Do’a Ibu

“Kadang mbak merasa tersudut ketika ada orang yang mengatakan, bahwa mbak lebih memilih menjadi wanita karier daripada menjadi seorang ibu, apalagi ketika sekarang mbak meninggalkan anak mbak yang sebenarnya berada dalam masa golden age, sedang lucu-lucunya untuk belajar di sini. dan meninggalkan anak di Jambi hanya dengan ayah dan neneknya” Ada air mata mengalir di pipinya, jatuh tanpa terasa. Sahabatku yang satu ini memang sangat perasa, ia bisa dengan mudah menangis bila melihat atau menceritakan sesuatu yang berhubungan dengan keluarga atau yang menyentuh hatinya, sama seperti saat kami saling berbagi di sore itu.
“Tapi, suatu hari, mbak merasa lega. Tanpa sengaja membaca catatan Ust Faudzhil Adhim, bahwa anak adalah titipan Allah, dia bukan milik kita, bahkan bukan milik ibu yang melahirkannya, jadi hendaklah kita kembalikan lagi ia kepada penjagaan Allah. Maka peran mbak sebagai orang tua yang jauh dari buah hati adalah tetap menyayanginya dan berdoa agar Allah selalu menjaga dan melindunginya karena Ia-lah sebaik-baik penjaga” .

“Betapa kita kadang lupa, bahwa dalam hal apapun do’a ibu sangat berarti. Orang yang paling sukses dalam kehidupannya, tidak bisa mengklaim bahwa kesuksesan yang dia raih semata-mata hanya atas dasar usahanya saja, jangan lupa bahwa ada do’a orang tua utamanya ibu yang berperan disana. Mungkin ibu kita tak bisa mengajarkan kepada kita mengenai aqidah, fiqh atau sopan santun pergaulan seluruhnya, tapi … bagaimana kita bisa menjadi orang yang baik sekarang , penjagaan Allah atas diri kita-lah yang berperan, dan diatas itu Do’a yang ibu panjatkan agar Allah selalu menjaga kita dalam kebaikan adalah sebab turunnya penjagaan Allah atas diri kita”

Dan sayapun memeluknya hangat, sungguh terkadang kita menemukan sebuah pembelajaran tentang sesuatu yang sederhana namun sangat penting dalam moment tak terduga.

Menjadi orang tua, khususnya ibu adalah sebuah posisi yang terhormat dan mulia, disanalah surga ditetapkan berada dibawah kakinya. Menjadi seorang ibu bukanlah sebuah jabatan, dia otomatis diberikan ketika seorang manusia baru lahir dari rahimnya. Tapi, sekali lagi, anak itu bukanlah miliknya, dia hanya titipan Allah, dan hanya Allah-lah sebaik-baik penjaga.

Disini, yang dipersoalkan bukanlah wanita karier atau ibu rumah tangga, tapi bagaimana seorang ibu dapat memaksimalkan potensinya bagi perkembangan anak-anaknya. Tidak hanya dalam hal pemenuhan materi semata, tapi juga kontribusi pembentukan karakter anak yang juga penting bagi masa depan. Dibalik itu, maka sebagai Allah pemilik sesungguhnya lebih berhak untuk menentukan akhir sebuah rencana. Maka, sebaris do’a yang terlantun sepanjang malam untuk buah hati tercinta akan menjadi sebab turunnya penjagaan dan kasih sayang Allah, ketika itu terengkuh, maka kebahagiaan dunia maupun akhirat akan dengan mudah tergapai🙂

“Tiga macam do’a yang tidak di tolak, yang tidak di ragukan lagi kedahsyatannya, yaitu do’a kedua orang tua untuk anaknya, doa orang musafir (yang sedang berpergian) dan do’anya orang yang di dzalimi.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Huraihah).

Maka….siapa yang masih meragukan “ampuhnya” do’a seorang ibu?
*mending dibaca lagi kisah Malin Kundang hehehe

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Al Ahqaaf : 15)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s