Efek Bergadang / Tidak Pernah Tidur ^__^

Saya termasuk orang yang jarang menghabiskan waktu malam dengan berjaga, karena malam hari memang waktunya istirahat, dan saya adalah orang yang jarang mau menyia-nyiakan waktu istirahat😀.

Tapi , ada kalanya waktu kuliah dulu saya harus merelakan waktu tidur saya untuk belajar (apalagi kalau materi ujian untuk besok belum “terekam memori” semua :D), meskipun sangat jarang terjadi, kan saya sudah bilang bahwa saya termasuk orang yang paling g betah tidak tidur hehe. Nah, beda kalau terpaksa tidak tidur satu malam, maka saya akan “membayar hutang tidur” saya biasanya dengan alokasi waktu lebih lama di siang harinya😀 (itu terjadi waktu saya menempuh pendidikan profesi perawat di RS, kalau kebagian shift jaga malam yang tidak memberikan kesempatan untuk tidur sampai pagi)

Sebenarnya banyak yang bilang kalau bergadang itu gak baik, bang Haji Rhoma Irama pun melejitkan topik “jangan bergadang” ini lewat lagunya , tapi…benarkah bergadang itu g baik bagi kesehatan ???
Nah…dari membaca sedikit-sedikit, maka saya akan simpulkan informasi itu disini sedikit2 pula😀

Efek Bergadang :
1. Mengganggu Irama Sirkadian Tubuh

Seperti halnya jam yang mengatur alur kehidupan kita 24 jam, sel dalam tubuh kita juga punya yang namanya jam biologis, jam biologis ini salah satunya mengatur waktu pembelahan sel kita, kalau jam biologis ini terganggu, otomatis siklus sel menjadi abnormal, dan menimbulkan efek pembelahan sel tidak sesuai sehingga kemungkinan sel yang harusnya bertmabah ukuran maupun jumlah sewajarnya menjadi tidak wajar, ex : sel tumor.
Nah tubuh kita juga punya jam biologis tersebut, ini mengatur irama tubuh dari pagi hingga malam, mencakup waktu istirahat dan bekerja, istilahnya adalah irama sirkadian tubuh.
Misalnya alur hidup kita terplot seperti ini : bagun pagi jam 4, dilanjutkan dengan beraktifitas pagi di rumah, kemudian ngantor sampai jam 5, baru istirahat di rumah jam 7 malam, dan tidur jam 10 malam. Kalau hal ini terjadi kontinyu maka ini akan menjadi irama sirkadian kita, jadi apabila suatu waktu siklus ini berubah drastis (kalau berubahnya ga drastis maka tubuh masih dapat mengkompensasi dengan baik), misalnya kita yang harusnya tidur jam 10 malam sampai jam 4 pagi, tiba-tiba harus berjaga sampai pagi, maka artinya kita masih punya “hutang” waktu istirahat, kalau tidak terbayar maka tubuh kita akan lemas, letih , lesu dan gejala lain yang disebabkan oleh terganggunya fungsi fisiologis yang normal.

Melawan jam biologis akan berdampak buruk bagi kesehatan. Dr. Restak, seorang ahli saraf mengemukakan “irama terjaga dan tidur yang biasa tampaknya menimbulkan pengaruh stabilisasi pada kesehatan psikologis dan fisik kita.” Jam biologis yang berkurang akan memberikan efek buruk bagi jantung, hati, otak, dan berat badan. dr. Rini menambahkan “ kurang tidur membuat tekanan darah turun, mudah lelah dan pada akhirnya memicu penyakit jantung.”

