Strategi Mengatasi Racun Rokok Di Sekitar Qta

Pendekatan promosi tidak lagi fokus pada peningkatan pengetahuan, karena pengetahuan mereka sih sudah bagus, oleh karena itu beberapa pendekatan untuk pencegahan meningkatnya jumlah perokok di masa yang akan datang adalah dengan strategi-strategi jitu yang kreatif dan inovatif.

Beberapa diantaranya adalah :

1. Promosi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat bukan lagi untuk melarang merokok tapi larangan untuk merokok di rumah. Faktor sosio-kultural yaitu peran orang tua dan pear group/teman kelompoknya juga berkontribusi untuk mempengaruhi perilaku merokok remaja. Jadi si ayah di-edukasi mengenai tips berhenti merokok sedangkan di satu sisi hal ini juga mencegah “penularan” kebiasaan merokok kepada anak-anaknya.

2. Pamflet dan media pencegahan rokok menggunakan bahasa yang lebih membumi hehehe. Misalkan katakana bahwa merokok 1 batang = membakar uang untuk membeli 1 telur karena harga 1 rokok= 1 telur. Jadi kalau si Bapak satu hari menghabiskan 11 batang rokok, artinya dia juga telah ikut berkontribusi untuk mencuri jatah telur untuk makan keluarganya. Itu kalau sehari, lah kalau seminggu, maka uang yang sudah dibuang bisa untuk membeli berkilo-kilo telur utk perbaikan gizi keluarga🙂

3. Menaikkan cukai rokok > 10 %, kalau kurang dari 10% sih gak terlalu signifikan. Bea cukai rokok ini seharusnya digunakan untuk para perokok, jadi subsidi biaya bila mereka sakit karena rokok diambilkan dari cukai ini , jangan sampai dana kesehatan negara dari APBN digunakan untuk para perokok yang notabene mereka dengan sengaja menyakiti diri sendiri. Sementara subsidi utk petani tembakau ya bebankan saja ke para pengusaha rokok🙂

4. Menghadapi gencarnya iklan rokok dengan membuat iklan Sehat Tanpa Rokok yang juga sangat gencar😦. Iklan rokok yang menargetkan konsumen remaja sangat gencar menampilkan ikon muda pada visualisasinya maupun melakukan kegiatan-kegiatan yang membidik kelompok remaja. Hampir semua kegiatan olahraga dan kesenian yang digemari remaja disponsori oleh rokok. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kondisi dimana penggunaan tembakau dianggap sebagai sesuatu yang normal dan wajar serta dapat diterima. Hampir 70% remaja memiliki kesan positif terhadap iklan rokok. 50% remaja perokok merasa dirinya lebih percaya diri seperti yang dicitrakan iklan rokok dan 37% remaja perokok merasa dirinya keren seperti yang dicitrakan iklan rokok. Pada remaja putri terdapat persepsi pula bahwa perokok cenderung memiliki banyak teman (Koalisi Indonesia Sehat, 2008). 46,3% remaja berpendapat iklan rokok memiliki pengaruh besar untuk memulai merokok dan 41,5% remaja berpendapat keterlibatan dalam kegiatan yang disponsori industri rokok memiliki pengaruh untuk mulai merokok. 9% remaja perokok menyalakan rokoknya ketika melihat iklan rokok pada saat tidak merokok dan 8% remaja perokok menyatakan mereka kembali merokok setelah berhenti merokok karena mengikuti kegiatan yang disponsori industri rokok

5. Mengganti hidangan rokok atau uang rokok utk pekerja dengan beras. Nah bagi para keluarga yang suka menjamu tamu dengan rokok, lebih baik dari mulai sekarang mengganti rokok itu dengan buah atau lainnya🙂

6. Membangun kawasan bebas rokok. Dalam Keputusan Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri RI No. 188/MENKES/PB/I/2011 tentang pedoman pelaksanaan kawasan tanpa rokok pada pasal 4 dinyatakan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah dan angkutan umum dilarang menyediakan tempat khusus merokok dan merupakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang bebas dari asap rokok hingga batas terluar. Bukan lagi fasilitas khusus perokok, tapi benar-benar KAWASAN TANPA ROKOK ^_^

7. Jangan menerima pegawai yang merokok, karena kalau mereka sudah terlanjur merokok, sangat sulit untuk membuat mereka berhenti

8. Jangan menerima calon menantu perokok wakaka

9. Menyediakan makanan ringan lebih ketika naik kendaraan umum untuk mengantisipasi teman seperjalanan yang merokok .
Ilustrasi
Perokok : Maaf mas/mbak, saya merokok ya (itu kalau perokoknya lumayan sopan jadi pake ijin dulu hehehe)
Kita : Hmm… maaf mas/pak, saya tidak tahan asap rokok, ini saya bawa makanan kecil, kita makan bareng aja sekalian ngobrol🙂
Gituuuuuuu …. Bisa dicoba kok😉

Oke….oke…. ayo kita kampanyekan SEHAT …SEHAT ….NO SMOKING !!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s