Tertipu Ciderella ^____^

Gak sengaja, menemukan video animasi di kompi, judulnya cinderella, tau kan ceritanya ?? dulu banget tau cerita cinderella dari salah satu buku perpustakaan SD, kalau di Indonesia hampir sama kayak dongeng Bawang Merah n Bawang Putih, kalau di bahasa indonesiakan nama Cinderella jadi Upik Abu (soalnya wajahnya item cemong karena kebanyakan di dapur hehehe).

Dikisahkan Cinderella adalah anak malang yang tinggal dengan ibu dan 2 adik tirinya, nah sudah menjadi aturan umum dunia perdongengan bahwa yang namanya ibu tiri itu jahat (padahal sebenernya gak boleh begitu, kita harusnya mewacanakan pada anak-anak bahwa gak semua ibu tiri itu kejam kan ?? ), lihat saja dongeng putri salju, atau rapunzel atau bawang merah n bawang putih.

Balik ke cinderella, karena memang dua saudara tirinya iri disebabkan wajah cinderella yang lebih cantik, mereka seringkali membebani ciderella dengan pekerjaan rumah yang seabreg, cinderella dipekerjakan layaknya pembantu, ditambah dengan omelan dari ibu tirinya kalau pekerjaannya dinilai gak beres.

Suatu ketika ada pengumuman dari istana bahwa Pangeran akan mengadakan pesta dansa yang bertujuan untuk mencari pendamping / calon ratu (ini lebih gak masuk akal, mencari istri liat good loking n cara dansanya :D), semua gadis di negara itu diudang tanpa terkecuali (baik yang merasa cantik, lumayan cantik atau yang dinilai gak masuk 2 point sebelumnya ). Ibu n adik tiri Cinderella pun menyiapkan diri untuk hadir ke pesta dansa sang pangeran, tanpa mengajak Cinderella tentunya, bahkan agar Cinderella gak bisa datang, diberikanlah pekerjaan yang menumpuk-numpuk kepadanya (bikin tidur aja gak sempat).

Syukurlah ada ibu peri baik hati yang menolong, diberikanlah (lebih tepatnya disulap) Ciderella gaun yang bagus, sepatu kaca n lengkap dengan kereta agar bisa datang ke acara pesta, tapi dengan syarat gak boleh lebih dari jam 12 malam, karena kesaktian “tipuan tersebut” ada batas waktunya😀. Karena memang Cinderella cantik banget, sang pangeranpun memilih dia untuk berdansa dengannya sepanjang malam, sampai akhirnya teng…teng……jam 12 malam lewat gak terasa, Cinderella pun tersadar n segera melarikan diri sebelum berubah wujud (maksudnya berubah jadi buluk lagi hehehe), sayangnya sebelah sepatunya tertinggal waktu Cinderella melarikan diri.

Nah…berbekal sepatu kaca itulah sang Pangeran mencari putri impiannya, dan……diakhir cerita, bertemulah ia dengan Cinderella yang juga masih menyimpan satu sepatu sebelahnya, dikisahkan mereka kemudian menikah dan diakhiri dengan kalimat Happy Ever After……..:D.

Tapi itu cerita dongeng yang biasa, yang luar biasa itu adalah video animasinya, disana gak berhenti sampai pada pesta pernikahan yang meriah, tapi dilanjutkan denga n kehidupan cinderella pasca menikah, apa yang terjadi ???? ternyata digambarkan kalau abis menikah itu, status cinderella memang berubah, punya pakaian bagus, suami n rumah yang besar, tapiiiii………………………status boleh berubah, lah pekerjaan ?? ternyata tetep aja, Cinderella masih harus nyapu, ngepel dan nyuci piring layaknya abdi dalem wakakakaka

Kalau dipikir-pikir, kita emang gak boleh melihat sesuatu hanya dari luarnya saja, kalaupun ada yang berubah dari status kita, maka orang gak akan melihat berubahnya status itu saja, tapi juga attitude dan perilaku kita, layakkah kita dengan gelar tersebut ????

Contoh simple aja, kalau kita sekolah n memperjuangkan gelar yang berderet-deret di belakang nama kita, tapi ternyata perilaku, pengetahuan dan skill kita sama seperti sebelum dapat gelar tersebut, maka apalah arti gelar tersebut di belakang nama kita, nyatanya gak ada hasil n perbedaan antara yang bergelar atau tidak. Atau misal seorang pejabat yang baru dilantik, dilantiknya ia adalah untuk melayani rakyatnya, lah kalau masih harus dilayani ??? pantaskah ia disebut “pelayan masyarakat “

Memantaskan diri untuk gelar yang kita milki, layaknya Umar Bin Abdul Azis saat diangkat menjadi khalifah (diangkat , bukan berusaha mengangkat dirinya), maka ia memantaskan diri untuk menjadi khalifah, ia yang sebelumnya hanya memikirkan diri sendiri (pernah terlambat shalat berjama’ah hanya untuk mematut diri di depan cermin apakah penampilannya bagus hari ini) berubah 180 derajat, ia menjadi sosok yang mendahulukan kepentingan rakyatnya dibadingkan kepentingannya pribadi (istrinya pernah mengatakan bahwa sang khalifah sampai jarang tidur dan lupa memperhatikan kesehatannya karena sibuk memperhatikan kesejahteraan rakyatnya).

Hmmm……jangan tertipu dengan kisah Cinderella, manis di luar, tapi kita tidak akan tahu apa yang terjadi setelahnya kalau kita tidak mencoba memantaskan diri dalam menerima anugerah dalam hidup😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s