Jalan-jalan……..jalan…..

Depok nyatanya adalah kota dengan simpangan jalan yang banyak, alias banyak jalurnya. Salah satu efeknya adalah banyaknya alternatif angkot yang bisa dinaiki untuk menuju ke satu tempat. Nah…kadangkala, satu tempat yang bisa kita datangi dengan waktu tempuh 10 menit dengan sepeda motor, akhirnya bisa menjadi 1 jam dengan naik angkot _biasanya gak cukup dengan sekali naik angkot, minimal 2 kali_, belum lagi masalah klasikal jalan di kota besar yaitu macet😦.

Sebenernya selain angkot, sarana transportasi yang lumayan nyaman untuk dipakai kemana-mana adalah KRL, tapi kalau KRL biasanya kalau kita menuju tempat yang memang letaknya dekat dengan stasiun kereta. Kalau tujuan kita ke daerah kota, maka yang paling mendekati sasaran ya angkot🙂.

Angkot yang Gak Ngetem🙂

Disini angkotnya pake kode angka sesuai dengan jalur yang beda, misal 03,04,112 dll.(banyaaaaaak beneeer). Kalau di Malang kan pake abjad sesuai dengan trayek, jadi lebih sederhana. Tapi kelebihan angkot disini adalah dia lumayan cepet untuk sarana transportasi, mengingat budaya “ngetem” disini tidak terlalu familiar hehehe (berapapun njumlah penumpang ya……lanjut terusss). Tapi kekekurangannya adalah armada yang kebanyakan adalah lansia hehehe(angkotnya tua-tua🙂 ).

Satu hal yang membuat angkot disini jarang :ngetem” adalah armada yang banyak, sementara terminal sempit, jadi sekali masuk, mereka akan langsung keluar🙂

Menunggu si Deborah

Ada satu lagi sarana transportasi yang kami naiki kalau ingin ke jakarta, atau Lebak Bulus bila ingin naik Bis untuk Mudik, yaitu Deborah🙂, Awalnya kami gak ngeh apa itu deborah, ternyata Deborah adalah nama PO untuk Bis Mini jurusan Depok-Lebak bulus lewat RS Fatmawati n Citos hehehe

Ni kendaraan penuh sekali kalau jam pulang kerja atau jam kuliah, maklum trayeknya banyak melewati Universitas (Indonesia,Pancasila, IISP….), n Citos dan Fatmawati, jadi siap-siap deh bergelantungan dalam bis yang jalannya kayak metro mini (ngebuuuuuut…..ala roller coaster🙂 )

Dengan ongkos hanya 4000 rupiah (kayaknya gak include asuransi ya teman….), kita akan sampe di tempat tujuan dengan selamat, meskipun dilewati dengan perjuangan berat🙂

ini nih sang Deborah yang pernah kita tunggu hampir 1,5 jam di depan Citos🙂

Bis Kuning keliling UI

UI adalah kampus se Indonesia Rayayang luasnya seluas samudera hehehe, kalau makasain keliling UI jalan kaki…kayaknya……sehari semalem waktunya. Jadi untuk memenuhi kebutuhan keliling UI tapi nggak berakhir dengan kondisi “tak sadarkan diri” maka jalan terbaik adalah dengan menumpang Bis KUning yang memang gratis untuk mahasiswa, alternatif lainnya adalah dengan meminjam sepeda angin yang juga gratis untuk mahasiswa🙂

Bis Kuning atau kerennya Bikun ini melayani para mahasiswa yang migrasi dari satu fakultas ke fakultas lain atau ke luar akses kampus, armadanya separuh lawas separuh baru, lumayan nyaman untuk dinaiki buat jalan-jalan keliling UI, tinggal duduk manis, kurang lebih 1 jam anda sudah dapat mengelilingi UI dengan selamat tanpa nyasar🙂

kondisi dalam bis juga nyaman, kecuali kalau penuh (dan biasanya memang penuh🙂 ), kita harus berdiri berdesakan dengan yang lain🙂

KRL

Ini adalah alternatif transport kalau ke Jakarta, relatif untuk nyaman dan amannya🙂, tapi kalau jam2 sibuk waktu arus masuk kerja dan pulang kerja , biasanya antara jam 6-8 pagi n jam 4-6 sore, akan seperti kondisi transport mudik, penuh sampai atap gerbong🙂

Jalan-jalan … jalan (kaki)

kalau tempatnya dekat sih mending jalan kaki saja🙂, sehat dan kuat hehehe

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s