Perawat (Itu) Profesi Saya …


Dulu saya seringkali ditanya
Kuliah dimana ?”
Ketika saya menjawab bahwa saya kuliah di keperawatan , maka reaksi yang timbul biasanya adalah
Ohh perawat ya, kenapa nanggung? Kok gak kuliah kedokteran aja sekalian” (hmm…memang kuliah nanggung itu seperti apa ya ?? *mikir serius)
Perawat ?? nanti yang kerjanya membantu dokter itu ya ?” (lah…para dokter kalau cari pembantu itu yang ijasahnya perawat ya pak, itu cari pembantu atau partner hehehe)
Perawat ? kalau kerja di Rumah Sakit nanti jangan bawel ya dek “ (uhuk…uhuk…..semoga kita sama-sama mengevaluasi diri, munkin perawat yang dikira bawel itu karena kesel dengan kebandelan pasiennya hehehehe)
Perawat ?? saya dulu waktu pertama kali kuliah juga sering disesatkan diarahkan dengan asumsi-asumsi gak jelas mengenai masa depan profesi saya ini, bagaimana tidak ?? gambaran yang berkembang dan nyantol di benak masyarakat kalau membicarakan perawat adalah horror (jangan-jangan nanti kerjaan kamu ngepel nak ? kata tante saya dengan wajah penuh kekhawatiran, lohh…maksudnya te ? saya malah lebih khawatir lagi melihat reaksi tante saya yang di luar kewajaran, lha itu, suster ngesot ??? aaarghhhh ……. Gantung diri di pohon bonsai)
Ada juga yang mengatakan kalau jadi perawat akhirnya cerewet, bawel, galak , dan lain-lain. Lha…yang dikatakan bawel, cerewet, galak atau judes itu apa hanya perawat ?? kan yang lain juga banyak, Satpam tuh serem, orang biasa juga bisa galak toh ?? *esmosi
Nah .. ini nih, kadang ada juga yang bilang dengan teganya bahwa perawat adalah pembantu dokter < eh..pendapat yang satu ini agak gimana git *alias menyinggung SARA.
Mari saya luruskan :
Perawat adalah sebuah profesi mulia, untuk memberikan asuhan keperawatan, berdasarkan prinsip caring (perhatian, bertanggung jawab dan ikhlas) yang bertujuan untuk menolong pasien meningkatkan status kesehatannya dalam lingkup yang luas dan holistic, mencakup fisiologis, psikologis, social budaya, spiritual (jadi kuliah🙂 )
Untuk lebih mudahnya maka , secara simple bisa digambarkan perbedaan perawat dan dokter sbb:
Dokter menggunakan diagnosa medis yaitu mengungkapkan penyakit yang diderita (diagnosis penyakit)
Perawat mengeluarkan Diagnosa Keperawatan: Identifikasi masalah dan penyebab berdasarkan kebutuhan dan respon pasien.
Yang dilakukan dokter adalam memberikan intervensi Kedokteran yaitu melakukan tindakan pengobatan dengan drug dan tindakan operatif
Sedangkan perawat melakukan intervensi keperawatan membantu klien memenuhi kebutuhan dasarnya dan membantu menyelesaikan masalah klien baik fisik, psikologis, sosial dan spiritual dengan tindakan keperawatan yang meliputi intervensi keperawatan, observasi,pendidikan kesehatan dan konseling (terapi non drug)
Tujuan Pengobatan oleh dokter adalah menentukan dan menyingkirkan penyebab penyakit atau mengubah problem penyakit dan penanganannya.(Kuratif)
• Sedangkan tujuan tujuan perawatan adalah membantu pasien/klien beradaptasi dengan masalah kesehatan, mandiri memenuhi kebutuhan dasarnya, mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan, dan meningkatkan fungsi tubuh (prefentif, promotif , kuratif dan rehabilitatif)
Nah… jadi kalau saya bilang, akuntan itu asistennya manajer gak betul kan ?? bukankah akuntansi dan manajemen itu tujuan akhirnya beda ? jadi gak bisa disamakan atau dijadikan satu lebih rendah dari yang lain, dokter dan perawat juga begitu, meskipun tujuannya adalah sama-sama memperbaiki derajat kesehatan manusia, tapi ruang lingkup kerjanya beda, jadi…..*simpulkan sendiri deh🙂
Coretan diatas hanya sebatas curhatan saja, tapi Alhamdulillah semakin lama masyarakat semakin cerdas untuk memahami dengan konteks yang benar dan kami(perawat)pun terus mencoba memperbaiki kualitas pelayanan kami🙂
Semangat !!!!

