Ini Ttg Sahabat ……….. *** Cerpen****

Tiba-tiba jadi mengkhayal …….

*********

Impian itu menggantung di langit sejak bertahun yang lalu, tepatnya Rindu tidak tahu, mungkin sejak 5 tahun yang lalu saat pertama kali mengenal Bisma, ah entahlah tapi yang pasti dia menggantungkan impian itu dengan penuh senyum. Hingga sekarangpun…ketika melihat langit, Rindu selalu tersenyum melihatnya.

” Oey…..Bisma nikah !!!!, bikin heboh juga tuh anak, diem-diem aja kayak selebritis” sms dari Rinta mengejutkannya malam itu. Malam dimana ia masih dipenuhi rasa bahagia luar biasa, paginya dia mendapatkan kabar lolos beasiswa ke Australia, impian terhebatnya sejak masih kanak-kanak.

Rindu mengucek matanya, berharap kalimat di layar hp-nya berubah, atau dia lagi mimpi ???. Dia memang agak tertidur tadi, tapi……..gak juga, tadi nyata dia denger ringtone hp-nya yang melengking, buktinya terasa sakit waktu dia mencubit lengannya sendiri. Dengan ragu dia mememcet tombol hp “Bener ??? tau darimana emang🙂 ” . Sending Messages.

Gak lama kemudian ” Bener kok, td dikabarin Rio, Q jg sms dia, eh……ngaku jg, maap g undang2, minta doa aja katanya, bikin gemes” balasan Rinta membuat Rindu shock. Gak terasa air matanya mengalir deras, dadanya sesak penuh tanya “Ya Allah…benarkah ini ???? ” . Tapi Rinta g mungkin bohong, dan kabar ini juga tak mungkin salah mengingat betapa sulitnya dia menghubungi Bisma 3 bulan terakhir. Bisma bagai menghilang di telan bumi, bahkan keluarganya juga sama, tak bisa dihubungi. Dan akhirnya Rindu mengerti, isyarat itu ………. adalah cara Bisma mundur dari hidupnya.

Butuh waktu bagi Rindu untuk memahami kenapa Bisma melakukan ini padanya, namun apapun tanya yang Rindu lontarkan pada sepi, dijawab oleh hati kecilnya tak mengerti….yah Rindu benar2 tak mengerti. Bahkan untuk bertanya langsung pada Bisma, Rindu tak mampu, terlalu sakit, terlalu dalam luka yang ditancapkan Bisma di hatinya, seseorang yang sudah Rindu anggap lebih dari sekedar sahabat, bahkan saudara.

********
5 tahun yang lalu

Berlima mereka selalu bersama, bukan hanya karena satu kelas, tapi mereka sangat sering jadi satu kelompok kerja, alasan lain karena mereka punya kegemaran yang sama, menghabiskan waktu di bangku beton sambil melihat danau UI yang tenang, sama-sama mimpi bisa mendayung perahu disana, meskipun gak pernah kejadian.

Ketua mereka adalah Bisma, meskipun hanya diangkat secara de fackto, gak ada dasarnya, dia dituakan karena memang punya lagak lebih berwibawa dari yang lainnya, simpatik, dan rada otoriter di beberapa kesempatan, keras kepalanya juga sering membuat yang lain paham kenapa harus ada Rindu disana. Bukan apa-apa, Rindu juga bukan pacar Bisma, mereka gak akan pacaran satu sama lain, menikah mungkin _itu janji ketika awal mereka sepakat terus berlima_, tapi karena Rindu-lah yang paling dewasa, seringkali menengahi kalau ada perselisihan, yang paling memahami karakter Bisma yang keras kepala karena memang dia anak ke-3 dari 3 bersaudara cowok semua, dan Rindu anak tertua dari 3 bersaudara juga, jadi……..kloplah kalau temen2 mereka bilang, Rindu kakak n Bisma adik.

