Cita-cita

Sempet kaget saat ada seorang siswa bertanya, “Apa sih yang dimaksud cita-cita?” “Kenapa saya merasa memiliki cita-cita yang terbatas?”

Mungkin yang dirasakan oleh salah seorang murid itu (sebut saja namanya Cherry) adalah sebuah kebingungan yang wajar dirasakan oleh setiap siswa di tingkat teratas saat mereka harus membuat pilihan dan membuat keputusan yang terbesar serta sekaligus berdampak kepada masa depan mereka.

Saya, jujur saja ketika mendapat pertanyaan tersebut harus lebih berhati-hati dalam menjawab pertanyaan ini karena saya tahu hal ini tidaklah gampang dan tentunya saya ingin yang terbaik untuk setiap murid saya nantinya.

Akhirnya, saya bertekad suatu saat akan menuliskan sesuatu yang mungkin dapat dijadikan acuan ato pertimbangan untuk murid2 tercinta dalam menentukan arah masa depan yang ingin dijalani.

Kalau mengacu pada Kamus Bahasa Indonesia, cita-cita itu sendiri memiliki arti sebagai berikut:

cita-cita ci.ta-ci.ta
[n] (1) keinginan (kehendak) yg selalu ada di dl pikiran: ia berusaha mencapai ~ nya untuk menjadi petani yg baik; (2) tujuan yg sempurna (yg akan dicapai atau dilaksanakan): untuk mewujudkan ~ nasional kita, kepentingan pribadi harus dikesampingkan

Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/cita-cita#ixzz1eyQHL2y7

Pengertian ini tidak jauh berbeda dengan arti dari kata cita-cita yang disampaikan oleh salah seorang sahabat ketika tiba-tiba saya tanya apa arti cita-cita menurutnya. Dia menjawab, ” Cita-cita adalah keinginan/kemauan yang dapat dipaksakan”.

Ada beberapa hal yang dapat diartikan dalam pernyataan sahabat saya tersebut, yaitu:

  1. Kenapa cita-cita berkaitan dengan kemauan, karena saat kita memulai sesuatu dengan kemauan maka secara tidak sadar setiap dari kita akan berjuang untuk menuntaskan. Tidak akan lupa dengan semangat para pejuang, ‘Berjuang sampai titik darah penghabisan’.
  2. Kenapa dapat dipaksakan? Karena terkadang kita tidak  mengetahui bahkan tidak menyadari kemampuan yang kita miliki sampai kita benar-benar terjun langsung dalam bidang ilmu tsb.

Nah,  maka modal awal kita dalam menentukan tujuan kita adalah dengan menetapkan KEMAUAN kita terlebih dahulu. Nah loh… -_-‘ semakin bingung kan?? terkadang kita menentukan KEMAUAN dalam kondisi terdesak bukanlah hal yang mudah, maka marilah kita mengikuti kebiasaan orang-orang yang telah sukses mendahului kita. What is that? Jawabannya adalah… (saya ini berusaha menulis dengan lebih santai…..) Maka yang harus dilakukan yaitu dengan “Berani Bermimpi sesuatu yang besar”. Tell everyone that you have a big dream, jika perlu berlomba-lombalah memiliki impian yang besar dengan teman terdekatmu..

Kalau menurut Prof. Yohanes Surya P.hD, pembaharu dalam bidang pendidikan.. Jadikan impian besarmu sebagai kondisi kritis, maksudnya yah tadi itu jadikan seperti ajang perlombaan, jadikan kondisi kritis  dimana you are will shame if you can’t reach your dream… NAh.. dengan begitu mau ga mau kalian akan dengan ato tidak TERPAKSA untuk MELANGKAH memulai mewujudkan impian kalian.

Kalau langkah sudah diambil, maka kerjakanlah dengan TEKUN untuk mencapainya… Belajar, belajar, dan belajar… InsyaAllah, akan ada jalan..

Ditegaskan lagi oleh Prof. Yohanes Surya, P.hD melalui tulisannnya, Kondisi kritis ini menyebabkan semesta bereaksi. Kondisi kritis ini akan menjadi semacam Lorentz Attractor (istilah dalam teori Chaos) yang akan menarik segala sesuatu disekeliling kita untuk mendukung kita keluar dari kondisi kritis ini.  Semesta akan mengatur diri membantu agar kondisi kritis ini terlewati.  Apa yang menjadi keinginan kita akan terwujud”.

Tentunya kalian juga ga lupa dengan kalimat penyemangat, ” Man Jadda wa jadaa”. Yang artinya, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. Tentunya kalian juga harus siap dengan segala macam penggoda/penghambat yang akan kalian hadapi dalam mewujudkan cita-cita kalian, oleh karenanya kalian harus membulatkan tekad dan selalu bersabar serta mengingat kalimat penyemangat selanjutnya yaitu: ” Man shobara zhafiraa”. Yang artinya, Siapa yang bersabar akan beruntung.

Itu tadi adalah tips wat kalian semua yang masih bingung dengan cita-cita..

Nah yang terpenting dari kesemuanya adalah Jangan lupa tujuan kita hidup di dunia ini tidak lain adalah untuk mencari keridhaan Allah.

Seperti yang diungkapkan oleh Muhammad Husein, (Penerima gelar doktor honoris causa dalam bidang “Science of The retention of Thhe Holy Qur’an”  di Hijaz College Islamic University tepatnya di London pada usia 7 tahun)

” Tidak sedikit orang yang menuntut ilmu untuk sekedar mendapatkan keuntungan materi atau gelar semata, bukan untuk mencari keridhaan ALLAH. Ketika mereka telah mendapatkan materi atau gelar yang telah diidam-idamkannya maka berhenti pula kerja-kerja intelektualnya. Saya senantiasa memohon kepada Allah agar Ilmu yang sedang saya tuntut ini adalah untuk mendapat keridhaan-Nya, dan semoga kelak menebar manfaat bagi sebanyak-banyaknya orang”.

Dan pada akhirnya, untuk kalian murid-muridku yang saat ini sedang galau dalam menatap asa & cita masa depan. Saya berharap agar kalian senantiasa berusaha mendekatkan diri kepada Allah Swt, selalu memohon petunjuk-Nya, mencintai agama islam, bangga menyebut diri sebagai Muslim, serta menyinergikan antara ilmu dan amal. Ingatlah bahwa Allah Swt. akan menolong mereka yang bersungguh-sungguh ingin meraih keridhaan-Nya.

Walladziina  jaahaduu  fiina  lanahdiyyannahum  subulana,  wa innallaha lama’al muhsiniin, Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kamu, dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat baik”.

Semoga tulisan ini bermanfaat adanya…

Mahda ‘Aya Azzahra’ Aldjufrie

3 thoughts on “Cita-cita

  1. Terima kasih …
    Sangat bermanfaat…
    Saya tunggu motivasi yg lain… Dan jgn lupa tandai saya lagi yaa..
    Terima kasih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s