6 thoughts on “Perawat (Itu) Profesi Saya …

  1. Iya mbak saya juga setuju bahwa profesi dokter dan perawat itu berbeda. Tapi maaf saja Mbak banyak “oknum perawat” yang merasa derajatnya lebih tinggi dari dokter, mungkin karena ada yang dianggap kerjaan dokter lebih santai dan gaji dokter yang lebih tinggi dari perawat, maka menimbulkan keirian di kalangan perawat. Maaf saja mbak saat saya koass dulu ada beberapa oknum perawat yang suka menjelekkan kami di depan konsulen, memerintah kami seenaknya dan mengganggap diri lebih tinggi sehingga wajar setelah lulus sebagai dokter menimbulkan hubungan kurang baik antara oknum perawat dan dokter. trus pada saat tahun2 awal lulus sebagai dokter, ada oknum perawat yang mengintervensi diagnosis dan tindakan yang seharusnya dilakukan oleh dokter, dan sering terjadi di daerah perawat itu meniru resep dokter, meniru pemberian obat tanpa tahu indikasinya, karena farmakoterapi hanya dipelajari oleh dokter, saya mengakui dalam hal tindakan dan pengalaman mungkin perawat senior lebih mahir dari dokter umum, tapi dalam hal menegakkan diagnosis, terapi dan penanganan itu hak dokter yang tidak boleh diintervensi oleh perawat. Sebetulnya saya kagum dengan banyak perawat yang melaksanakan tugas dan kegiatan sesuai dengan profesinya. Profesi perawat memang berbeda dengan dokter tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah, tapi maaf saja mbak masih banyak oknum perawat justru yang mau disamakan dengan dokter dan melakukan diagnosis dan terapi yang seharusnya dilakukan oleh dokter, hal tersebut sebetulnya yang dilarang. Terima kasih.

    1. yup … beberapa kesalahan ‘oknum’ mjadi awal siklus “pembalasan dendam” hehehe
      Saya perawat, dan akan bekerja secara profesional sesuai job desc saya
      Bila ada yang belum benar di lapangan, itu tugas kita yang benar2 paham utk meluruskannya
      Kalau masih ada yang kurang baik, mari kita sama2 memperbaikinya
      Kolaborasi perawat-dokter adalah keniscayaan, jadi kewajiban kita utk mjaga keharmonisannya utk mberikan pelayanan terbaik bagi pasien, itu yg utama🙂

  2. Perawat melakukan hal demikian bukan semata-mata perawat ingin lebih tinggi derajatnya dari dokter, namun karena perawat terbiasa mendapatkan limpahan tugas dari dokter. Yang pada akhirnya perawat dituduh merebut hak-hak dokter, padahal kalau masing-masing profesi mau melaksanakan kewajibannya masing-masing sesuai dg peraturan pastilah hal demikian tidak akan terjadi. Pada kenyataannya perawat di Indonesia lebih banyak melakukan limpahan tugas dokter daripada melakukan tugasnya sendiri. Dan saya sendiri juga sakit hati kalau ada yang menyebut perawat adalah pembantu dokter. Hanya sekedar opini, no offense

  3. iIni hanya jadi pemikiran, saya, perawat mengaku mengobati orang didaerah diman tidak ada dokternya, tapi kenyataannya di perawat, bidan staff puskesmas bahkan pekarya juga membuka praktek layaknya dokter di dekat tempat dokter, memberi antibiotik sampai 3 memberi penahan sakit sampai 3 bahkan kortikosteroid juga berlebihan dengan dosis suka-suka, nanti kalau pasien sudah muncul efek samping tinggal kirim ke dokter, syukur-syukur sembuh tapi kalau meninggal dokter yang kena masalah atau minimal namanya tercoreng, kalau diberikan pengertian mereka tidak suka dan menyataka dokter iri, kebetulan kepala puskesmas sudah diberitahu hal ini, tetapi berhubung beliau juga perawat dan juga praktek di kota kecamatan ….??? saya rasa Uang sudah membutakan hati mereka semua (untuk diketahui dikecamatan saya sudah ada 2 dokter umum)

    1. saya rasa kalau masing-masing profesi melakukan tindakan sesuai standart etik profesi masing-masing, maka hal itu gak akan terjadi🙂

  4. Dokter dan Perawat adalah dua profesi yang sama-sama mulia. kemuliaan itu hanya terjadi jika keduanya memposisikan bahwa keduanya bertujuan menolong manusia yang lainnya utk bisa bertahan hidup dan bisa menggapai kesehatan yang prima. Dua profesi yang dijalani sebagai mitra dan sahabat yang saling mengisi. Dua profesi yang sebetulnya harus bergandengan tangan. Jika itu terjadi terwujudnya kesehatan masyarakat yang menjadi kuatnya sebuah negara akan terwujud….dan itu didukung oleh dua kekuatan hebat….”Dokter”…..dan “Perawat”……wajar memang jika sampai saat ini yg punya ketinggian nilai adalah dokter….mengapa demikian? karena masyarakat belum memahami peran sinergis antara dokter dan perawat….jika saja masyarakat tahu….betapa hebatnya sinergisme keduanya…perjalanan yg penuh tanggungjawab yg dijalani keduanya adalah sama…maka masyarakat akan memuliakan keduanya……
    Begitu merasa bangganya saya terhadap perawat muslim setelah saya membaca kisah Siti Rufaidah…perawat di masa Rasulullaah……………MasyaAllah…
    Begitu bangga pula saya terhadap tabib tabib muslim…atau dokter….setalah membaca ibnu Sina dan yang lainnya…..MasyaAllah..
    Jadi….sinergiskanlah wahai para dokter-perawat….kalian adalah mitra dekat..sahabat dekat…saling mendukunglah………………Saya bangga pada kalian…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s