Rinta, perempuan agak tomboy dengan karakter menyenangkan, suka tertawa dan paling heboh, penyegar suasana kalau lagi BT, Biasanya dia muncul dengan ide gila kalau mereka lagi suntuk, misalnya nyeburin Rio ke danau UI waktu dia ulang tahun, untung Rio bisa berenang🙂, ngajakin mancing di danau belakang FE UI rame-rame, naik ke atap KRL padahal dia cewek. Bebenlah yang jadi penyeimbang bagi kegilaan Rinta, mereka kompak banget dalam mengerjakan sesuatu yang paling gak masuk diakal. Mereka berdua yakin kalau sebenernya mereka adalah saudara kembar identik yang terpisah dari orok, gimana nggak, semua hobi, kegilaan dan sifat jahil mereka bener2 sama kecuali emang jenis kelamin yang berbeda, mereka kompak banget luar dalem. Satunya lagi Rio yang gemar baca buku, nulis puisi, n penuh planning, istilah hidupnya terencana banget, punya visi misi hidup yang jelas dan kokoh dalam memegang prinsip.

Sepakat untuk terus kompak, sepakat untuk terus bersahabat meskipun sama-sama setuju mereka gak usah bikin geng, biarlah persahabatan mereka adalah hubungan tanpa nama, yang penting hati mereka sudah terikat satu sama lain, jargonnya kayak three Musketers :satu untuk semua, dan semua untuk satu.

4 tahun mereka menjalani perkuliahan bareng, Rindu dan Rio-lah yang setia mendampingi n mensupport temen-temennya samapi lulus, meskipun mereka punya peluang besar untuk lulus di tahun ketiga sebenernya. Semua petualangan liburan sudah mereka lalui bersama, dari agenda cuman murni senang-senang, petualangan penuh makna untuk menggalang dana juga pernah mereka lakukan. Waktu itu liburan semester genap yang panjang, Rinta n Beben dengan ide gilanya ngajakin liburan ala back packer keliling Sumatra, gak cuman liburan, tapi di beberapa tempat mereka nginep di perkampungan, membuat proyek layaknya lagi KKN, membuat film dokumenter perjalanan mereka berisi keunikan2 alam dan masyarakat sumatra yang diputer di kampus, sekalian menggalang dana dari para penontonnya untuk mendirikan perpustakaan dan rumah singgah bagi anak-anak jalanan yang mereka temuin di KRL. Semuanya adalah kisah indah, perselisihan yang terjadipun bahkan menjadi klimaks yang indah kalau terjadi, gak ada perpecahan berarti.

Sampai suatu waktu, ketika mereka sadar bahwa hidup mungkin bukan hanya sekedar cerita masa muda yang penuh dengan idealis diri dan senang-senang, lepas dari perkuliahan , terkungkung oleh dunia pekerjaan yang sellau bisa menguras energi, keringat dan pikiran. Intensitas komunikasi berkurang, Bisma dengan pekerjaan yang membuatnya keliling nusantara , Rindu yang tenggelam dengan proyek2 penelitiannya di laboratorium, Rio yang memilih melanujutkan kuliah di Amerika (negara yang sering mereka sebut dengan “negara kekuasaan di masa depan”), Rinta dan Beben yang tekun melanjutkan kongsi bisnis berdua (sebenernya bisnis keluarga mereka yang lebih dulu berkongsi, untungnya mereka sebagai pemegang tampuk kendali generasi berikutnya merupakan dua sosok yang cocok sehingga perusahaan menjadi semakin berjaya).
Hanya sesekali mereka bertemu via chatting, dan pertama kali mereka ketemu setelah 2 tahun tak saling tatap muka di moment nikahnya Rinta dan Beben (mereka gak nikah satu sama lain, hanya saja nikahnya dibarengkan karena mereka nikah dengan dua orang kembar, anak salah satu rekan bisnis perusahaan yang mereka kelola, dengan begitu impian mereka menjadi saudara kembar terkabulkan sudah🙂

Rio tetap bergaya intelek, dia meneruskan bekerja di Amerika setelah lulus kuliah, Rindu masih dengan proyek penelitian dan rencana melanjutkan kuliah di luar negeri, namun Bisma tak datang, sibuk dan gak bisa libur alasannya (membuat Rinta dan Beben berjanji bakalan nyeburin Bisma ke danau UI kalau ketemu anak itu nanti).

