Statis….

Deru kereta terdengar menjauh
Meninggalkan jiwa yang hanya ditemani degup jantung yang ramai sendiri sedari tadi
Masih duduk di tepian kursi besi tua di stasiun yang juga tua
Seperti kemarin, kemarinnya lagi, dan kemarin dari hari yang kemarin
Selalu……..selama 2 tahun ini
Merelakan diri menghitung gerbong demi gerbong kereta yang melaju di atas rel berkarat
Menunggu sesuatu yang mungkin saja tak merasa ditunggu
Dan bodohnya dia masih bertahan disini
Datang ……. Tidak ……datang ….. tidak ……
dan selalu dalam hitungan ke 99 dia berhenti untuk kemudian beranjak pergi

@ Stasiun tua pinggiran kota

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s