Awal Tahun 2012

# Ada Apa Di Tahun Baru 2012 …. #

Tahun baru tadi malam adalah sebuah tragedi bagi saya, Kenapa ??? seperti tradisi tahun baru di kota besar, Terompet dan Kembang Api menjadi dua ikon yang wajib hadir untuk merayakannya. Bukan apa-apa …. Bagi saya cukup menyadari bahwa pergantian hari kali ini juga menjadi pergantian tahun, tak perlu lah sampai hura-hura segitu hebohnya. Oleh karena itu, setelah 3 hari berturut-turut menemani malam berganti pagi, saya berniat untuk istirahat malam kemarin, tapi rencana saya gagal total, tepat pada jam 00.00 perjalanan saya menuju alam mimpi diganggu hingar bingar suara terompet dan letusan kembang api dari Mall sebelah rumah. Alhasil…….saya terpaksa mengulangi lagi agenda menemani malam berganti pagi sekaligus menemani tahun 2011 pergi terganti tahun 2012 *ironis sekali, kepergian 2011 dirayakan dengan hura-hura, teman saya bilang ini adalah tragedi kematian yang tragis.

Perayaan Tahun Baru sepertinya telah menjadi budaya dan agenda wajib yang harus dirayakan hampir bagi semua orang. Beribu harapan tertuang, selaksa doa dilangitkan, semoga tahun selanjutnya menjadi awal yang lebih baik dari tahun kemarin. Ah…bukankah setiap haripun seharusnya begitu, bahkan tak perlu menunggu tahun berganti untuk berharap lebih baik. Moment ini menguras banyak sekali debat, canda dan kesedihan.

Berikut adalah beberapa rangkuman renungan, tulisan, bercandaan dan harapan di pergantian tahun 2012 ini, dirangkum dari banyak sumber🙂

****

# Bukan Hingar Bingar Tahun Baru Bagi Kita #

Entah direncanakan atau sekadar latah, pada malam itu orang-orang seakan secara serempak melonggarkan moralitas dan kesusilaan. Bunyi terompet diselingi gelak tawa (bahkan dengan minuman keras) bersahut-sahutan di setiap tempat. Sepeda motor mengepulkan asap hingga mirip ‘dapur berjalan’ meraung-raung. Mobil-mobil membunyikan klakson sepanjang jalan. Cafe, diskotik dan tempat-tempat hiburan malam sesak padat. Orang-orang ‘tumpah’ di jalanan dengan satu tujuan: merayakan Tahun Baru.

Sebenarnya tahun Masehi adalah tahun yang baru bagi bangsa Indonesia, karena ia tidak memiliki akar kultur dan tradisi dalam sejarah bangsa ini. Ada beberapa faktor yang dapat mendukung anggapan ini.

Pertama, latarbelakang sosio-historis. Berlakunya tahun Masehi tidak bisa dipisahkan dari pengaruh teologi (keagamaan) Kristen, yang dianut oleh masyarakat Eropa. Kalender ini baru diberlakukan di Indonesia pada tahun 1910 ketika berlakunya Wet op het Nederlandsch Onderdaanschap atas seluruh rakyat Hindia Belanda.

Kedua, karena latarbelakang teologis. Sebagaimana diketahui, kalender Gregorian diciptakan sebagai ganti kalender Julian yang dinilai kurang akurat, karena awal musim semi semakin maju, akibatnya, perayaan Paskah yang sudah disepakati sejak Konsili Nicea I pada tahun 325, tidak tepat lagi.

Jadi jelas, apa yang ada saat ini, merayakan tahun baru masehi adalah bukan berasal dari budaya kita, kaum muslimin, tapi sangat erat dengan keyakinan dan ibadah kaum Nasrani.

Hari raya merupakan hari paling berkesan dan juga merupakan simbol terbesar dari suatu agama. Karenanya, seorang muslim tidak boleh mengucapkan selamat kepada umat nasrani atas hari raya mereka. Hal ini sama saja dengan meridhai agama mereka dan juga berarti tolong-menolong dalam perbuatan dosa. Padahal Allah telah melarang kita dari hal itu. Allah Azza Wajalla berfirman, artinya:
“Dan janganlah kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al Maidah: 2).

Harusnya kita sadar, maraknya perayaan tahun baru merupakan sebuah upaya yang dilakukan orang kafir untuk meracuni akidah Islam yang murni tertanam dalam diri umat Islam. Perayaan tahun baru dikemas begitu apik hingga tanpa sadar kita jauh dari nilai-nilai Islam. Terlepas dari segala bentuk acaranya, keterlibatan dalam perayaan tahun baru telah membawa kaum muslimin secara tidak langsung membenarkan ajaran agama selain Islam.

Lalu bagaimana hukum merayakan tahun baru dengan niat bukan menghormati kelahiran Yesus Kristus dalam keyakinan agama Nasrani? Ya….!, sekadar senang-senang dan refreshing.
Ada baiknya kita menyimak ucapan Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘Anhu, “Janganlah kalian mengunjungi kaum musyrikin di gereja-gereja (rumah-rumah ibadah) mereka, pada hari besar mereka, karena sesungguhnya kemurkaan Allah akan turun atas mereka.” (HR. Baihaqi).
Umar Radhiyallahu ‘Anhu juga berkata, “Hindarilah musuh-musuh Allah pada momentum hari-hari besar mereka.” (HR. Baihaqi).