waktu itu kesempatan saling menggoda di alam nyata (biasanya cuman saling mengolok-olok di dunia maya, seringnya cuman berempat, karena Bisma sering g connect seperti biasa),
” kapan nih nyusul ???” Rinta cengengesan karena ngerasa menang (dia ninggalin mempelai prianya di panggung sendirian karena kepanasan )
” Ah…..gak usah ditanya, tunggu aja undangannya” Rio mengedipkan mata ke Rindu
” Hei……kalian berdua ??? wah gila ni anak !!” Rinta berseru girang gak percaya
” Apaan sih Yo , gak kok, gokil !! ” Rindu yang ngeh sontak mengelak “lagian dia cuman bercanda, katanya sih mau nikah dengan bule dia hahaha”
” Iya, masih dalam pengejaran nih, doain aja ya , tapi……nunggu Rindu aja deh duluan ”
” Ngapain….biasa aja kaleee”
” Iya tuh Ndu, gimana tuh sang pangeran-mu, belum nongol juga ya , gimana kalu sama sepupunya Rinta, cocok tuh, Profesor …” Beben menyahut dari belakang mereka (kalau dia gak ninggalin mempelainya, cuman pamitan buat ngambil kipas gara-gara kepanasan, trus lupa ikut nimbrung di bawah gak balik-balik)
” Yeee…dibilangin tungguin aja kok, aku aja gak bingung, ngapain kalian bingung coba ….” Rindu akhirnya sewot juga, gimana nggak sewot, gak cuman waktu chatting, bahkan waktu ketemu aja mereka suka nanya, padahal Rindu jg masih bingung, siapa ????
” Eh…udahan ya, gue dicari tuh hahaha, mau foto2 gila ma suami gue, lo juga Ben, maen kabur aja ” Rinta ngacir setelah dipanggil MC dari panggung
“Eh….pernah ketemu Bisma gak ?” Rio bertanya setelah mereka tinggal berdua
” Nggak pernah, jarang banget, sms jga gak pernah, kadang aja waktu ketemuan chatting bareng kalian ”
” Oooh…bener2 ngilang tuh anak ”
” Eh beneran Yo, kapan nih ma anak bule tuh hehehe”
” Nanti deh ku kabarin, kamu sendiri gimana ??? masak g ada yang nyantol ??? temenmu cewek semua ya … ”
Rindu hanya tertawa mendengar gurauan Rio

**********
Waktu itu Rindu tak pernah berpikir tentang waktu, toh…waktu hanya berlalu , selalu begitu …. meninggalkan jejak usia, namun tak pernah bisa mengusik Rindu karena sibuk dengan penelitian lab-nya, dan juga prepare apply-nya ke salah satu Kampus di Australia. Sampai suatu ketika ” Nduk…kamu nunggu apa to sebenernya, usia sudah 25, sudah pantas menikah, bahkan temen-temenmu yang lain sudah pada punya anak lo….” Budhenya bertanya waktu ia mudik lebaran.
“Ah…Budhe ini, nanti kalau sudah ketemu yang cocok …..” Rindu berkilah sambil tersenyum.
“Bukan begitu nduk, tapi bagi perempuan, menikah itu susah-susah gampang, budhe perhatikan kamu gak pernah punya temen dekat, padahal usia sudah 25, lah malah mau kuliah S2, laki-laki kan kadang melihat gak cuman latar belakang dan kecocokan saja, tapi semakin matang usia perempuan, apalagi semakin tinggi tingkat pendidikannya, malah bikin laki-laki mikir……Budhe gak mau nanti kamu malah sulit sendiri” wejangan Budhe membuat Rindu mendesah ” ah…..begitukah ??? ”

Rindu tak pernah serius memikirkannya, hingga suatu pagi, ia melihat Bundanya dengan riang menggendong adik ponakannya yang sedang liburan di rumah, Rindu melihat raut bahagia yang tak pernah Rindu lihat di wajah Bundanya, Rindu mafhum…..sudah saatnya, Bunda menggendong cucunya sendiri, anak dari Rindu, karena itulah yang membuat Bunda bahagia meskipun tak pernah Bunda mengatakan sendiri padanya.

