My Little Prince ^__^

Ada satu buku yang sangat membekas di hati saya, pertama kali membaca waktu masih SD kira-kira 16 tahun yang lalu. Saya juga heran kenapa kok setiap kali ingat dengan buku itu, selalu ada sesuatu yang hangat di hati (pengen tahu kayak apa ??? bayangkan atau ingatlah saat anda pertama kali bertemu dengan orang yang anda sayangi, pasti ada rasa hangat yang mengalir di hati kan :D), mungkin bisa dibilang saya jatuh hati pada itu buku hehehe, judulnya Little Prince, tapi sayangnya waktu saya searching buku itu di perpus SD, entah raib kemana, mungkin sudah berada di perut kecoa karena memang dulu perpusnya kurang dirawat😀

Akhirnya kenangan buku itu terbawa hingga dewasa (ciee……), maksud saya sampai saya lulus kuliah dan bekerja, berhubung waktu kuliah dulu saya super duper sibuk (sok sibuk maksudnya :D), saya gak sempat lagi memikirkan buku itu, pernah sih nyari di Gramedia Malang waktu itu, tapi sayangnya stok sedang kosong, akhirnya urusan buku terlupakan oleh urusan yang lebih penting (mancari judul skripsi, mencari pembimbing, mencari kasus di RS, mencari jodoh ….loh…). Akhirnya waktu sudah lulus kuliah dan bekerja (btw lebih sibuk kuliah lo daripada kerja hehehe), saya jadi kepikiran sama itu buku, dan sekarang berhubung waktu agak luang saya sempetin searching di internet, ternyata ada yang jual lewat online, dan…….Alhamdulillah setelah 15 tahun berlalu, saya kembali memegang hak milik buku “Little Prince” (maksudnya buku punya sendiri begitu……)

Ini bukunya ^_^

Anyway…kenapa sih suka sekali sama buku ini ???

Intinya buku ini sebenarnya adalah bacaan yang akan membawa kita dalam dunia kesederhanaan yang seringkali hanya milik anak kecil, soalnya ketika beranjak dewasa seringkali kita selalu berpikir dengan rumit (sederhananya merumitkan semua hal yang sebenarnya gak terlalu rumit :D)

Buku ini ternyata bagus banget kata banyak orang (hahaha…..saya bangga suka pada buku yang emang bagus, berarti selera saya juga bagus, gubrak !!!), ditulis oleh Antoine-Marie-Roger yang sebenarnya seorang pilot yang suka menulis, ditulis waktu dia terdampar di suatu penerbangan.
Cerita ini mengangkat kisah seorang pangeran kecil (tokoh utama) yang menghuni planet kecil dan kemudian ingin melihat planet lain dengan menjelajah antariksa, akhirnya dia terdampar di bumi dan berjumpa dengan si penulis (ceritanya begitu sodara….).
Untuk lebih lengkapnya , baca sendiri ya😀
Ini saya kutip bagian-bagian yang keren dari buku ini

**
Tentang Sederhana ……

My drawing was not a picture of a hat. It was a picture of a boa constrictor digesting an elephant. But since the grown-ups were not able to understand it, I made another drawing: I drew the inside of the boa constrictor, so that the grown-ups could see it clearly. They always need to have things explained. My
Drawing Number Two looked like this:
The grown-ups’ response, this time, was to advise me to lay aside my drawings of boa constrictors, whether from the inside or the outside, and devote myself instead to geography, history, arithmetic and grammar. That is why, at the age of six, I gave up what might have been a magnificent career as a painter. I had been disheartened by the failure of my Drawing Number One and my Drawing Number Two. Grown-ups never understand anything by themselves, and it is tiresome for children to be always and forever explaining
things to them

“Kegagalan” menggambar waktu kecil, sebenernya bukan gagal menggambarnya, tapi kegagalan meyakinkan orang dewasa untuk mengerti gambarnya yang kemudian membuat si penulis memutuskan untuk merubah cita-cita, nah…bagi orang tua atau orang dewasa, jangan mudah untuk menjustifikasi anak-anak bahwa ia tidak mampu, mereka punya daya ingat yang sangat kuat, bila yang anda katakan adalah hal buruk, maka hal ini akan membawa dampak traumatis ketika mereka dewasa kelak.

