Pengorbanan _bidadari-bidadari Surga_ Tere liye


Sebenernya gak pernah kenal dengan penulis yang namanya tere-liye, padahal ternyata sudah malang melintang dengan buku-bukunya yang hebat sejak bertahun-tahun lalu🙂
Kenalnya saja gak sengaja, berawal dari hobi salah satu temen facebook yang hobi banget nulis penggalan isi novel tere liye _waktu itu yang judulnya rembulan tenggelam di wajahmu_ di update statusnya……sebenernya sdh tertarik dengan judulnya yang nyastra _Rembulan Tenggelam Di Wajahmu_, kemudian ngintip reseensi bukunya, ternyata dari 5 resensi yang ketemu, semuanya pada ngasih jempol dan penilaian bagus. Nah dari pandangan pertama yang sudah menggoda, akhirnya semakin tergoda untuk membeli buku ini dari toko buku online (catatan : ga semua toko buku online ntu jujur kawan, mungkin ada yang jujur, nyatanya 2 kali ku beli buku online, semuanya dikasih buku kualitas wilis kalaw di malang alias buku yg sbenernya g layak jual karena banyak halaman yang raib).
Buku pertama Tereliye yang ku beli adalah Hafalan Shalat Delisa dan Rembulan Tenggelam di Wajahmu, selesai membaca ku langsung jatuh hati padanya (bukunya lo😀 ). Nah ………katanya salah satu temenku yang kutu buku banget (kayak apa ???? ) ada juga yang judulnya bidadari-bidadari surga layak banget untuk dibaca dan direkomendasikan banget untuk dimiliki.
Akhirnya seteleh mengubek-ubek Wilis (apa gunanya coba nyesel dpt buku online yang jelek dengan nyari buku di wilis _artinya gak ngaruh juga hehehe) akhirnya dapat tuh buku dengan harga miriiiiiiiiiiiiiing banget (suerrrr deh bener2 nyesel, emang awak gak bakat beli barang bajakan, hasilnya 10 lembar ilang alias raib alias g kecetak😥 )
Tapi……….dibalik semua keterbatasan, bs juga ngikutin jalan ceritanya, akhirnya selesai baca buku itu dengan berurai airmata (ni juga g lebay, asli nangis kalau udah baca, bagi kamu yg g nangis, patut dipertanyakan apakah kamu baca buku ini sambil ngeliat pilm komedi)
sebenernya kekuatan cerita tere-liye terletak pada kesederhanaannya mengangkat tema yang sederhana (ni kata mencuplik resensi :D), dibawakan dengan alur cerita yang melompat-lompat (Rembulan tenggelam di wajahmu memang cerita flash back, Bidadari2 Surga yg bener2 melompat2) tapi tetep enak diikuti, pesan yang diberikan juga dalem sedalem samudera hindia (g percaya ????? nyelem aja disana ), pokoknya T… O… P… B… G … T. dan puassss……
ngomongin salah satu bukunya yang judulnya ada di atas, kita akan diberi tahu ttg makna pengorbanan seorang kakak _Laisa_ yang memiliki keterbatasan fisik, untuk menepati janji kepada Babaknya yg sudah meninggal bahwa ia akan selalu melindungi adik-adiknya. Dan janji itu tertuanaikan dengan lunas, keempat adiknya menjadi orang-orang yang sukses walaupun Laisa sendiri tak pernah mencukupkan sekolah, adik pertama Dalimunte menjadi seorang Profesor ahli Fisika dengan penemuan terhebat, memadukan kekuatan science dan kebenaran Al Qur’an yang tak terbantahkan, menciptakan teori badai elektromagnetik sebagai awal kehancuran dunia. Adik kedua dan ketiganya , Ikanuri dan Wibisana yang badung. dijuluki 2 sigung kecil, tak kembar tapi layaknya dua anak kembar, menjadi pengusaha otomotif yang sukses, dan adik perempuan satu-satunya, Yashinta, suskes menjadi ahli biologi yang menamatkan S2 di luar negeri.
Gambaran kesuksesan yang luar bisa, karena keluarga mereka sejatinya tinggal di daerah pedesaan dengan akses yang luar biasa sulit dari kota besar, seperti lagu ninja hatori, harus naik turun lembah dulu, dan perjalanan kurang lebih 7 jam dari kota besar untuk sampai di Desa Lahambay (sampai sekarang q g tahu geografisnya dimana, nebaknya sih daerah jawa barat hehehe)

Kenapa bidadari-bidadari Surga ???? Laisa akhirnya meninggal dengan bahagia, di tengah-tengah keluarganya, mamaknya yang renta, adik-adik yang menyayanginya, ponakan yang lucu. Satu hal yang menjadi catatan bahwa Laisa tak menikah hingga akhir hidupnya. Bab-bab akhir buku menceritakan bagaimana adik-adiknya berat hati untuk “melangkahi” kakaknya, bagaimana mereka berusaha sekuat tenaga mencarikan jodoh terbaik, baik akhlak maupun agamanya_yang tak menilai kecantikan hanya dari fisik saja_, namun hingga akhir masanya, dia belum datang, karena memang Allah telah menjanjikan kedudukan mulia bagi Laisa di Surga

diakhiri dengan catatan akhir penulis bagi wanita-wanita yang sampai akhir masanya (akhir 20, 30 atau 40 tahun) yang belum menemukan jodoh karena berbegai hal, agar tak pernah putus asa dan patah arang🙂
chayooooo !!!!!!!!! (apa coba hubungannya hehehe)

tapi …..bener2 nih buku emang keren dan direkomendasikan untuk dimiliki dan dibaca dengan sepenuh hati🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s