Pertama kali Rindu berkenalan serius dengan laki-laki, memulai penjajakan untuk menikah, dari segi usia, visi dan misi mereka cocok, dan dua keluarga sudah bertemu, namun…….manusia merencanakan, tapi Tuhanlah yang memutuskan, bagaimanapun rencana manusia mengikuti rencana Tuhan, proses ini batal, sang keluarga laki-laki itu tidak menyetujui Rindu menjadi calon menantunya, entahlah…. Rindu tak begitu mengerti saat sang lelaki mengungkapkan alasan tersebut, Rindu juga tak ingin bertanya lebih jauh, namun…….dia merasakan sesak di dada saat 5 bulan kemudian dia mendengar kabar laki-laki tersebut menikah, dengan salah satu temannya sendiri (Rindu paham, bagaimanapun kedekatan kita dengan seseorang memberikan kemudahan, namun dia tak mengerti kenapa keluarga menjadi alasan, bukankah lebih nyaman kalau dia mentakan bahwa ternyata dia sudah jatuh cinta dengan orang lain sebelum bertemu Rindu….ah lelaki…)
Rindu masih berusaha, di matanya bahagia Bunda adalah segalanya, masihkah harus mencoba ????
Dan Rindu bertemu dengan orang kedua, dia baik, Rindu tahu, tutur katanya sopan dan pribadinya menyenangkan, namun Rindu tak berani membawanya ke hadapan Bunda, Rindu trauma……., entahlah…apakah memang ini jalan Tuhan untuk mengatakan pada Rindu bahwa dia bukan orang tepat, dengan orang kedua yang baik inipun Rindu diputuskan, alasannya ??? tidak jelas……..

Rindu kecewa, apa kekurangan dia sebenarnya ?? wajah?? dalam hal fisik Rindu biasa saja memang, tapi cukup menyenangkan untu dilihat (kata Bunda juga begitu), pendidikan ?? (gak ada masalah Rindu kira, halooooo dia kan masih sarjana ??? kalaw kata budhe S2 yang bikin laki-laki “keder”) lalu apalagi ??? Rindu memutuskan berhenti bertanya, dan berhenti mencari.

Sampai suatu ketika………
Sudut Layar komputernya berkedip , YM-nya minta perhatian
” Halooo…… ada orang ????” .Bisma.
Olin_rindu ” Yoi…..tumben idup :p ..”
Bisma ” Hahaha…..biasa ,lagi pusing mikirin setoran”
Olin_Rindu “Setoran apaan ???”
Bisma ” Buat prepare nikah wakakaka”
Olin_Rindu “ooo…kirain gak pernah mikir nikah hahaha”
Bisma ” sotoy…. nggak lah, mikir juga, cuman dipikir sih hahaha
Olin_Rindu ” ada kabar apa ???”
Bisma ” Kangen aja ma Rindu ”
Olin_Rindu ” Weeeek….mulai deh ”
Bisma ” Suruh siapa nama Rindu ???”
Olin_Rindu ” Mang apa hubungannya coba ????”
Bisma ” Eh serius ni neng ”
Olin_Rindu “Apa ???”
Bisma ” kalau sedang tidak menjalin hubungan serius dengan orang lain, aku rencana mau melamar”
Olin_Rindu ” abis minum obat ya ???”
Bisma “Gak lah”
Olin_Rindu “Lah….ngawur gitu ???”
jlep……lampu Bisma mati, loh gimana sih ni anak

