Entah Apa Itu Dia……

Salah satu kakak saya adalah seorang wanita yang sangat cantik dan lembut, agamanya juga baik, sangat baik malah, ibadahnya top, puasa Daudnya rajin sangat, pokoknya kakak saya itu kelihatan sempurna di mata saya (paling tidak kakak saya adalah gambaran wanita ideal untuk sekarang).

Yang saya tidak habis pikir adalah , kakak saya di usianya yang menjelang 29 tahun belum juga menikah, padahal…kalau dilihat dari sisi fisik , agama, dan keturunan, kakak saya memenuhi hampir semua kriteria para lelaki yang mencari seorang istri (cantik, putih, tinggi, lembut, pintar dan sholehah), kenapa ????

Pernah suatu kali saya tanya apakah kakak saya tidak rindu untuk menikah ? dia hanya tersenyum, kakak saya bercerita, bahwa dia seperti wanita yang lainnya juga ingin menikah, bukankah menikah itu adalah Sunnah Rosul, menggenapkan separuh dien. Tapi ada banyak hal yang menyebabkan keinginan itu belum terwujud sampai saat ini. Beberapa proses menuju pernikahan juga pernah dia jalani, tapi mungkin Allah masih menyimpan pendampingnya entah dimana, beberapa laki-laki yang menjalankan proses dengannya ada yang mundur teratur, ada dari mereka yang tidak PD untuk mendampingi kakak saya yang secara fisik hampir sempurna, ada yang memang karena alasan keluarga, dan ada yang memang kakak saya tidak cocok dengannya karena ketidaksinkronan visi misi hidup. Akhirnya seiring berlalunya waktu, kakak saya mengatakan bahwa dia akhirnya tidak lagi begitu terbebani dengan target menikahnya, toh…..jodoh ada di tangan Allah, dia hanya berharap, sampai saat itu tiba, dia akan selalu istiqomah di jalan kebenaran. aamiin.

Saya juga penasaran satu hal, apakah kakak saya, sama seperti yang lainnya pernah jatuh cinta ???, sekali lagi dia tersenyum, dia mengatakan jatuh cinta itu fitrah, dia juga pernah merasakan, bahkan sangat dalam, itulah salah satu kesalahan terbesar dalam hidupnya, akhirnya saya tahu, bahwa kakak saya itu dulu mencintai seorang laki-laki yang menjalani proses dengannya pertama kali, dia mengatakan gagal menata hati, sehingga tidak terasa dia jatuh cinta sebelum “boleh benar2 jatuh cinta”, sehingga ketika proses itu gagal, kakak saya patah hati, membuatnya beberapa kali “menolak” laki-laki sholeh yang seharusnya tidak dia tolak. Itulah yang membuat dia meyakini, mungkin ini adalah teguran Allah, betapa tak layak kita manusia mencintai makhluk melebihi kecintaan pada Rabb-nya (semoga Allah meridhoi kakak saya itu)

Hm……kakak saya itu membuat saya seringkali berpikir, bahwa bukan kecantikan fisik yang akhirnya akan membuat seorang wanita mudah mendapatkan pasangan (dulu saya seringkali terfikir seperti itu _menganggap kalau orang cantik pasti mudah mendapatkan jodoh_), bukan juga kematangan dan kepintaran seseorang (ttg ini budhe saya seringkali “mewanti-wanti” saya bahwa semakin berumur dan berpendidikan tinggi seorang wanita, maka akan semakin sulit dia untuk menemukan jodohnya) , tapi ini adalah masalah ketentuan Allah, bila Allah sudah menghendaki, jodoh yang sudah disipkan untuk kakak saya itu hadir, maka tidak akan ada seorangpun yang sanggup untuk mencegahnya. Seperti waktu itu, saya bener-benar tidak menyangka, impian itu sudah terwujud, Kakak saya akhirnya menikah di usianya yang ke-30 tahun, suaminya ???? bukan cinta pertama atau bukan pula salah satu laki-laki tampan dan sholeh yang pernah berproses dengan dia dulu, suaminya memang laki-laki sholeh, baik dan pintar, hanya saja mungkin pernikahan ini dipandang miring oleh banyak orang, hanya karena kakak saya mau dijadikan istri kedua. Tapi kakak saya sangat bersyukur, bahwa pernikahannya adalah pernikahan yang penuh barakah, menjadi istri kedua tidak masalah, istri pertama suaminya yang merelakan suaminya menikah lagi, bahkan dialah yang melamar kakak saya untuk menjadi pendamping bag suaminya. Nyatanya keluarga mereka bahagia, aman dan tentram hingga sekarang……(paling tidak itu yang saya lihat, kakak saya selalu tersenyum, dan mukanya lebih segar …pertanda bahagia bukan ???)

Entah apa itu dia ??? kakak saya dulu juga tidak pernah menyangka, yang dia tahu, hatinya mantap dan penuh dengan keikhlasan ketika menerima lamaran laki-laki ini dulu. Tidak penting menjadi istri yang keberapa, kakak saya menilai, suaminya adalah anugrah Allah dalam hidupnya yang membuat dia sempurna menjadi seorang wanita.

Bagaimana dengan saya ???…. saya menjadi tidak terlalu berpikir sulit, meskipun sampai saat ini , “dia” belum datang, toh Allah sudah menuliskan semuanya untuk saya, saya hanya perlu bersabar, menjaga agar keistiqomahan ini terus menyertai saya hingga akhir :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s