Ulang Tahun Abii..

Berkali-kali aku niat menulis.. Menuliskan cerita singkat tentang ulang tahun abi. Banyak ide berloncatan didalam otakku, sayangnya saat aku suda ada di depan lepi semua ide itu sembunyi, menghilang entah kemana seakan akan mereka kehilangan nyali. Tapi kali ini aku sudah bertekad untuk sedikit berbagi kisah kami, jadi entahlah apa yang akan terjadi. Semoga cerita ini bisa mengalir dan enak dibaca ga berlarian seperti ide-ide yang ada di otakku. ha ha ha😀

Jadi begini ceritanya,
berawal dari tidak adanya kesiapan memberikan hadiah apa untuk abi disaat dia berulang tahun serta kebingungan yang mendalam mengingat langkah kaki ini tidak sebebas dulu ditambah dengan akses yang sangat terbatas plus perizinan keluar rumah yang super duper sulit, terkadang bukan dari abi tapi umikpun suka ikut-ikutan mempersulit. Ha ha ha.. but its okaylah.. semua pasti ada jalan, dengan prinsip itu akhirnya niat ingin memberi sesuatu kepada abi mulai diluncurkan

Aku ternyata sudah lupa kapan mengawali rencana ini, tapi yang jelas kalau aku tetep tinggal dirumah tidak akan ada ide yang mengalir untuk mewujudkannya. Aku harus mencari inspirasi eh salah mencari penopang keberhasilan rencana ini, ha ha ha

Langkah pertama adalah pergi kerumah om, disana ada kakak sepupu yang berpengalaman dalam memberi surprise dan yang terpenting dia yang punya kota jakarta ini.. Pamitnya mau olahraga di rumah om padahal ada misi terselubung.
bertemu dengan kak upik, awalnya bertanya informasi cake delivery (maklum semua di jkt ini delivery) ternyata ada my man. Dengan wajah penasaran dia menjawab ada, tapi orang ini ga hobi bertanya malah pura-pura ga tau terpaksalah aku yang cerita kalau dalam waktu dekat abi mau ulang tahun, jadinya pengen ngasih kue buat abi.(kali ini beli, tahun kemarin beli dan endingnya ga asyik😛 )
ga lama kak upik menawarkan diri nganterin ke toko kue langganannya di daerah Tebet, “cheeze Cake”. Ya tentu saja spontan ku jawab iya.. Kesempatan ga selalu datang dua kali, terutama untuk yang satu ini. Tapi kak upik bisanya nganter hari kamis sedangkan abi ultahnya hari minggu, kalu dipikir-pikir gapapa lah hitung-hitung mengurangi waktuku kepikiran, ha ha ha..

Pas di toko kue, bingung banget mau pilih yang mana abiz semuanya terlihat enak. Ada yang manis, ada yang rasa coklat kopi, mocca, semuua keju oriented. Haddehh rasanya pengen ambil semuanya.. Keliatan banget kalu katrok. No care lah..

Ada satu cake yang membuatku terpana, sempat aku mencoba mengalihkan perhatian ke cake yang lain tapi mata ini sudah terlanjur terlena padanya walhasil kembalilah ke cake semula..

“Opera” itulah nama cake yang akhirnya kupesan khusus untuk abi dilengkapi dengan print foto abi dan Nadine, anakku..

Abi, ntahlah apa yang kurasakan dengan pria yang satu ini..
Aku menikah karena Allah, aku berserah dalam istikharahku pada-Nya memohon petunjuk tentang pilihan yang tepat dan terbaik sebagai pendamping hidup. Dalam istiharah, kumantapkan hati untuk memilihmu. Laki-laki yang tidak pernah terbersit sedikitpun bahwa aku akan menghabiskan waktu dengannya.

Menjalani bahtera rumah tangga ini, kurasakan dinamika cinta yang grafiknya kadang naik dan terkadang turun, seperti halnya kualitas iman yang kadang memuncak dan terkadang kendur.. Tetapi itulah mengapa dikatakan bahwa telah menggenapkan separuh agama, karena menyelaraskan dua kepribadian yang berbeda sungguh sangat membutuhkan perjuangan, yang terjadi adalah saling mengisi satu sama lain, saling melengkapi..

Abi yang sabar dan penyayang serta lembut dalam bertutur membuatku terhanyut dalam suasana yang penuh kedamaian. Aku, diriku yang senantiasa meledak-ledak menjadi otomatis terbawa olehnya.

Memandangnya membuatku tidak tega, menyakitinya membuatku semakin sakit, menggodanya adalah kebiasaan sehari-hari kami maklumlah siapa lagi yang menjadi objek kejahilanku selain dirinya, he he he sementara aku terkurung, terpenjara dalam sepi menantinya @ humz

Dengan rasa yang kurasakan padanya, aku ingin membuatnya special dengan memberikan kejutan yang tidak akan dia sangka mengingat betapa sederhana sosok yang satu ini.

Menspecialkan orang yang special dalam hidupku adalah tema ultahnya tahun ini.

