Gemas rasanya

**
Gemas rasanya…..

“Yang mahal saja nggak sembuh neng, apalagi yang gratis kan hahaha” keraslah tawa sang kakek saat saya bertanya kenapa tidak pernah datang ke Posbindu lansia yang diadakan di daerah itu sebulan sekali. Layanan kesehatan di Posbindu memang gratis, meskipun mereka secara rutin diperiksa tekanan darah (yang di beberapa tempat dipungut bayaran) dan ada tenaga kesehatan (sayangnya bukan perawat hikz….) yang datang untuk memberikan layanan kesehatan.
Ironis….masyarakat seperti kakek R percaya bahwa mutu layanan kesehatan kini bergantung pada mahal tidaknya sebuah harga konsultasi dan obat yang harus diminum. Kalau ke bantuan kesehatan yang bayarnya saja mahal nggak sembuh, apalagi yang gratis …… padahal mungkin saja keberuntungan penyembuhan ada disana kan hahahaha

Gemas rasanya ……

“ Saya sudah nggak kuat lagi membawa ibunya ke dokter mbak, lha wong hasil dagang di rumah nggak seberapa hasilnya. Ya sudah, saya bawa aja ke …… (menyebut tempat untuk pengobatan alternatif). Dikasih obat tradisional yang harganya lumayan murah” sang suami menyebut alasan ketika saya bertanya kenapa istrinya yang punya kencing manis tidak pernah control gula darah ke dokter. Sementara mata saya bersitatap dengan mata istrinya yang sudah kehilangan cahaya. Kakinya membengkak, ada luka di ibu jari kaki yang dibungkus perban seadanya, padahal kadar gula darah yang tinggi sama sekali tak menjamin luka sekecil itu sembuh dengan mudah, malah bisa menjadi awal luka yang lebih parah dan berujung amputasi bila tak segera ditangani.
Bukannya tak takut pada akibat menakutkan dari luka sekecil itu bagi penderita Diabetes Mellitus/kencing manis……keluarga ini tak pernah tahu apa pentingnya control gula darah dan apa akibat kalau luka tak dirawat dengan baik. Yang mereka tahu, harga untuk pergi ke dokter (konsultasi, obat dan termasuk ongkos ojek) mahalnya minta ampun….apalagi kalau harus dirawat di Rumah Sakit.
Dan si ibu, hanya pasrah disini …. Tak bisa kemana-mana, bahkan sudah bosan mengatakan sakit dan lemah tiap hari. Dia adalah istri, ibu dan nenek yang sudah kehilangan peran di rumahnya sendiri.

Gemas rasanya …..

“Saya nggak bisa hidup kalau nggak ngrokok mbak, sehari ya….sampai dua bungkus lah hehehe” dan asap rokok yang mencekik rongga pernafasan saya berputar-putar di udara ketika Pak Toro menjawab pertanyaan saya “apa sih pak enaknya ngrokok?” (hahahaha pertanyaan aneh ini melintas begitu saja ketika saya tak sengaja ikut nongkrong menunggu teman di perempatan jalan).
Dua minggu kemarin saya bertemu Pak Toro diPosbindu Lansia, ketika selesai cek tekanan darah, iseng saya bertanya “berapa pak tensinya?” dan dengan tertawa Pak Toro bilang “230 tadi katanya” . Luarrr biasa dia masih bertahan dengan rokok yang tak pernah lepas dari tangan di angka tekanan darah yang begitu tingginya.

Gemas rasanya ……
Saya terbatuk-batuk ketika meninggalkan Pak Toro yang masih berasap ……..dengan asyiknya.

Dan diujung hari ini
“Yang penting sih bersyukur ya neng, nyak masih bisa nggendong cucu” tawa renyah itu meluncur di balik giginya yang ompong. Meskipun berulang kali mengelus kakinya yang sering sakit karena rematik, si nenek berulang kali memanjatkan syukur atas kondisinya yang meskipun hidup di rumah kecil sederhanadan sesak oleh jumlah cucu yang melimpah, tak lupa pusing akibat jepitan harga-harga beras yang terus melambung mencekik dompet yang juga jarang berisi lembaran-lembaran berharga. Syukur yang kadang banyak dari kita sungguh lupa memanjatkannya di tiap hari yang kita lewati. Syukur yang sebenarnya tak hanya sebatas kata, namun juga usaha untuk menjaga karunia itu tetap langgeng kita nikmati.

Saya tertegun ketika si nenek bertanya apa saya sudah makan….. Upppsss ….saya lupa makan siang hari ini, mungkin saya belum bersyukur sepenuh hati, perut saya tak melilit perih hingga saya lupa menjaganya hari ini.

Dengan menggenggam tangan nenek yang keriput, kami sama-sama berdoa semoga kami, keluarga kami, orang-orang yang kami sayangi tetap sehat sejahtera. Aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s