“orang-orang dewasa tak pernah memahami sesuatu seperti apa adanya, dan sungguh melelahkan bagi anak-anak kalau harus selalu menjelaskan sesuatu pada mereka😀, hmm……sepertinya para orang dewasa harus “belajar berpikir sederhana”, agar sesuatu yang sederhana tak selanjutnya menjadi rumit, hingga menimbulkan banyak silang pendapat yang ujung-ujungnya menimbulkan perpecahan dan pertengkaran.

**
Tentang Baobab di hati kita

Indeed, as I learned, there were on the planet where the little prince lived– as on all planets– good plants and bad plants. In consequence, there were good seeds from good plants, and bad seeds from bad plants. But seeds are invisible. They sleep deep in the heart of the earth’s darkness, until some one among them is seized with the desire to awaken. Then this little seed will stretch itself and begin– timidly at first– to push a charming little sprig inoffensively upward toward the sun. If it is only a sprout of radish or the sprig of a rose-bush, one would let it grow wherever it might wish. But when it is a bad plant, one must destroy it as soon as possible, the very first instant that
one recognizes it.
Now there were some terrible seeds on the planet that was the home of the little prince; and these were the seeds of the baobab. The soil of that planet was infested with them. A baobab is something you will never, never be able to get rid of if you attend to it too late. It spreads over the entire planet. It bores clear through it with its roots. And if the planet is too small, and the
baobabs are too many, they split it in pieces…

Ini gambar waktu saya searching baobab

Tentang pohon Baobab (ternyata ini nyata loooo, pohon yang besar jadi butuh kira-kira diatas sepuluh orang untuk memeluk batangnya😀, katanya di UI ada, oke….ini tujuan saya kuliah di UI nomor dua< nomor satu adalah pake jakunnya :D), nah, sama seperti tempat pangeran kecil, seandainya planet pangeran kecil adalah hati kita, kita juga punya bibit buruk (baobab) dan bibit baik(mawar, lobak dsb), mereka akan tidur didalam tanah(jadi tersamar) hingga tiba waktunya bangun dan menyeruak keluar , kita harusnya meniru yang pangeran kecil lakukan, cepet-cepat membersihkan bibit buruk (baobab) ketika dia muncul agar tidak membesar dan menghancurkan planetnya, baobab dalam hati kita adalah perasaan dengki, dendam, iri dan perasaan buruk lainnya, tersamar dan muncul sedikit demi sedikit, kita harus mengenali bibit buruk ini, jadi ketika dia tumbuh kita harus segera mencabutnya, kalau tidak, nasib kita akan sama dengan planet pangeran kecil,…MELEDAK !!! (tidak main-main kawan)

***
Tentang “keburukan” yang menimpa hidup kita

“Well, I must endure the presence of two or three caterpillars if I wish to become acquainted with the butterflies. It seems that they are very beautiful. And if not the butterflies– and the caterpillars– who will call upon me? You will be far away… as for the large animals– I am not at all afraid of any of
them. I have my claws.”

Hmm…..bunga yang ada di planet pangeran kecil mengajarkan kita bahwa, kita harus bisa menerima satu-dua ulat mengunjungi kita kalau kita ingin melihat kupu-kupu yang cantik, linier dengan kita harus bersusah-susah dulu sebelum bersenang-senang kemudian😀, kurang lebih sama artinya dengan _ kita harus sabar dengan badai, karena setelah itu Allah menyediakan pelangi yang indah untuk kita_ …dst (saya kira anda akan mengerti …sesudah kesulitan pasti ada kemudahan :D)

Dan…..panjang….banyak lagi sebenarnya yang keren dari buku ini, intinya “Menjadi sederhana itu indah, menjadi orang yang bersyukur itu berkah”
Itulah mengapa saya suka buku ini😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s