gado-gado ^^

Shock kulture biasanya terjadi apabila kita menempati daerah baru, zona kenyamanan kita akan bergeser, kebiasaan-kebiasaan lama akan terganti atau mungkin hanya sedikit mengalami perubahan. Intinya kita akan menemukan kondisi yang tak biasa dari apa yang biasa kita hadapi.
Shock kulture mungkin merupakan “kekagetan” pada budaya baru yang beda, bisa saja pada lingkungan, bahasa ataupun sifat masyarakat. Nah…itu juga terjadi pada saya. Saya terbiasa tinggal dekat dengan orang tua, kalaupun di luar kota, ya gak jauh-jauh amatlah…..jadi waktu ada kesempatan melanjutkan kuliah untuk kali kedua di Depok, waduuhh….bayangan-bayangan yang mampir di otak saya langsung mengerikan semua 
Normal saja, tempat saya dibesarkan adalah sebuah kota kecil di ujung timur pulau jawa, lah…sekarang harus pergi adaptasi di kota besar di deket jakarta. Bayangan yang rame, macet, penuh polusi, berisik dan lain sebagainya yang jauuuhhh dari keadaan pedesaan bikin saya pernah kepikir buat gak jadi kuliah hehehe….
Tapi karena dikalahkan oleh motivasi internal (baca ttg euforia jakun……..) jadilah saya membatalkan niat ngebatalin ngambil kuliah lagi 
Nah…di kota baru ini saya gak ketinggalan mengalami yang namanya shock kulture, bukan bahasaanya, yah…..disini kan bahasanya persatuan Indonesia raya , bukan pula shock budaya….sedikit2 saya juga sudah paham hehehe, yang bikin shock itu ya makanannya. Aseli aneh n gak nyambung 
Dari rasa…it’s okelah, bisa ditoleransi, bagaimanapun kan kami kudu tetep makan, jadi….gak begitu masalah. Yang bikin kaget ya namanya…..disini kalau pesen gado-gado dapatnya rujak ( gimana nggak aneh, udah mbayangin makan gado-gado malah dapat rujak deh), kalau pesen pecel eh datengnya lalapan, pesen rujak lontong datangnya mah makanan yang ada bumbunya kayak pecel hahahaha (hyaaaah………..).
Pernah kami berdua (saya dan erlis) datang ke warung yg deket kosan, biasanya sih kami beli lalapan ayam disitu, nah kebetulan pagi itu saya kepengen makan yang namanya pecel dan memang terdaftar di menu, dg pedenya erlis pesen “ mang, pesen lalapan ayam satu , pecel lele satu”, nah giliran si mang penjual yg bengong (pasang muka aneh gitu ), disangkanya si mang kurang denger jadi kami ulangi lagi pesenan tadi “yg satu lalapan ayam mang, satunya lagi pecel lele”…..lalu jawaban si mang “oh….yg pake ayam satu, satunya lele”
Dan kami sih mengiyakan saja meskipun waktu itu giliran kami yg bingung …lah…waktu makanan datang lha kok dua-duanya lalapan, yang satu lele dan satunya ayam, Halah…..kami baru ngeh kalau orang sunda itu nyebut lalapan (yg biasanya orang malang nyebut) pake nama pecel (yg menurut kami ya pecel bumbu kacang hahaha)
Akhirnya setelah 2-3 kali kami salah sebut dan salah sangka, tiap kali mau makan nanya dulu sama si bapak/ibu yang jual, ni makanan kayak apa bentuknya hehehe…………
*sungguh Indonesia sangat kaya…………..sebutan 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s