Terbitlah terang …

Dari lantai 2, di kamar yang gelap gulita akibat pemadaman listrik, gemerlap mall yang hanya berjarak 500 meter di depan mata terlihat mempesona. Baliho bertuliskan hadiah 500 milyar juga menyala dengan sempurna. Yah … sesempurna ini rasanya menjadi orang yang mengharapkan sedikit cahaya terlempar dari sana untuk mengusir kegelapan kamar😦

Bagi orang malang … indahnya kehidupan disana membius ….memberikan kesedihan yang teramat dalam. Bayangkan saja, gelap yang menyelimuti ruangan kita, sedangkan di depan mata, dengan jelas terlihat gemerlapnya cahaya akibat energy listrik yang melimpah, semakin membuat kita bagaikan pungguk yang merindukan bulan🙂

Di lain pihak, bagi orang-orang yang tiap hari menengadahkan tangan di atas jembatan penyebrangan, anak-anak bertelanjang dada yang tidur tanpa alas diantara lalu lalang kaki yang sarat dengan belanjaan, maka pemandangan kontras yang tersaji di depan mata sudah mematikan hati dan menutupnya dengan kehampaan yang sangat. Kesedihan mereka berkali lipat dibandingkan kesedihan hati saya sekarang yang terkurung di kegelapan.

Saya memutuskan menutup tirai jendela lalu menutup mata, daripada senyum menawan model minuman ringan yang terpampang di baliho ikut mengiringi saya dalam mimpi …. *saya takut dia datang ke mimpi saya dan nawar-nawarin minuman bersoda hahaha

** Depok dalam gelap

Posted in Uncategorized

3 thoughts on “Terbitlah terang …

  1. Aya:
    Woooyyyy….. Kok cek melase sieeee… :p Semangat Dunzzzz, sis..
    Keadaan gelap yang menemanimu sempat menemaniku akibat pemadaman yang tidak pernah bergilir.. Aku dengan segala apa yang kurasakan bersyukur karena memiliki ruang & waktu itu untuk menikmati segala bentuk gelap yang tidak hanya dirasakan oleh sang malam tapi juga oleh hati ini. Terkadang tak terasa jiwa ini menangis dalam sepi.. SEMANGKIR .. he he he

  2. jarno B) kamu bebas mengatakan apapun, tapi aku seneng kok @least aku menikmati waktuku itu B) bahkan sometimes i miss it :p.. Makanya aku selalu bilang Nikmatilah hidupmu selagi bebas dan belum terbatas.. Tentang yang menemanimu esok serahkan pada-Nya dalam doa-doamu pas sholat.. Begitu loh ndukkkk… ha ha ha..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s