Ditambah lagi dengan perkataan Rasulullah SAW bahwa “Saling memberi hadiah lah diantara kalian karena yang demikian ini akan menumbuhkan rasa cinta”. dan akupun semakin semangat melakukannya..

Tidak perduli berapa uang yang akan tersisa di dalam dompet, yang jelas misi kali ini harus berhasil..

Setelah kupesan cake itu untuk tanggal 7 Oktober dan tentu saja delivery order, aku kembali ke humz dengan puas dan hal ini harus tetap menjadi rahasia hingga hari minggu terlewati B)

Di hari minggu yang cerah ini, kami (aku, abi dan nadine) memulai hari dengan berjalan-jalan ke pasar kaget. Aku bersikap seperti hari biasa, nothing special padahal deg-degan juga nunggu cakenya sampai di humz, penasaran liat responsnya.. Mengalihkan fokus pikiran ke jalan-jalan merupakan cara yang mujarab untuk melupakan waktu menunggu sejenak. Setelah sedikit berbelanja kami pulang dengan membawa banyak plastik.

Sesampai dirumah ternyata cakenya sudah ada. Kubuka bungkusnya sampil ku nyanyikan lagu Happy Birthday untuk abi, nadine yang ku gendong memancarkan senyum termanisnya saat aku bersenandung. Mungkin dia sudah mengenali suara merdu mamanya, ha ha ha

Abi.. respon yang kutunggu darinya..

tidak ada sepatah katapun yang keluar darinya, hanya sepintas kilatan dimata dan keadaan diam membisu yang seperti patung. What the? reaksi apa ini? aku tidak mampu mendeskripsikannya.. Lucu juga liat responnya.. Abi ohh abii.. Sejatinya inilah dirimu, cowokku yang sangat sederhana.. Bahkan hal yang disukaipun diekspresikan dalam diam dan dalam sebuah sms yang dikirim keesokan harinya😛 Kalau orang lain pastilah tidak dapat meraba ekspresinya..

Setelah menyanyikan lagu happy birthday, dilanjutkan dengan make a wish abi dalam hati dan tiup lilin.. Yang terakhir, potong cake..
Cakenya berkah lho.. Tetangga kanan-kiri-depan-belakang semua Alhamdulillah kebagian..

tidak berakhir disana, ternyata abi meminta hal yang lain.
katanya ada yang kurang dari ulangtahunnya kali ini, nah lho.. aku yang jadi bingung, kelimpungan. Perasaan udah bahkan sempat kudaftar di depan abi, nyanyiin udah, kasih kado udah trus apa lagi yang kurang?
Abi tetep kekeh bilang ada yang kurang, apa coba? aku jelas ga ngerti.. Akhirnya diutarakan oleh abi, mana sungkemannya? mana doanya buat abi? Abi belum dengar semua itu dan ini semua terasa kurang..

What the??

Aduh pake sungkeman segala… Sembari kugoda kubilang ajah, halah pengen pegang tanganku ajah pake acara sungkeman. ha ha ha..
ga mau kalah, ditagihlah doa untuknya..

Uhhhhmmmm.. Aku paling ga bisa kalau harus berkata-kata manis di depan laki-laki termasuk abi apalagi kalau ditungguin. Maluuuuu..
Mukaku langsung merah padam, walhasil tidak ada kata yang dapat keluar dari bibir ini cuman senyum cengengesan yang menyertai sesekali..
Abi kekeh ga mau tahu, padahal ucapan itu sudah kutulis di social media. Kubilang sama aja kan? B)
Abi tetep nungguin, kami terdiam tidak bergerak dalam posisi duduk yang sama.. Akhirnya kuputuskan untuk sungkeman ajah. Nah, udah kan.. Ternyata ga berhenti sampai disini, Abi tetep nagih doanya. Tangan ini tidak akan dilepas sampai aku menyelesaikan kalimatku. Aduhh kenapa kali ini lidah dan mulut ini tidak bersahabat denganku. Kenapa kalimat-kalimat ini begitu susah untuk dikeluarkan, kenapa lebih mudah saat mengomel ketimbang saat-saat seperti ini, kenapa pula aku harus tersipu malu. Sebenarnya ada apa denganku? tapi heyy ini ulang tahun siapa sih.. kok sepertinya aku yang dikerjain..

Aduh sepertinya memang ga mau tahu nih si Abi.. Dengan terbata-bata akhirnya kuucapkan doa melalui bait-bait kata yang tersusun tidak rapi sembari tertunduk malu, penuh penghayatan, pasrah seperti saat menghadapi ujian dan tentu saja senyuman kemenangan dari abi.. Puass sepertinya abi hari itu, bukan aku yang ngerjain abi tapi abi ternyata juga mengerjaiku..

Setelah lega mengucapkan untaian kalimat doa untuk abi. Gantian giliran abi yang mengucapkan kalimat-kalimat itu untuk kebahagiaan keluarga kami. Setelah itu tak terasa kecupan hangat mendarat di jidatku.. dan itulah ending dari ulang tahun abiiiiii…..

yeyyy.. tuntas sudahhh❤❤❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s