Tiba-tiba Hp Rindu berbunyi, pelan Rindu menengok jam, Ya Allah jam 10 malam, terlalu malam bagi orang yang tahu Rindu, no asing pula.
” Assalamualaikum…..” Rindu menebak
” Waalaikumsalam……ni Bisma ” suara diseberang yang sebenernya Rindu masih hapal punya siapa
” Ada apa malam-malam begini? ” Rindu sebenernya salah tingkah juga
” Melanjutkan yang tadi, aku serius ” jawabannya membuat Rindu semakin grogi
” Seserius apa ??? ”
” Sangat serius, gimana ??? ni aja aku belum nyampe rumah tau, masih di kantor, bela-belain telp karena kamu nganggep aku gak serius , lagian qt udah kenal lama, jadi ….. maukah ???”
Rindu terdiam, mimpikah ???? nggak juga, tadi kan belum tidur juga
” Kalau begitu, kita buat ini sederhana, datang aja ke rumah n langsung tanya Bunda ” Akhirnya Rindu menjawab
” Yah…..q lagi di Luar jawa nih, g tau kapan mau pulang, baru bulan depan mungkin , yang penting kamu nerima nggak ? ”
” Oke, kalau kamu gak bercanda aku terima, tapi ya iu, akhirnya ada di tangan bunda, kamu langsung tanya Bunda aja ”
” Alhamdulillah……oke, besok ku telp Bunda, boleh ???’
” Silahkan, maaf sudah malam” Rindu mengakhiri percakapan, meskipun untuk menyamarkan suasana hatinya yang bergejolak sejak tadi, entahlah…Rindu tak tahu ini apa , yang pasi Rindi tak bisa tidur malam itu, dan baru kali ini Rindu tak tidur bukan karena alasan proyek penelitian.

Rindu mengenal Bisma sejak 5 tahun yang lalu, kenal baik, bahkan sangat baik, meskipun tidak pernah tahu keluarga Bisma, mereka hanya berteman saja tidak lebih, namun teman baik. Bisma anak Kalimantan, jauh……dan itu agak membuat Rindu khawatir, Bunda asli orang jawa, dan keluarganya semua orang jawa, dan permintaan Bunda agar tak menikah dengan orang yang jauh secara geografis setelah Ayah meninggal membuat Rindu berpikir, apakah benar ???. Namun percakapan Bisma dengan Bunda via telepon membuat Rindu lega, Bisma pandai membawa diri, membuat Bunda nyaman kalau berbincang dengannya, sudah cukup baik di step pertama.
Berikutnya Rindu dikenalkan dengan Ibu Bisma, juga via telepon, karena jauhnya jarak. Tidak masalah…..interaksi pertama baik-baik saja.

Seiring waktu…..rencana-rencana pertemuan dikemukakan, namun selalu saja ada yang membuat hal ini batal dilakukan, entahlah…..apakah Tuhan punya rencana lain ??? ataukah ini ujian ?? Rindu tak tahu, yang dia tahu adalah keinginan agar ini berhasil, karena Rindu merasa bahwa impiannya akan segera terwujud, bahkan dengan Bisma, seseorang yang tak pernah Rindu bayangkan sebenarnya. Tapi mengenal Bisma selama ini menurut Rindu sudah cukup untuk memberikan jawaban iya ketika pertama kali Bisma mengajukan keinginan untuk melamarnya.
Keluarga Rindu sebenarnya agak kecewa, karena Bisma dan keluarganya tak kunjung datang, namun Rindu cukup mengerti, selalu mengerti karena seperti itu dari dulu _Rindu selalu memahami Bisma_, dan ibu Bisma sampai saat ini masih memberikan pertanda baik yang membuat Rindu masih bertahan dari pertanyaan Bunda ttg waktu datangnya lamaran . Hmmmm……….sebenarnya Rindu juga heran, ada apa Bisma ?????

Dan ini 3 bulan, Bisma tak bisa dihubungi, 6 bulan sejak Bisma pertama kali mengajukan lamaran ini via telepon, dan Rindu sudah kebas, rindu pada pernikahan sudah lama terendap walaupun semakin membara, Rindu sebenarnya marah pada Bisma, dia berjanji tak akan lagi menghubungi Bisma lagi, biarlah Bisma yang memulai duluan, Rindu lelah akan sms yang tek pernah berbalas, telpon yang tak pernah diangkat, dan Rindu lelah akan semua prasangka.
Ada kalanya Rindu ingin bertanya pada sahabtnya yang lain, namun…..mereka berdua sepakat untuk jangan bercerita dulu ke siapa2, biarlah menjadi kabar mmenggembirakan nantinya, dan surprise katanya, kejutan selalu menyenangkan bukan ????