2. Mengganggu tugas-tugas normal tubuh saat istirahat

Hei…..Hei….kita bukan robot looo😀, artinya organ dalam kita bukan mesin (padahal mesin aja butuh istirahat hehehe), artinya tubuh kita juga punya waktu istirahat (istirahatnya tubuh kita di malam hari bukan berarti dia juga tidur, tapi istirahatnya dia adalah untuk mengerjakan “Pekerjaan Rumah” rutin), jadi kalau didzholimi…maka akan berakibat fatal bagi kelangsungan hidup kita (segawat itu ???? pastinya !!!!) gak percaya ??? coba amati fakta-fakta dibawah ini :

Ada sebuah penelitian mengatakan bahwa manusia yang tidak tidur berhari-hari akan meninggal lebih cepat daripada yang kelaparan. Menakutkan bukan? Pihak kedokteran Universitas California, San Diego mengemukakan bahwa manusia yang mempunyai umur paling panjang membutuhkan tidur 6 hingga 7 jam semalam. Selain itu, pada malam hari merupakan masa paling aktif untuk organ-organ tubuh manusia, dan lagipula kerja organ-organ tersebut hanya aktif pada jam-jam tertentu, antara lain:
* Malam hari pk 21.00 – 23.00 : Adalah pembuangan zat-zat / beracun (de-toxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.
* Malam hari pk 23.00 – dini hari pk 01.00 : Saat proses de-toxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
* Dini hari pk 01.00 – 03.00 : Proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur.
* Dini hari pk 03.00 – 05.00 : De-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.
* Pagi pk 05.00 – 07.00 : De-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar kecil.
* Pagi pk 07.00 – 09.00 : Waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 6:30. Makan pagi sebelum pk 7:30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak makan sama sekali.
NB : dr berbagai sumber http://kotamadiun.com/organ-tubuh-yang-akan-hancur-akibat-begadang/

Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 04.00 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah.

Nah…pekerjaan2 diatas kalau terganggu, maka akan terganggulah semuanya ;D

3. Memicu Diabetes
Sebuah studi di Universitas Chicago menunjukkan bahkan kurang tidur dapat mengganggu fungsi tubuh untuk memproduksi glukosa, yang akan memicu pada timbulnya diabetes tahap awal. Khususnya akan mengganggu

4. Mempengaruhi Otak
Kekurangan tidur dapat mempengaruhi kerja otak. Sebuah studi di UCSD Sekolah Obat-obatan dan Sistem Pengobatan Maju di San Diego, dengan menggunakan teknologi imaging gelombang magnetis untuk memantau kerja otak dalam keadaan kurang tidur, menunjukkan bahwa otak bagian cortex frontal menunjukkan aktifitas yang lebih banyak. Meskipun demikian, kinerja memori menurun sangat drastis pada kondisi ini. Penelitian pada hewan dalam keadaan kurang tidur juga menunjukkan penigkatan dalam produksi hormon stress, yang bisa saja menghambat regenerasi sel pada otak prang dewasa.

5. Mempengaruhi Pertumbuhan
Pertumbuhan tulang paling maksimal adalah pada saat tidur lelap di malam hari. Bila tidak terpenuhi, otomatis mengganggu pertumbuhan tubuh. Ini dikarenakan regenerasi pada sel-sel tulang menjadi terhambat akibat masih terjaga pada jam aktifnya.

6. Pemicu Obesitas
Apa sih akan Anda lakukan bila masih terjaga pada saat tengah malam? Tentu saja akan ada rasa lapar. Dengan demikian, Anda telah melebihi porsi makan Anda perhari dengan manambah porsi makan pada waktu begadang. Secara ilmiah, pada keadaan tubuh yang kurang tidur, terjadi gangguan pada hormon yang mengatur metabolisme glukosa yang nantinya akan mempengaruhi nafsu makan. Selain itu, saluran pencernaan pada saat malam hari tidak bergitu aktif untuk mencerna makanan kita, sehingga akan terjadi penumpukan. Asosiasi antara kurang tidur dan kegemukan muncul paling banyak pada usia remaja.

Nb : Kalau ini dari wiki😀

Oke….
berarti bener kata bang haji

“Bergadang jangan bergadang….kalau tiada artinya, bergadang boleh sajaaaaa……..asal tanggung resikonya😀 ”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s