Bahasa Cinta

Pagi-pagi sekali ……….

Sang Istri “Pak, yang deket talang udah belum ??”

Sang suami ((di atap rumah) “Udah…..”

Si Istri “ itu pak, yang di pojok maksudnya ??? “

Si Suami “udah………”

Si Istri ” Yang sana gimana ??”

Si suami “Udah bu …. Ibu gak percaya gitu …. “

Si Istri “ibu kan cuman mastiin aja pak”

Si Suami “Iya sayangku ….. atau ibu yang naik kesini deh”

Si Istri “bukan begitu pak, ntar biar bapak gak naik turun maksudnya”

Si Suami “Iya ….. makanya ibu percaya sama bapak dong”

Hyaaaah…..saya yang menguping (mendengar dengan tidak sengaja) percakapan si ibu dan bapak kos barusan langsung senyam senyum sendiri, eleh..eleh…padahal kan bapak dan ibu sudah sama-sama berumur, sempat-sempatnya nyebut sayang di atas atap rumah tetangga pula hahaha.

Ceritanya rumah kontrakan saya yang berada di samping rumah Bapak kos bocor di ruang tamu, setelah bikin laporan malam harinya, pagi-pagi sekali bapak kos sudah berada di genteng rumah kami untuk mengecek dan memperbaiki atap yang bocor. Nah ibu kos menjadi mandor di bawah, ngarahin Bapak tempat yang harus di cek n ricek lagi, saya yang berada di dalam rumah otomatis mendengar dengan jelas semua percakapan yang terjadi antara si bapak dan si ibu selama proses perbaikan berlangsung, dan bagian diatas adalah salah satu diantaranya😀

Bahasa cinta …. itu kali ya yang saya denger pagi-pagi di atap rumah (deuuu…….).

 

Menurut salah satu buku yang saya baca, ketika dua orang yang telah menikah bertahan untuk bersama sampai usia senja, berarti mereka berdua telah memutuskan pernikahan mereka di awal dengan bijaksana, karena kebijaksanaan itu berarti kemampuan untuk melihat, pada masa depan, konsekuensi atas apa yang kita putuskan hari ini. Itu berarti ketika mereka dahulu memutuskan untuk menikah, mereka telah benar-benar memahami, bahwa konsekuensi dari pernikahan mereka adalah mereka akan hidup menua bersama, menghadapi semua proses ketika tubuh bertambah renta, wajah bertambah keriput dan ledakan emosi satu sama lain berdua, sampai akhir hayat mereka. Analisa saya yang lain adalah bahwa mereka telah benar-benar paham bahasa cinta pasangan mereka satu sama lain hehehe.

Bahasa cinta ??? apaan itu …. Mari saya paparkan satu persatu (maaph bukan untuk menggurui, tapi berbagai apa yang saya baca barusan😀 )

Bahasa cinta itu adalah dialek cinta yang diungkapkan oleh orang untuk mengekspresikan rasa cinta mereka. Manusia biasanya akan merasakan cinta sama dengan cara mereka  mengekspresikan cinta. Contohnya kita akan merasa dicintai bila orang lain melakukan atau memberikan ekspresi cinta dengan cara yang sama  kalau  kita mengekspresikan rasa cinta kita. Jelasnya secara garis besar manusia memiliki 5 dialek cinta yang berbeda satu sama lain. 5 dialek cinta itu adalah :

  1. Dialek persetujuan yang diucapkan, dialek ini dimiliki oleh orang-orang yang merasa dicintai kalau ia mendapatkan atau mendengar persetujuan yang dicapkan oleh orang lain. Misalnya kita baru percaya bahwa orang lain mencintai kita kalau dia mengatakan secara ungkapan “aku mencintaimu” atau ana uhibbuki fillah atau yang lain yang sama dengan itu😀, atau yang diungkapkan Bapak kepada ibu dengan kalimat panggilan “sayangku” hehehe. Persetujuan ini juga bisa diungkapkan lewat kata-kata “aku bangga padamu” atau “kau kelihatan hebat di mataku “ (ehemmm…ehem….).
  2. Dialek bantuan dan perbuatan, dialek ini membuat orang merasa dicintai kalau orang lain melakukan sebuah perbuatan “bantuan kecil atau bantuan yang mungkin kita anggap remeh” untuk membantunya, misalkan seorang istri akan merasa suaminya mencintai dia kalau sang suami memberikan bantuan-bantuan kecil semacam mencuci baju, memotong rumput, membenarkan atap rumah yang bocor dsb. Seperti yang dilakukan sang Bapak😀 dan dilakukan ibu untuk bapak😀
  3. Dialek sentuhan fisik, dialek ini akan membuat orang merasa dicintai kalau orang yang mencintainya melakukan sentuhan fisik, seperti memegang tangan, menepuk punggung dan lain sebagainya. Orang yang bicara dengan dialek ini cenderungh merasa dicintai  ketika kasih sayang diekspresikan dalam bentuk ini. Misalkan seorang istri merasa suaminya tak lagi mencintainya karena sang suami tak pernah menggandeng tangan istrinya (nah loooo…..)
  4. Dialek  keempat adalah waktu yang berkualitas. Yang dibutuhkan orang dengan dialek ini bukan sentuhan fisik, kata-kata atau perbuatan. Namun yang menjadi ukurannya adalah seberapa banyak waktu yang diberikan oleh orang lain untuk membuktikan bahwa orang lain mencintainya. Misalkan anak akan menjudge ibu atau ayahnya tak lagi mencintainya karena mereka tak pernah punya waktu untuk bersama.
  5. Hadiah ….. ini nih yang paling disuka orang yang dicintai tapi bikin orang yang mencintai susah hehehe, hadiah disini gak harus yang berharga tinggi lo padahal, bisa saja hanya barang kecil, tapi kalau yang memberikan orang yang spesila, barang kecil sederhana bisa jadi bermakna😀

Trus ??? buat apa kita memahami bahasa cinta ? kadangkala sebuah konflik tidak hanya berakar dari “ketidakpahaman” atau “ketidaksamaan”, kadangkala hanya berakar dari sebuah “kesalahpahaman” akan sebuah isyarat.

Bayangkan kalau tiba-tiba ada percakapan seperti ini :

Istri “ aku ingin bercerai !!”

Suami “Loh..kenapa ??” *bingung

Istri “Kau tak lagi mencintaiku “ *mulai menangis

Suami “Apa !!! Siapa yang bilang ??” *mulai naik darah

Istri “Tidak ada yang bilang, aku hanya tahu “ *mulai membanjir air matanya

Suami “ dari mana kau tahu ?? aku masih mencintaimu, sungguh” *memegang tangan istrinya

Istri “ Tidak…buktinya kau tak pernah memegang tanganku kalau jalan-jalan, kau tak pernah mencium keningku kalau berangkat kerja” *menepis tangan suaminya

Suami “Loh……..bukankah aku selalu bilang tiap pagi kalau aku mencintaimu ???” *keliru deh

Istri “Itu tak cukup membuktikan kalau kau mencintaiku “

Suami “Arrghh ……. ”

Nah…tergambar bukan hehehehe

  • Untuk Rully, Mahda, Mimah dan Issi …… bahasa cinta ……… terserah deh hehehe

8 thoughts on “Bahasa Cinta

    1. yah..begitulah, lebih lucu lagi kalau denger sendiri dialog si bapak n ibuk dari bawah genteng😀
      *True story-nya ini

      kalau dialog terakhir sih……dialog fiktif hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s