Tempayan Retak

_ Untaian Hikmah Dari Negeri Cina _


Seorang ibu mempunyai dua tempayan yang digunakannya untuk mengambil air , yang dibawanya setiap hari menggunanakan sebilah bambu. Satu tempayan tersebut sudah retak, sedangkan satunya tak bercela sehingga selalu membawa air dalam kondisi penuh. Setelah menempuh perjalanan dari sungai, air yang tersisa di tempayan retak itu hanya tinggal separuhnya saja. Jadi selama dua tahun terakhir, si ibu hanya membawa air sebanyak satu setengah tempayan. Tentu saja hal ini membuat bangga si tempayan utuh atas pencapaiannya. Sedangkan tempayan retak merasa malu karena hanya memenuhi setengah dari kewajibannya.

Maka, setelah dua tahun merasa gagal menunaikan kewajibannya, si tempayan retak memberanikan diri untuk berbicara kepada si ibu.
“Aku malu, selama perjalanan air keluar melalui bagian tubuhku yang retak, sehingga air yang dapat kubawa hanya tinggal separuh”
Si ibu kemudian tersenyum, dan berkata pada si tempayan retak “ Tidakkah kau mengamati tiap perjalanan pulang, bunga-bunga bermekaran di sisi jalan yang kau lalui, dan tidak disisi yang satunya ?
Aku mengetahui kekeuranganmu, oleh karena itu aku menabur benih bunga disisi jalan yang kau lalui, dan setiap perjalanan pulang, kau telah menyirami benih-benih itu hingga dia bersemi dan tumbuh subur. Aku selalu dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghiasi rumahku. Kalau bukan karena kau, rumah ini tak akan seasri ini

Tempayan retak pun kini menyadari bahwa keretakan dan cacat di tubuhnya bukanlah tidak membawa manfaat.

Disadur dari power point yang dikirim salah satu teman ^_____^

Keretakan yang dialami oleh tempayan diatas, kalau kita ibaratkan dalam hidup kita bisa jadi adalah kekurangan-kekurangan yang kita miliki. Dan bisa jadi kita juga adalah tempayan-tempayan retak yang belum memahami bahwa retak dalam tubuh kita bukanlah sesuatu yang bisa membuat kita melakukan kegagalan-kegalan selanjutnya. Kita hanya harus membuka mata, hati dan pikiran kita, bahwa segala sesuatu yang terjadi bukanlah tanpa alasan. Tidak ada yang sempurna di dunia ini, karena kesempurnaan itu hanyalah milik Allah semata. Oleh karena itu, tidak hanya ada aku, tapi kita. Karena dengan kita, maka kekurangan-kekurangan yang dimiliki akan disempurnakan oleh yang lain.
Kita … adalah sesuatu yang tak berkesudahan.

Allah selalu punya hadiah untuk kita
Sebuah cahaya di kegelapan
Sebuah rencana di hari esok
Sebuah jalan keluar untuk tiap permasalahan
Sebuah kebahagiaan untuk tiap kesedihan
Sebuah kedewasaan untuk tiap ujian yang datang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s