Realita ….. Real …

Saya sedang menunggu bis kuning di halte depan fakultas, ketika tiba-tiba ada anak kecil membawa dus kosong bekas mie (yang gedhe🙂 ) meminta-minta ( meminta-minta ???? apa ya …bingung istilah tepatnya …), katanya sih untuk membiayai adiknya yang lagi sakit DBD di Rumah Sakit. Beberapa mahasiswi yang sedang menunggu ternyata acuh tak acuh saja. Setelah beberapa lama sampailah dia di depan saya dan teman saya. Setelah mengatakan hal yang sama seperti sebelumnya, agak beberapa lama saya menaksir-naksir apa yang dikatakan benar atau tidak _mungkin karena terlalu lama naksirnya dia tiba-tiba *sepertinya agak nangis, sambil duduk di bawah_, akhirnya karena gak tega, saya menghentikan taksiran saya dan memberikan uang ala kadarnya.

Setelah menerima uang dari saya dan beberapa mahasiswi lain yang tergerak hatinya karena ngeliat dia rada nangis, dia-pun beralih pada satu orang lagi yang duduknya agak jauh dari saya. Lha….ternyata waktu dia minta , alasan minta uangnya adalah “kak, tolong dong, uang saya dicopet tadi waktu tidur, gak ada lagi buat pulang dan makan” Hyaaaaah….tuing …tuing….(ada sedikit reaksi yang muncul jauh dari dalam hati saya untuk menjitak nih anak …*gemes😦

Tidak hanya itu, ketika bertemu beberapa mahasiswi lain yang duduknya di belakang saya, saya mendengar lagi percakapan aneh
“itu darimana emang “ Tanya si mbak
‘dikasih mahasiswa tadi kak” kata si anak
“bener ?? gak nyuri ??” si mbak nanya lagi *saya menahan diri tidak menoleh karena jaim hehehe
“nggak kak, tadi dikasih” kata si anak *saya makin penasaran yang dibicarakan apaan ya ??
Gak berapa lama terdengar lagu yang lumayan kenceng, ternyata tuh lagu berasal dari Hp yang dipegang si anak (lhaaaaaah……..apaan lagi nih *saya tak lagi pengen ngapa-ngapain si anak, nyerah deh🙂
Dengan bernyanyi-nyanyi ngikutin lagu dari Hp, si anak ini kemudian ngeluarin uang dari sakunya (lah…katanya tadi dicopet ??? untung si mbak-nya udah pergi wakakaka), lumayan banyak lagi *ngintip dikit-dikit soalnya jadi tau :p. Satu lembar uang 20-ribuan, beberapa lembar uang 10-ribuan dan beberapa lagi 5-ribuan (saya kasih berapa hayoooo….rahasia hahaha). Eh …dengan pedenya si anak nawarin buat nukerin uangnya ke mbak-mbak lain yang juga lagi nunggu bis (hadeuuuh….)
Iseng saya tanyain nih anak “katanya adeknya sakit, kok gak pulang “
“iya, ni bentar lagi mau ke rumah sakit” wajah melasnya udah ilang tak tersisa
“Rumah Sakit mana ?’
“Cipto” katanya sambil mainin hp.
“Jauh bener ? beneran adeknya sakit “ Tanya saya sok menyelidik
“Bener…” kali ini dia bilang sambil tetep mainin hp-nya.
Eh…..bis kuning saya lewat, daripada saya telat, ya udah…..stop deh penyelidikan saya sampai disitu *penasaran kan gimana sebenernya kisahnya??? saya juga

Hmmm… diatas bis saya masih berpikir *sambil berdiri, ketika anak sekecil itu (taksiran saya sih masih 5-6 tahun umurnya) sudah berani melakukan tindak penipuan (bukan berbohong lagi), bahkan tanpa ada rasa bersalah sama sekali. Sungguh…..semoga apapun yang terjadi padanya memberikan kita pelajaran bahwa banyak yang harus kita perhatikan. Mungkin dia tak sepenuhnya bersalah, mungkin sedikit banyak ada peran kita menciptakan sosok seperti dia. Kita hanya harus lebih peduli ……………..

Note

Orang miskin yang jujur, lebih mulia daripada orang yang kaya karena mencuri.

Karena, kemuliaan adalah awal terbaik bagi perjalanan naik menuju semua kekayaan.

Hukum mengenai kebaikan dan keburukan telah ditetapkan.

Maka janganlah kita menggunakan kehidupan untuk mencoba-coba keburukan, yang pasti merendahkan martabat dan menghinakan derajat.

Hanya kebaikan yang membaikkan.

Mario Teguh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s