Racun Yang Digemari

Tentang racun, pastinya nanti akibatnya akan buruk, baik cepat/langsung maupun lambat. Tapi sayang racun yang satu ini meskipun dijual dengan harga tinggi yang mirip-mirip dengan harga sembako tetap aja laris. Bahkan konsep pemasarannya termasuk unik, para penjual juga secara terang-terangan meskipun dengan halus sudah mengatakan bahayanya tetap saja si pembeli cuek membeli.

Racun itu dari dulu dikenal dengan nama “ROKOK”

Tak bisa dipungkiri , “racun” yang digemari banyak orang ini semakin hari semakin meningkat peminatnya, yup..para penggemar setia yang sedari dulu sudah mengkonsumsi ditambah para penikmat baru yang semakin hari ternyata semakin bertambah bilangan jumlahnya. Di Indonesia sendiri jumlah perokok mengalami peningkatan selama sepuluh tahun terakhir. Pada tahun 2002 Indonesia mengkonsumsi 182 milyar batang rokok, menduduki peringkat ke 5 konsumsi rokok terbesar setelah China (1.697 milyar batang), Amerika Serikat (464 milyar batang), Rusia (375 milyar batang) dan Jepang (299 milyar batang). Tobacco Atlas 2009 menunjukkan bahwa peringkat Indonesia pada tahun 2007 tetap pada posisinya yaitu peringkat ke 5.

Namun dalam lima tahun terakhir, data WHO (2008) yang dikutip oleh Prabandari dkk, mengungkapkan bahwa posisi Indonesia diantara negara-negara dengan jumlah perokok terbanyak di dunia telah bergeser dari negara ke-5 menjadi negara ke-3 terbanyak di dunia setelah Cina dan India dengan jumlah perokok 65 juta orang atau 28% per penduduk, diperkirakan 225 miliar batang rokok yang dihisap per tahun. Dosen saya mengatakan kalau di Indonesia semakin banyak ditemukan “ahli hisap”🙂

Sebenernya bahaya rokok sih semua orang sudah banyak tahu, coba Tanya para perokok tentang bahaya merokok , pasti mereka bisa mnejwab dengan jawaban yang seragam dari mulai menyebabkan sakit jantung, impoten sampai gangguan pada janin dan kehamilan . Tapi…kalau teori bilang semakin tinggi pengetahuan semakin positif pula perilaku, nah ini nih kayaknya gak termasuk perilaku merokok. Kenapa ?

Lah sudah tahu racun kok ya tetep dihisap ?

Salah satu efek negative rokok adalah “efek ketagihan”. Jadi meskipun si perokok tahu konsekuensi buruk dari perilakunya, mereka akan sulit untuk berhenti karena sudah ketagihan untuk terus menghisap. Jadi kalau bicara tindakan pencegahan, edukasi bahaya merokok untuk para perokok sih kayaknya kurang efektif, yang harus diedukasi tentang bahaya merokok adalah para calon perokok aktif misalnya anak yang besar di lingkungan keluarga atau ayah yg merokok, anak remaja (usia SMP-SMA). Menurut data Riskesdas 2010, secara nasional, prevalensi perokok menurut jenis kelamin adalah laki-laki 11 kali lebih tinggi dibandingkan perempuan (berturut-turut 55,7% dan 4,4%). Presentase tertinggi usia pertama kali merokok terdapat pada usia 15-19 tahun (32,4%) disusul usia 20-24 tahun (11,7%)

Oleh karena itu kini pendekatan promosi tidak lagi fokus pada peningkatan pengetahuan, karena pengetahuan mereka sih sudah bagus.
Jadi, masalahnya bukan pada pengetahuan mereka tapi lebih kepada faktor pendorong yang membuat mereka merokok, diantaranya adalah :

1. Faktor ketagihan, sudah tahu kan ? kalau Zat Nikotin di rokok bisa bikin kecanduan, jadi meskipun pengetahuan bagus, tapi kalau kecanduan ya tetep aja ngerokok

2. Iklan rokok yang gencar . Meskipun sekarang sudah dibatasi tentang jam tayangnya, tetep saja iklan rokok ini bermain cantik dengan bersembunyi diantara acara musik yang digemari remaja, pendidikan, dan acara-acara keren lainnya

3. Keluarga, dan teman. Mereka adalah perayu hebat untuk mengajak para calon perokok mengikuti jejak mereka. Sekitar 75% pengalaman menghisap rokok pertama para remaja biasanya dilakukan bersama teman-temannya. Kalau seorang remaja menolak untuk ikut merokok, akan muncul ketakutan bahwa ia akan dijauhi, ditolak atau dikucilkan oleh kelompoknya. Nah lo …..

Jadi …… tak ada kata lain, kita harus punya inovasi canggih buat mengatasi masalah ini🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s