan buat mereka trauma dan frustrasi menghadapi ayah ibunya.

3. Setelah Konflik

a. Lupakan konflik anda, dan jangan ungkit lagi

Sudahlah, semua sudah berlalu. Sudah terlanjur terjadi. Tak akan bisa ditarik kembali. Maka sikap yang tepat adalah, segera lupakan konflik itu. Fokus pada kehidupan keluarga, masa depan anak-anak, merenda hari esok yang lebih baik. Harapan itu selalu ada.

b. Minta maaf kepada pasangan anda, dan maafkanlah pasangan anda

Jangan berat meminta maaf. Jangan bertanya “Apa salah saya sehingga harus minta maaf?” Ketahuilah, dalam sebuah konflik, semua pihak memiliki andil kesalahan. Maka segeralah minta maaf, dan maafkan pasangan anda.

c. Fokus melihat sisi kebaikan pasangan

Jangan terfokus melihat sisi kekurangan dan kelemahan pasangan. Dunia anda akan sempit jika hanya terpaku kepada hal-hal yang negatif dari pasangan. Luaskan bentangan jiwa anda, dengan memfokuskan diri melihat sisi-sisi kelebihan dan kebaikan pasangan.

d. Berpikir positif

Miliki kebiasaan berpikir positif. Setiap kejadian dalam hidup pasti ada hikmahnya untuk pendewasaan diri dan keluarga kita. Setiap masalah pasti ada jalan keluar yang akan semakin membawa kematangan dalam menjalani kehidupan selanjutnya. Tak ada yang sia-sia dalam hidup kita.

e. Jangan anda ceritakan konflik anda kepada orang lain

Cukuplah anda simpan dan anda catat berkas konflik di atas pasir. Jangan dipahat di lempeng besi. Tak perlu orang lain tahu konlik yang anda hadapi

4. Komunikasi

Banyak permasalahan kerumahtanggaan muncul akibat tidak adanya komunikasi yang aktif dan intensif antara suami dengan isteri. Banyak hal yang didiamkan tidak dibicarakan, sehingga menggumpal menjadi permasalahan yang semakin membesar dan sulit diselesaikan. Padahal Allah Ta’ala telah memerintahkan kepada para suami agar berkomunikasi dan berinteraksi secara bijak kepada isterinya:

“Dan bergaullah dengan mereka secara makruf. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (An Nisa’: 19).

Muhammad Abduh menjelaskan, “Artinya wajib bagi kalian wahai orang-orang mukmin untuk mempergauli isteri-isteri kalian dengan bijak, yaitu menemani dan mempergauli mereka dengan cara yang makruf yang mereka kenal dan disukai hati mereka, serta tidak dianggap mungkar oleh syara’, tradisi dan kesopanan”.

Dalam hal ini, kata Pak Cah, ada keunikan dalam cara komunikasi laki-laki dan perempuan (lebih lengkapnya baca bukunya Mars Vs Venus ya😀 yang pasti kalau perempuan punya siklus BT alias PMS, maka laki-laki juga punya siklus yang hampir mirip yaitu siklus diam….

5. Hmmmmm………….sebenernya ada lagi, tapiiiii………..lupa😀
This is the last point that i forget :(….maaph…maaph…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s