Keluarga Rindu juga lelah bertanya, mungkin sudah siap karena sudah pernah terjadi hal serupa, meskipun juga keluarga tak pernah berharap hal itu terjadi untuk kesekian kalinya.

Di satu waktu, ketika Rindu akan memutuskan memasukkan apply ke Australia, sekali dia menghubungi ibu Bisma hanya untuk sekedar memastikan, masihkan ada harapan, dan…..tak berbalas.

Rindu sudah lelah, meskipun hati kecilnya tak pernah putus asa, masih ada harap untukmu Bisma, seperti impian yang masih bersinar di langit, menggantung disana, dan tak pernah akan jatuh.
Dan Bisma….entahlah, Rindu tak tahu arti cinta, dia juga tak pernah mengalami sebelumnya, namun kedekatan selama ini dengan Bisma memang membuat Rindu merasa lain.

Dan…..ketika untuk pertama kalianya dia dinyatakan diterima, impiannya untuk kuliah di luar negeri tercapai, masih ada satu harap walau secuil, adakah Bisma harus tahu hal ini ??? Tidak, Bisma sudah tahu rencana ini, dan Bisma pun tahu dia memendam ingin ini sejak kuliah dulu, dan bahkan Bisma tahu dia membatalkan rencana ini saat memulai proses dengan Bisma, bukankah dia mengambilnya karena mengalihkan fokus agar tak terus memikirkan Bisma, ah……banyak sekali yang Bisma tak mengerti, dan entah kenapa memikirkan Bisma lagi saat ini. Hingga Rindu lelah, terlelap dengan senyum tersisa dan bayangan akan benua Australia. Hingga sms itu tiba…..sms ttg Bisma, tapi bukan dari Bisma.

Rindu menghabiskan malam ini dengan menangis tanpa suara, tak ingin Bunda tahu apa yang sebenarnya terjadi, Bunda pasti mengerti, bukankah selalu seperti ini, Bunda seperti punya insting, dan lagi Rindu tak sanggup untuk bercerita … tak akan pernah sanggup melihat Bunda ikut terluka. Sekali lagi Rindu tak bisa tidur …. karena Bisma.

Esoknya Rindu tak kuasa berucap, ketika di forum dunia maya (hanya mereka berempat, Rindu lebih banyak diam) Rio, Rinta dan Beben rame2 berceletuk ria ttg pnikahan Bisma, semua menyesalkan kenapa Bisma menikah diam-diam, mereka paham, mencoba paham tepatnya dan mereka bahagia, ikut bahagia atas pernikahan Bisma (ngrencanain bukan hanya nyeburin Bisma ke danau UI, tp juga ke laut, nyiram Bisma pake air got plus rendaman kaos kaki seminggu yang amit-amit baunya, sampai ngebicarain istri Bisma yang cantik kata Rio _Rio dikirimin fotonya pastinya setelah Rio minta sambil mohon-mohon_ )dan Rindu sebisa mungkin hadir dengan menghidupkan sinyalnya, tanpa kata, yang lain gak terllau sadar kehilangan kalimat Rindu karena asyik dengan rencana gila dan rumpian mereka sendiri2, dan sahabat selalu mengerti bukan ???

Rindu tak kuasa bercerita sebenarnya, melihat bahwa persahabatan mereka lebih berharga daripada luka yang dirasaknnya, biarlah hanya Rindu yang tahu, biarlah teman2nya melihat Bisma seperti dulu mereka melihatnya, biarlah…… hanya Rindu yang berjanji dalam hati, bahwa dia akan menghapus Bisma dalam hidupnya, sama seperti Bisma yang sudah menghapus nama Rindu ketika memutuskan untuk menyakitinya.

*********

Dan Rindu tetap melihat langit dengan tersenyum, impiannya masih menggantung disana, menunggu takdir Tuhan untuk menurunkannya dari langit bersama seseorang yang tentunya paling tepat untuk mendampingi Rindu, Hanya Tuhan yang tahu……………………

***************

Jreng…….ni cerita ke—–entah keberapa…lainnya sih ilang karena kompi yg kena virus😦
nb : apakah ini kisah nyata ??? nggak juga, kan judulnya mengkhayal hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s