Wallahu a’lam

http://www.rumahrohis.com/2011/12/gemerlap-tahun-baru-jangan-latah.html

***
# Gerimis Akhir Tahun #

(1)
Aku suka gerimis. Gerimis membuat udara pengap di kolong jembatan menjadi lumayan. Tapi gerimis di malam Tahun Baru tak pernah membuatku senang. Hujan di malam Tahun Baru hanya membuat orang malas keluar. Tak ada pesta pora di jalanan. Artinya lagi tak ada yang bisa kupungut untuk menyambung hidup.

Gerimis dan angin makin pekat. Kurapatkan sarung yang membalut tubuhku. Dua tahun yang lalu, gerimis turun sama pekatnya, saat hendak kutinggalkan istriku ke Jakarta.
“Tunggulah sebentar. Nanti akan kulunasi semua hutang berobat anak kita,” janjiku.
Kau tersenyum. Tapi kabut di matamu tak juga hilang. Malah menelanku di dalamnya.

Saat itu, kau mencoba menahanku sejenak. “Masih hujan, Mas,” katamu. Kau berbalik hendak mengambil payung. Namun tersadar, itulah barang terakhir milikmu yang kau jual. Saat itu pula aku berjanji dalam hati, akan kubelikan kau payung baru saat pulang nanti.

Tapi, istriku, berapa janji yang tak bisa kupenuhi. Kau benar, sudah hampir dua tahun aku di ibu kota, tapi uang yang kukumpulkan masih juga tak seberapa. Menggelandang dan memulung hanya untuk tetap jadi manusia. Katamu, Jakarta menelan manusia. Kau benar, Jakarta menelan harapan.

Suara arak-arakan sesekali terdengar di atasku. Masih 4 jam ke penghujung tahun. Gerimis belum juga reda. Samar-samar suara terompet terdengar. Suara klakson bersahutan. Betapa meriah di luar sana. Gerimis membahasahi mataku lalu kurasa nyeri di dadaku.

(2)
Batu, Malang, Jawa Timur
31 Desember 2011

Sedari pagi hape bututku berbunyi terus. Di layar tertera sepuluh panggilan tak terjawab dari satu nama, Mami. Sialan, bila ada maunya, nyonya tua itu perhatian bukan main.
Satu pesan masuk dari nama yang sama: jangan sampai tak datang nanti malam. Akan ada banyak tamu. Banyak yang minta ditemenin.

Ah, aku ingin perei saja malam ini. Mami harusnya tahu, aku tak suka suara terompet. Ia mengingatkan pada suamiku. Pada kehilangan-kehilangan yang kualami. Aku ingin istirahat malam ini. Menemani anakku. Tadi siang, anakku meminta jagung bakar yang ada di alun-alun. Tapi, sungguh, sudah tak ada uang di kantong.

Uang. Mungkin benar kata Mami, nanti malam akan banyak orang berpesta. Lumayan, bisa menyambung hidup dan menambah buat beli obat anakku. Kata dokter, kartu miskin tak bisa buat beli obat anakku.

Langit gelap, gerimis mulai turun. Kutaburi wajahku dengan bedak murahan. Sayup-sayup, jalanan mulai riuh. Ya.. berangkatlah. Berpestalah. Aku tahu kau butuh hiburan. Sedang aku butuh uang. Mampirlah ke tempatku nanti..

Jam sepuluh hujan tak juga reda. Hape bututku berbunyi lagi. Kuabaikan. Mungkin Gusti Allah sedang marah padaku. Tapi bukankah ini Maha Penyayang juga Maha Mengerti??

Di ranjang kulihat anakku sudah tertidur nyenyak. Ah, wajahnya mirip betul dengan ayahnya. kubersihkan wajahku, lalu kudekap ia sampai aku tertidur.

_______________________
Selamat Tahun Baru, kawan.
Saya doakan semoga tahun depan menjadi lebih baik.

http://www.facebook.com/bambangtrismawan

***

# Status FB teman-teman saya #

“ Hujan mengakhiri tahun 2011, Alhamdulillah…deras…deraslah …. Agar tak bisa lagi orang-orang hura-hura malam ini”

“ Sebenernya apa sih yang mereka lakukan di jalan malam ini, paling-paling hanya meninggalkan banyak sampah di jalan”

“ Tahun Baru … terompet …. Kembang api…..I Like It🙂 “

“ PERINGATAN !!!
Jangan masuk kamar mandi pada kam 23.59 pada tanggal 31 Desember ….
BERBAHAYA !!

#Kamu bisa-bisa keluarnya tahun depan hehehe ^_~

****

Bagi Saya, tahun baru adalah saat memahami bahwa hari-hari kemarin di tahun 2011 menjadi rangkuman perjalanan dengan banyak pelajaran yang indah, hanya butuh waktu untuk memahami bahwa tiap episode kehidupan memberikan banyak kesempatan bagi kita untuk menjadi lebih baik, hanya butuh waktu…butuh kesiapan …. butuh kesadaran ….bahwa kita sekali lagi telah diberi waktu olehNya untuk kembali menata tujuan hidup dengan menemani waktu mengeja hari , kembali berlari dan berpeluh untuk mencari cintaNya
Semoga hari-hari kita esok adalah hari-hari terbaik dan lebih baik🙂

***

Atau …. Mengutip status teman saya di FB (BT)

Kucopot kalender dari dinding. Tak kubuang, kusimpan di lemari untuk sampul buku keponakanku.

“Ada yang baru di Tahun Baru?” Bisik kalender baru saat kupasang.
Tidak. Dadaku masih mengeja nama yang sama. Masih rindu yang lama.

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s