Bijaklah Memilih …

Malam kemarin saya mengunjungi Bapak pemilik kontrakan yang baru pulang dari Rumah Sakit, beliau baru menjalani operasi batu ginjal.

“Sebenernya sudah sejak setahun yang lalu sudah ketahuan kalau ada batu ginjal dan harus dioperasi, tapi karena Bapak takut operasi akhirnya nyoba pengobatan alternative. Ternyata 4 bulan terakhir ini sakitnya gak bisa ditahan lagi, langsung saja waktu periksa lagi seminggu yang lalu ditahan di Rumah Sakit untuk operasi waktu itu juga. Yah….jangan sampai lah mbak mengalami ini juga, rasanya sakit banget, gak bisa ngapa-ngapain. Ini nih batunya, kemarin sama dokternya disuruh bawa pulang untuk kenang-kenangan”
Botol kecil berisi benda seperti batu kerikil diperlihatkan kepada kami.

“Ini nih batu ginjalnya, lumayan besar, ini sih mungkin sudah dimulai dari waktu saya umur 30-an, sudah hampir 30 tahun lalu, karena jarang minum kata dokter. Memang kalau numpuk penyakit itu sering gak terasanya ya mbak”

Saya jadi ingat kata-kata sakti di salah satu referensi kuliah yang bunyinya :
“As I see it, every day you do one of two things, build health or produce disease in your self”
_Adelle Davis_

Tubuh kita melenakan, sepertinya sehat tapi mungkin saja sedang beranjak menuju kondisi tidak sehat tanpa kita sadari. Perilaku kita tanpa sadar juga menjadi salah satu contributor utama sakit yang kita alami. Memang tak semua perilaku langsung menyebabkan penyakit, ada yang merupakan faktor pencetus (presipitasi) dan penyebab (predisposisi).

Kalau kita merinci kembali apa saja yang telah kita lakukan pada tubuh kita, mungkin kita akan menemukan banyak sekali perilaku kita yang mendzholiminya, meskipun itu dilakukan tanpa sadar.
Misalnya tanpa sadar kita jarang minum, padahal kebutuhan tubuh akan air minum perharinya adalah bagi pria mengkonsumsi 3 L (13 gelas) dan perempuan mengkonsumsi 2,2 L (9 gelas) dari total minuman dalam sehari. Atau rata-rata 8-12 gelas per hari.

Iya kalau udara sedang panas, kita mungkin akan memperbanyak minum, tapi kalau lagi sibuk kerja atau berada di ruangan yang sejuk or dingin, kadang kebutuhan minum itu gak terasa. Akibatnya ya kebutuhan tubuh tidak bisa dipenuhi. Apa yang terjadi kemudian ? Seperti saluran irigasi, itulah ginjal kita. Dia bekerja sepanjang waktu sebagai tempat untuk menyaring hasil-hasil metabolism tubuh, memilih mana yang harus dikeluarkan dari tubuh, dan mana yang harus diserap kembali. Air yang kita minum fungsinya untuk meringankan kerja ginjal, apabila kebutuhan air tidak dapat dipenuhi, maka ginjal akan bekerja lebih keras. Itu kalau sehari , kalau berhari-hari, bertahun-tahun ginjal kita dipaksa bekerja lebih keras tanpa toleransi, maka nggak heran kalau dia cepet rusak. Satu-persatu jaringannya akan aus, inilah yang disebut gagal ginjal. Atau saringannya gak bisa berfungsi baik, karena kurang air untuk pendorong akhirnya banyak material yang harusnya dibuang menjadi tertahan, lama-kelamaan dia akan mengkristal dan tertahan di ginjal, nah ini yang namanya batu ginjal. Ajaibnya, ginjal kita sepasang, bekerja dengan kapasitas masing-masing, andaikan 1 ginjal sudah tak mampu beroperasi, maka 1 ginjal yang lainnya masih bisa bekerja untuk mengganti peran ginjal yang satunya. Itulah kenapa, donor ginjal dengan memberikan satu ginjal kita kepada orang lain bisa dilakukan.

Contoh lain ??? banyak hehehe, misalkan banyak bergadang, banyak makan yang berlemak, dsb.

Jadi….Bijaklah memilih😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s