Menantikan Cahaya Hati Kami Berdua

Bismillahirohmanirrohim
Rabu, 4 Januari 2012
15.20 WIB

Akhirnya tergerak juga jari ini mengetik sebuah tulisan di blog tercinta. Yang biasanya ramai dengan tulisan Nisa yang penuh inspirasi ^^d. Niat untuk menulis tulisan ini sebenarnya cukup lama namun selalu tertunda dengan berbagai alasan tapi akhirnya sekaranglah saatnya,hehehe…

Jadwal bulan ini yang selalu membuat deg-degan akhirnya maju sehari dan tetap memberikan rasa kecewa meskipun sudah berusaha dibendung dengan ikhtiar sabar dan tawakal. Yup, tampaknya rejeki yang kami nantikan kami berdua (saya + suami) belum hadir di bulan ini. Sudah terhitung 16 bulan kami menikah dan masih dengan berjuta harapan akan hadirnya Cahaya Hati kami untuk meramaikan serunya hidup di rumah cahaya kami. Alhamdulillah kami tetap yakin Alloh akan memberikan kelak pada waktu yang paling tepat bagi kami, namun kami sebagai manusia biasa juga masih belum bisa bersabar seperti Nabi Zakaria. Nampaknya memang musuh terbesar ada dalam diri kami sendiri, bagaimana kami bisa mengatur hati kami untuk selalu bersabar karena orang-orang tercinta di sekitar kami begitu mensupport kami untuk selalu bersabar.

Alhamdulillah selama penantian ini membuat kami banyak belajar akan arti kesabaran. Kesabaran akan sepasang suami istri yang baru setelah 7 tahun dikaruniai anak dan bahkan ada yang setelah 15 tahun mereka dikaruniai anak. Subhanalloh sungguh besar sabar di hati mereka. Kalau dibandingkan dengan mereka. kami yang masih 16 bulan menjalani penantian ini tidak apa-apanya. Namun bagi kami sungguh penantian yang penuh perjuangan. Sehingga jika ada yang menanyakan : “Sudah isi apa belum?” maka akan selalu kami jawab : “Belum, masih berjuang nich.” karena kami ingin segala ikhtiar kami bernilai pahala ^^.

Alloh pasti memiliki rencana terbaik bagi kami. Bagi saya sendiri, membuka mata dan hati ternyata banyak yang menjalani penantian ini. Banyak pula yang para calon ibu yang penuh dengan semangat saling mensupport walaupun lewat dunia maya. Sharing dengan berbagai tips-tips dan berbagi pengalaman membuat hati kami dekat meskipun tak pernah kenal wajah. Kebahagiaan akan kabar salah satu dari kami yang akhirnya “positif” menjadi kebahagiaan yang kami miliki bersama. Rasa sedih yang manusiawi saat kesempatan itu belum hadir di bulan ini pun menjadi rasa sedih kami bersama dan kalimat-kalimat saling menguatkan membuat kami kembali tersenyum optimis.

Bersambung yaaaaaa…

Relia_aqil ^________^

Posted in Uncategorized

5 thoughts on “Menantikan Cahaya Hati Kami Berdua

  1. tetep sabar ya ukh,terus berjuang, kami selalu mendampingi dan mendoakan ^___^ # deg-degan juga diawal baca, kiraiiiin🙂
    TETEP SEMANGAT !!!
    *Nosy

  2. klo rumus dr Ust. Yusuf Mansyur & Ippho mah disuruh lbh giat bersedekah,tp untuk ibadah yg satu nie kyx jenk rully g perlu dragukn lg deh..hehehe..gmn dgn minum madu (asli)???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s