Belajar Romantis ^___^

Belajar Romantis ??? Kenapa jadi ngebahas soal ini ??

Menyoal romantis, saya ingat ketika salah seorang temen saya tiba-tiba “mengeluh” 2 minggu sebelum dia menikah “ Aduh, gimana ya Nisa, dia kan orangnya serius ? padahal aku pengennya dulu suami yang agak gokil tapi juga romantis”
Saya sih cuman bisa menghibur dan sedikit prihatin soal nasibnya, lha wong sudah gak bisa batal lagi hehehe.
Dan satu minggu setelah dia menikah, tiba-tiba dia sms yang isinya “ Subhanallah ya Nisa, ternyata suamiku tuh keren, Allah kasih yang terbaik, ternyata dia orangnya supel, baik, romantis, tapi juga suka usil, dan suka fotografi kayak aku *diakhiri emoticon penuh cinta berbunga-bunga”
Dan saya ?? saya sih cuman bisa senyam-senyum ngenes hahahaha *ni contoh sms yang gak ada toleransinya sama sekali huh…..

Bicara tentang pernikahan, memang banyak sekali kadang yang kita inginkan dari sosok “sang pendamping hidup” kita nantinya, pengennya yang sempurna lahir batin. Tapi, kan yang seperti itu jumlahnya terbatas hehe *lagian kudu mikir juga apakah kita pantes buat mereka huhu.
Seperti temen saya, dia pengen suaminya nanti selain sholeh (so pasti), tapi juga agak gokil dan tidak lupa romantis (ehem….). Tapi, buat mereka yang berkenalan lewat ta’aruf antar guru ngaji, ini termasuk yang sulit, gimana mau tahu bahwa si dia romantis kalau gak ada moment-nya hehehe.
Romantis ?
Bahasa sederhananya, romantis adalah sikap yang menyenangkan hati pasangan kita dan membuat segalanya menjadi berbunga-bunga *kayaknya begitu. Romantis ini bisa berwujud sikap, kata-kata, hadiah dan apapun yang membuat pasangan kita jatuh cinta untuk kesekian kalinya *hehehe. Dalam hal ini, rupanya romantis itu sifatnya otomatis buat sebagian besar orang *dan mungkin buat semua orang. Gak perlu belajar serius intinya *mana ada coba sekolah yang jurusannya menjadi orang romantis ??.
Nah, yang disebut romantis juga beda-beda tiap orang, ada yang menatap mata aja sudah bisa romantis, mengirim sms mesra juga romantis, suami membantu pekerjaan istri juga romantis, istri yang membuatkan bekal untuk suami juga romantis, dan lain-lain yang bisa dirinci sendiri masing-masing.

Temen saya yang satunya lain lagi, suatu hari ketika kami makan malam bersama(bertiga), hp-nya berbunyi tanda sms masuk. Cuman melihat raut wajahnya sekilas, kami sudah tahu bahwa itu dari suaminya *raut wajah yang tiba-tiba senyum sendiri padahal cuman melihat hp , emang apa lucunya sebuah Hp coba ?. Tapi gak lama kemudian, wajah yang tadi tersenyum, tiba-tiba berubah , alisnya bertaut, matanya menyipit, mulutnya terbuka dan kemudian dia makan dengan lahapnya *nggak dhing. Tiba-tiba terlontar dari mulutnya “Ni ngomong apaan sih, gak ngerti aku “ sambil begitu dia memandang kami penuh tanda Tanya, kami yang didepannya juga menatap dengan sama penuh tanda Tanya di kepala.
Emang ada apa ?” Tanya teman saya
Ni, dia sms aneh, gak tahu maksudnya aku” dia bilang sambil menatap Hp-nya lagi *berharap Hp-nya menjawab pertanyaannya barusan🙂
Coba liat “ kata saya spontan *lupa kalau sms dari suami termasuk hal yang privasi hehe
Temen saya masih mempertimbangkan untung ruginya memperlihatkan sms itu pada kami. Akhirnya pelan disorongkannya Hp ke arah saya.Demi melihat nama pengirimnya saja, saya langsung tak sanggup menahan ketawa🙂
Tuh kaaaaaan bener, udah gak usah, mana Hp-ku” temen saya protes dan langsung nyamber Hp-nya di tangan saya
Saya tergelak, soalnya baru kali ini dia jadi seperti ini *tau kan maksud saya, temen saya orang yang agak tomboy, kekanak-kanakan, blak-blakan, jauh dari kesan orang yang suka warna pink, lembut, dan ya…..romantis hehehe. Ternyata di phonebook Hp-nya , nama sang suami dia tulis “My Prince” xixixixi *peningkatan nih. Saya juga masih ingat waktu mau nikah dulu dia pernah bingung manggil suaminya dengan sebutan apa _hari kedua mereka menikah, panggilannya masih akhi hehehe_
Dan ternyata yang bikin temen saya bingung adalah sang suami mengirimkan sms sebuah puisi, ehmm….bukan puisi sih, tepatnya kata-kata semacam tulisan Anis Matta dalam Serial Cinta-nya. Dasar temen saya aneh, Lah…dikirim kata-kata romantis gitu bukannya klepek-klepek malah bingung hahaha, jadilah kami berdua menjelaskan maksud sang suami *upps…akhirnya kami ikutan baca dan menelaah maksud sms yang harusnya rahasia itu.
Nah….setelah maksud sms terpecahkan, timbullah masalah kedua, temen saya bingun mbalesnya apa, trus minta tolong saya buat membalas sms tersebut *lah, ini baru kacau, kalau dipikir nanti malah saya akhirnya yang sms-an sama suaminya . Akhirnya, setelah butuh waktu yang lumayan lama, dan nasehat membabi buta dari kami, maka diapun membales sms tersebut dengan selamat dan lancar *isinya ??? rahasia lah :p

Tuh kan ? kadangkala romantis itu perlu diasah, tapi kadangkala kita juga gak nyadar kalau sudah romantis hehehe. Yang pasti, romantis itu perlu bagi tiap pasangan, betul ?? *yang setuju angkat tangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s